طبيب الطب النبوي Dokter Pengobatan Nabawi

Islam, Hukum, Sholat, Tatacara

Peringatan: Cadar, Celana Ngatung, dan Jenggot Bukan Ciri-ciri Teroris!!!

with 11 comments


Bismillah,

Ketahuilah wahai kaum muslimin, memakai cadar bagi wanita muslimah, mengangkat celana hingga tidak menutupi mata kaki, dan membiarkan jenggot tumbuh bagi seorang laki-laki muslim adalah kewajiban agama dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan terorisme, sebagaimana yang akan kami jelaskan nanti bukti-buktinya -insya Allah- dari Al-Qur’an dan As-Sunnah serta penjelasan para ulama umat.

Benar bahwa sebagian teroris juga mengamalkan kewajiban-kewajiban di atas, namun apakah setiap yang mengamalkannya dituduh teroris? Kalau begitu, bersiaplah menjadi bangsa yang teramat dangkal pemahamannya. Maka inilah keterangan ringkas yang insya Allah dapat meluruskan kesalahpahaman.

Pertama: Dasar Kewajiban Menggunakan Cadar bagi Muslimah

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin: hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)

Perhatikanlah, ayat ini memerintahkan para wanita untuk menutup seluruh tubuh mereka, tanpa kecuali. Berkata Al-Imam As-Suyuthi rahimahullah, “Ayat hijab ini berlaku bagi seluruh wanita, di dalam ayat ini terdapat dalil kewajiban menutup kepala dan wajah bagi wanita.” (Lihat Hirasatul Fadhilah, hlm. 51 karya Asy-Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid rahimahullah).

Istri Nabi shallallahu’alaihi wa sallam yang mulia: ‘Aisyah radhiyallahu’anha dan para wanita di zamannya juga menggunakan cadar, sebagaimana penuturan ‘Aisyah radhiyallahu ’anha berikut: “Para pengendara (laki-laki) melewati kami, di saat kami (para wanita) berihram bersama-sama Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam. Maka jika mereka telah dekat kepada kami, salah seorang di antara kami menurunkan jilbabnya dari kepalanya sampai menutupi wajahnya. Jika mereka telah melewati kami, maka kami membuka wajah.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah. dan lain-lain).

Kedua: Dasar kewajiban mengangkat celana hingga tidak menutupi mata kaki bagi laki-laki Muslim

Banyak sekali dalil yang melarang isbal (memanjangkan pakaian sampai menutupi mata kaki), di antaranya sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu: “Bagian kain sarung yang terletak di bawah kedua mata kaki berada di dalam neraka.” (HR. Al-Bukhori, no. 5787).

Dan hadits ‘Aisyah radhiyallahu’anha: “Bagian kain sarung yang terletak di bawah mata kaki berada di dalam neraka.” (HR. Ahmad, 6/59,257).

Ketiga: Dasar Kewajiban Membiarkan Jenggot Tumbuh bagi Laki-laki Muslim

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memotong kumis dan membiarkan jenggot.” (HR. Muslim no. 624).

Juga dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Berbedalah dengan orang-orang musyrik; potonglah kumis dan biarkanlah jenggot.” (HR. Muslim no. 625).

Dan masih banyak hadits lain yang menunjukkan perintah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam untuk membiarkan jenggot tumbuh, sedangkan perintah hukum asalnya adalah wajib sepanjang tidak ada dalil yang memalingkannya dari hukum asal.

Demikianlah penjelasan ringkas dari kami, semoga setelah mengetahui ini kita lebih berhati-hati lagi dalam menyikapi orang-orang yang mengamalkan sejumlah kewajiban di atas. Tentu sangat tidak bijaksana apabila kita mengeneralisir setiap orang yang tampak kesungguhannya dalam menjalankan agama sebagai teroris atau bagian dari jaringan teroris, bahkan minimal ada dua risiko berbahaya apabila seorang mencela dan membenci satu kewajiban agama atau membenci orang-orang yang mengamalkannya (disebabkan karena amalan tersebut):

Pertama: Berbuat zalