GAY (Homo) : Lebih Kotor dari Pezina (i)


KUPAS TUNTAS MASALAH GAY (LIWATH)

Penerjemah : Syuhada Abu Syakir Iskandar As Salafy


gay-najisLiwath atau gay termasuk dari dosa yang paling keji dan paling jelek karena perbuatan ini menunjukkan akan penyimpangan pada fitrah, kerusakan pada akal, dan keganjilan dalam jiwa. Adapun definisi Liwath adalah seorang lelaki menikahi lelaki lain atau seorang pria menyetubuhi pria lain, sebagaimana firman Allah Subhaanahu wa ta’ala tentang kaum Nabi Luth ‘alaihissalam :

”Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Asy-Syu’ara [26]:165-166)

Dinamakan Liwath karena penisbahan kepada kaum Nabi Luth ‘alaihissalam. Perbuatan keji ini dilakukan oleh mereka. Perbuatan ini tidaklah diperbuat, kecuali oleh orang yang ”buta matanya”, “hitam hatinya”, dan ”terbalik fitrahnya”, yaitu fitrah yang diberikan Allah Subhaanahu wa ta’ala kepada manusia. Adapun perumpamaannya seperti seseorang yang diberikan rezeki oleh Allah Subhaanahu wa ta’ala berupa daging yang baik, masak, dan lezat. Lalu, ia berpaling dari daging tersebut dan mencari daging yang mentah, bau, dan busuk kemudian ia makan dari daging itu. Ia meridhai dirinya menyelam dalam keadaan-keadaan yang kotor, menjijikan, bau tahi, dan sejelek-jelek najis.

Tentunya ini merupakan fitrah yang terbalik, tabiat yang menyimpang, dan jiwa yang buruk lagi keji. Sesungguhnya orang yang melakukan perbuatan kaum Luth yang hina ini akan mendapatkan kerusakan-kerusakan yang tidak terbatas dan tidak bisa dihitung.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

“وَلأَنْ يُقْتَلَ الْمَفْعُوْلُ بِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يُؤْتِيَ (يُلاحَطُ بِهِ) فَإِنَّهُ يُفْسِدُ فَسَادًا لا يُرْجَى لَهُ بَعْدَهُ صَلاَحٌ أَبَدًا، وَيَذْهَبُ خَيْرُهُ كُلُّهُ، وَتَمُصُّ الأَرْضُ مَاءَ الْحَيَاءِ مِنْ وَجْهِه،ِ فَلا يَسْتَحْيِ بَعْدَ ذَلِكَ لا مِنَ اللهِ وَلا مِنْ خَلْقِهِ وَتَعْمَلُ فِى قَلْبِهِ وَرُوْحِهِ نُطْفَةُ الْفَاعِلِ مَا يَعْمَلُ السَّمُّ فِى الْبَدَنِ”… إنتهى.

“Lebih baik pelakunya dibunuh daripada diusir. Sesungguhnya ia membuat suatu kerusakan yang tidak bisa diharapkan setelahnya ada perbaikan selama-lamanya, hilanglah semua kebaikannya, bumi mengisap air rasa malu dari wajahnya. Setelah itu, ia tidak merasa malu kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala dan kepada makhluk-makhluk-Nya sehingga kejelekan pelakunya menjalar di dalam hati dan ruhnya lebih dari menjalarnya racun dalam tubuh.”[1] Selesai.

Para ulama telah mengatakan bahwa ia (orang yang dilakukan perbuatan kaum Luth kepadanya) lebih jelek dari anak yang dihasilkan oleh zina. Ia lebih kotor dan lebih buruk. Ia tidak pantas untuk mendapatkan kebaikan, akan terhalang antara kebaikan dengan dirinya. Setiap kali ia melakukan kebaikan, Allah Subhaanahu wa ta’ala akan mendatangkan baginya sesuatu yang dapat merusak kebaikannya tersebut. Ia tidak akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat, amalan shalih, dan tidak pula taubat nasuha (yang sebenar-benarnya), kecuali jika Allah Subhaanahu wa ta’ala menghendaki sesuatu kepadanya.


Besarnya Kejelekan, Kekejian, dan Kengerian Perbuatan Liwath (Gay)

Perbuatan dosa ini merupakan malapetaka yang berada di puncak kejelekan dan kekejian. Perbuatan ini tidak disukai, bahkan oleh binatang-binatang sekalipun. Kita hampir tidak menemukan ada seekor hewan jantan menyetubuhi hewan jantan lainnya. Namun ternyata, penyimpangan ini terjadi di kalangan manusia yang mana akal-akal mereka rusak, yaitu ketika mereka sudi menjadi pelayan untuk perbuatan ini yang berakibat munculnya kerusakan dan merebaknya bencana serta hilangnya rasa malu.

Besarnya kekejian dan kengerian perbuatan Liwath (homoseks) sangat jelas. Allah Subhaanahu wa ta’ala menyebut zina dengan faahisyah (فَاحِشَةٌ) dan menyebut Liwath dengan Al-Faahisyah (اَلْفَاحِشَةُ) . Perbedaan di antara keduanya begitu besar. Adapun kata faahisyah (فَاحِشَةٌ) dengan tanpa memakai huruf alif dan laam ( اَلْ ) adalah bentuk nakirah yang maknanya: zina merupakan satu perbuatan keji dari berbagai perbuatan-perbuatan yang keji. Dan, ketika masuk pada kata tersebut huruf alif dan laam ( اَلْ ) yaitu Al-Faahisyah (اَلْفَاحِشَةُ) maka ini adalah bentuk ma’rifah, yang mencakup semua nama dari perbuatan yang keji. Oleh karena itu, perbuatan ini disebut dengan setiap nama yang sifatnya jelek. Oleh karena itu, Allah Subhaanahu wa ta’ala berfirman:

“(Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?” (QS. Al-A’raf  [7]: 80)

Maksudnya adalah “kalian mendatangi” suatu perangai yang masing-masing manusia telah mengakui kekejian dan kekotorannya.

Kemudian, Allah Subhaanahu wa ta’ala berfirman tentang zina,

”Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al-Isra [17]: 32)

Maka jelaslah bahwasanya zina merupakan salah satu macam dari perbuatan-perbuatan keji. Adapun Liwath adalah perbuatan keji yang padanya terkumpul berbagai kejelekan. Mungkin juga dikatakan bahwa pelaku zina adalah lelaki dan wanita yang terjadi penyimpangan tabiat fitrah di antara keduanya, lalu datanglah Islam untuk memperbaiki penyimpangan ini dan menghukuminya dengan batas-batas syariat serta jalan keluar yang hakiki, dengan menghalalkan nikah dan mengharamkan zina. Allah Subhaanahu wa ta’ala berfirman,

“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Mukminun [23]: 5-7)

Hubungan apa pun antara lelaki dan wanita yang keluar dari batasan ini maka itulah zina. Jadi, hubungan antara lelaki dan wanita merupakan seruan fitrah di antara keduanya. Adapun penyalurannya bisa kepada yang halal atau bisa juga kepada yang haram.

Beda halnya dengan apa yang terjadi antara lelaki dengan lelaki, pria dengan pria maka hal seperti ini tidak ada pada fitrah dan Islam tidak menghalalkan sesuatu apa pun darinya. Sesungguhnya perbuatan tersebut di luar fitrah dan tidak pula di sana ada tabiat yang mana seorang lelaki condong kepada lelaki lain. Dan jika terjadi sesuatu dari perkara ini itu berarti telah melampaui batas-batas hukum dan batas-batas tabiat kemanusiaan, bahkan telah melampaui hukum Allah Subhaanahu wa ta’ala yang Mahatunggal:

“Yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?” (QS. Al-A’raf  [7]: 80)

Sesuatu yang menakutkan dari perbuatan keji tersebut adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunya dari Mujahid,

” أَنَّ الَّذِيْ يَعْمَلُ ذَلِكَ الْعَمَلَ لَوِ اغْتَسَلَ بِكُلِّ قُطْرَةٍ مِنَ السَّمَاءِ وَكُلِّ قُطْرَةٍ مِنَ الأَرْضِ لَمْ يَزِلْ نَجَساً “

“Sesungguhnya seseorang yang melakukan perbuatan tersebut, seandainya ia mandi dengan setiap tetesan dari langit dan setiap tetesan dari bumi, tetap saja najisnya tidak hilang.”

Dan dari Al-Fudhail bin Iyadh, ia berkata,

” لَوْ أَنَّ لُوْطِيًّا اِغْتَسَلَ بِكُلِّ قُطْرَةٍ نَزَلَتْ مِنَ السَّمَاءِ لَقِيَ اللهَ غَيْرَ طَاهِرٍ “

“Walaupun seorang pelaku Liwath mandi dengan setiap tetesan dari langit, sungguh ia akan menghadap kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala dalam keadaan tidak suci.”

Sanad hadits ini hasan, adapun maknanya adalah bahwasanya air tidak dapat menghilangkan sebuah dosa yang amat besar, yang menjauhkan pelakunya dari Rabbnya Subhaanahu wa ta’ala. Intinya, betapa menakutkan perbuatan keji tersebut.[2]

Karakter para Pelaku Liwath

Fitrah mereka terbalik dan terjungkir dari fitrah….(bersambung ke bagian 2, Insya Allah)


[1] Al-Jawaab Al-Kaafii, hlm. 188.

[2] Ruuhul Ma’aanii karya Al-Alusi, Jilid 8, hlm. 172.

SUMBER :  Buku  “SEKS BEBAS UNDER COVER” Penerbit TooBagus Publishing Bandung

Judul Asli  : Wa Laa Taqrobul Fawaahis, Penulis Syaikh Jamal bin Abdurrahman Ismail dan DR. Ahmad Nida

20 responses to this post.

  1. Posted by seseorang on 8 February, 2012 at 16:24

    assalamualaikum..wr.wb

    banyak ungkapan/istilah atau apapun itu..bahwa hidup adalah pilihan, saya berani menjawab SALAH

    Hidup itu bukan pilihan begitu juga dengan gay.
    Ada banyak alasan/faktor pendukung seseorang menjadi gay
    dan alasan ”bawaan lahir/biologis itu, bullsheet”. itu hanya pembenaran anda karena anda gay.
    …memang berat,karna ujian ini menguras banyak tenaga,fikiran,waktu,airmata,mengorbankanhati karna hanya disimpan sendiri…sakiiiiit memang.

    Yakinlah,Allah tidak akan menguji hamba-Nya..diluar batas kemampuannya..

    Berusahalah&do’a yang khusyu,karna bukan hasil akhir yang dinilai-Nya..tetapi usaha &do’a yg sungguh2..hanya Allah yang tahu.

    _yakinlah.. syetan&bala tentaranya yg menginginkan ini,,karna mereka senang kita berada dalam kemaksiatan dan penyimpangan_

    terus berjuang,.kalian adalah pejuang hidup yang sebenar-benarnya.

    Reply

  2. Posted by arya on 10 July, 2011 at 06:51

    assalamualaikum.wr.wb…..
    kawan-kawan semua,saudara sekeyakinan saya,dengan berurai airmata saat membaca tulisan2 diatas,saya mhn bantuan do’a & suport kalian,saya gaktau apakah saya ni Bisexs atau Pure Gay?
    Beberapa tahun kebelakang saya terjerumus kedalam pergaulan Gay,dan saya ber-ulang punya pasangan Gay,dan melakukan hubungan intim selayaknya suami istri.saya tau semua itu salah & dosa besar,tapi saya sulit menolak hasrat kelainan saya itu,sampe akhirnya terjerumus dlm pergaulan spt itu.
    Terakhir saya punya pasangan yg sgt menyayangi saya,begitu juga sebaliknya,kami saling sayang & saling butuhkan,tapi kami skarang terpisah,karena saya telah berumah tangga baru2 ni.
    saya kaget,setelah berumah tangga saya belum bisa menafkahi bathin istri saya,selayaknya suami istri.
    saya masih dibayang bayangi kenangan kebersamaan dgn pasangan gay saya.
    tiap kali saya mau menyentuh istri saya,sama skali saya gakbisa ereksi full.dan ini sangat menyiksa pikiran saya,seperti ada trauma dihati saya.
    Sebagai laki2 tentu saja saya ingin hidup normal dan berkeluarga.Tapi jln kearah itu memang sudah tertempuh dgn adanya pernikahan saya dgn istri saya,tapi lagi2 kendalanya saya sekarang masih ada trauma bersama pasangan gay saya.
    saudaraku sekalian,tolong bantu saya dgn do’a,saya pingin sembuh,dan keinginan itu sudah saya tanamkan dihati saya,bahwa saya harus sembuh,& harus bertobat.
    saya yakin akan kemaha pengampunan Alloh SWT,saya yakin akan selalu ada jalan menuju arah kebaikan.
    saya takbisa ungkapin kelainan saya ini terhadap istri atau keluarga saya,karena saya malu & takut mereka terlalu menyalahkan saya.
    saya hanya mengobati diri sendiri dgn kepercayaan diri,dan dzikrulloh.
    Alhamdulillah bisa menghilangkan stress,tapi saya belum bisa sepenuhnya menyentuh istri saya,karena seperti tak terangsang.
    Ya Alloh,ampuni hamba-MU.
    kawan-kawan semua,saudara sekeyakinan,tolong do’anya buat saya.saya ingin hidup sehat dan kembali normal selayaknya laki-laki yg dah berumah tangga dan punya keturunan.
    saya yakin do’a ketulusan dari kalian,akan didengar Alloh SWT.
    trims…..

    Reply

    • Orang paling bodoh dan kurang rendah hatilah yang menganggap gay atau homosexuall itu tidak sehat dan apalagi kalau di bilang dosa.

      Reply

  3. Posted by muluk on 17 April, 2011 at 22:19

    saya ada kecenderungan seperti itu
    tp saya berusaha melawan dan saya belum sampai terjerumus ke dunia spt itu.
    tp saya jg blm bisa spt orang normal kebanyakan
    tolong bantu saya…saya sedang cari penyembuhan

    Reply

  4. [...] perbuatan asusila yang sangat terkutuk dan menunjukkan pelakunya seorang yang mengalami penyimpangan psikologis dan tidak normal. Allah Subhaanahu wa ta’ala tidak pernah menguji dengan ujian yang seberat ini [...]

    Reply

  5. semoga Allah SWT mengampuni dosa dosa kita

    Reply

  6. semoga Allah memberi Hidayah dan hikmah pada kita semua

    Reply

  7. [...] kejelekan pelakunya menjalar di dalam hati dan ruhnya lebih dari menjalarnya racun dalam tubuh.”[1] [...]

    Reply

  8. Posted by xx on 16 May, 2010 at 11:54

    aku gay, dan jujur aku ga pernah berhubungan sesama pria….

    dan apa kalian tahu betapa sulitnya menahan rasa ini??

    menahan semuanya??

    bagi kalian orang normal, kkalian hanya akan menahannya sampai kalian menikah, sementara orang seperti saya?? menahannya seumur hidup…

    dan apa yang salah dengan saya??

    saya tidak menginginkan ini semua, saya tiidak meminta ini semua, saya tidak secara sengaja menjadi seperti ini….. ini terjadi begiitu saja…. dan akku tidak bisa menghindarinya…. kemudian saya berusaha menahan diri, selama lebih dari 8 tahun, dan saya berdosa???

    DAN SOAL KENIKMATAN……diibaratkan kita diberi kenikmatan kemudian berpaling………… mana ada kenikmatan??? kapan aku mendapatkannya?? KETIKA AKU TERSADAR…SEMUA SUDAH SEPERTI INI!!! jadi kapan aku berpaling???

    Sementara kalian hanya berbicara tentang dosa?? tentang larangan?? kalo memang ada orang yang benar-bena hebat di dunia ini…..BUATLAH SAYA NORMAL!!

    terkadang berbiicara memang sangat mudah, mengutip sana-sini juga mudah, tetapi ketika benar-benar mengalaminya………..RASANYA INGIN MATI SAJA!!

    @ Gay (Homoseksual) sebagian besar disebabkan karena faktor lingkungan (pergaulan) yang salah atau karena trauma kekerasan seksual sewaktu kecil. Kelainan ini bisa disembuhkan..

    Tidaklah bijak jika kita mengambil sikap untuk mengikuti keinginan naluriah (baca: hawa nafsu) saja tanpa melihat bagaimana tuntunan agama (syari’at) menyikapi hal tersebut. Sebagai orang beriman sudah selayaknya kita tunduk dan patuh terhadap aturan tersebut.

    Mungkin akan terasa berat pada awalnya, tapi yakinlah tidaklah Allah Ta’ala menurunkan suatu aturan, perintah dan larangan dalam agama ini melainkan ada hikmah terbaik untuk hambanya. Tidak mungkin diturunkan suatu syariat yang manusia ini tidak akan sanggup untuk melakukannya, dengan bahasa lain : agama ini mudah, tapi jangan bermudah-mudah dengan agama ini..

    Syetan dan bala tentaranya akan selalu mengajak manusia untuk mengikuti hawa nafsu, sehingga dibutuhkan “proses panjang” dan teruslah berusaha dan Berdo’a.. pasti Allah Ta’ala akan memberikan jalan keluar. Datangilah majelis ilmu agama dan pelajarilah agama dari sumber yang terpercaya untuk membentengi hati kita dari godaan tersebut.

    Baarokallaahu fiikum..

    Reply

    • Posted by grianda on 26 August, 2010 at 19:56

      tidak ada penyakit yang tidak bisa di sembuhkan,,,teman sya seorang gay dai dapat di sembuhkan

      Reply

  9. Posted by suci on 10 February, 2010 at 09:46

    tu mg benar krna mnusia tu di ciptakan brpsang2an dr laki-laki n prmpuan, lalu knpa msti sesama jenis…!
    jka tu mg da d dlm jiwa.. tp bs d rbah dngan sikap krna sma yang kta lakukan adlh k inginan kt sndri…

    Reply

  10. Posted by husin on 29 January, 2010 at 21:37

    bunuh aja pewaris kaum luth

    Reply

  11. Jazakallahu Khairan pak dokter..Semoga Alloh menjauhkan kita semua dari perbuatan yang tercela ini. amiin

    Reply

  12. [...] perbuatan asusila yang sangat terkutuk dan menunjukkan pelakunya seorang yang mengalami penyimpangan psikologis dan tidak normal. Allah Subhaanahu wa ta’ala tidak pernah menguji dengan ujian yang seberat ini [...]

    Reply

  13. Posted by iwa on 24 November, 2009 at 01:11

    AQ…pernah hidup dalam dunia Gay…..sangat tidak enak….selalu ..dalam ketakutan,sealu dalam kebohongan ,selalu dalam kemunafikan……
    Sekarang AQ sadar bahwa dunia Gay sangat hitam dan buruk…jauhilah kehidupan Gay..karena Kelompok Gay adalah VIRUS yabg sangat Ganas sewaktu waktu akan menular dan menerkam…
    Sekarang AQ telah berumah tangga dan memilii anak…..tiap kali AQ ..melihat seorang Gay..ingin rasanya AQ menolomng mereka ….dan ..membawa nereka kedalam kehidupan yg normal….karena kehidupan Gay sangatlah….kotor dan penuh penderitaan sampai kapanpun Gay tidak akan diterima..dimasyarajkat dan didalam Agama apapun…..
    AQ hanya igin membatu para Gay yg sudah…terlanjur menjalani kehidupan Gay…..Dekatkanlah riri pada ALLah…niscaya ….petunjuk dan hidayahnya akan diberikan….kunpayakun…..tinggalkan dunia Gay….kembali kepada kehidupan yang normal..

    Reply

    • Posted by usbandi k on 14 December, 2009 at 17:43

      aku juga dalam keadaan yg harus ditolong…..aku seorang gay yang baru sekarang menemukan tulisan yg demikian mengerikan, aku takut….aku ingin bangkit meninggalkan segala tetek bengek yg berhubungan dg perilAKU HOMOSEX, tapi bisakah aku bangkit ?…..tingkah lakuku tidak seperti laki-laki, aku seperti wqnita, suraku lembut dan naluri keperempuanku demikian dominan…bisakah aku jadi laki-laki sebagai mana aku dilahirkan…

      @ Allah Ta’ala Maha Pengampun wahai Saudaraku,semoga Allah Ta’ala memberikan segala kemudahan untukmu agar bisa terlepas dari belenggu dan bisikan Syaitan laknatullah..
      1. jauhi dan tinggalkanlah komunitas mereka, bergabunglah dengan orang-orang sholeh. Bersabarlah atas cacian, cemoohan dan gunjingan orang-orang awam.
      2. pelajari dan dalami dienul Islam yang sangat indah ini, silahkan baca jadwal dan lokasi kajian umum Ahlussunnah wal jama’ah disini..
      2. perbanyak do’a dan infaq sedekah, niscaya akan diberikan jalan dan kemudahan..

      Sangatlah mudah bagi Allah Ta’ala untuk mengembalikan seseorang kembali kepada jalan-Nya yang lurus.
      Baarokallaahu fiikum..

      Reply

      • Posted by grianda on 26 August, 2010 at 19:59

        perbanyak shalat hajat serta banyak bersedekah …………insya allah Allah akan memberi petunjuk

        Reply

  14. Jazakumullohu khoiron Akh, salam buat beliau dari ana, abu luqman bandung

    @ InsyaAllah, Baarokallaahu fiikum..
    Kapan antum sillaturrahmi ke manglayang?

    Reply

  15. Lapor ustad! sudah di link! laporan selesai! Wassalam!

    Reply

Bagaimana menurut Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s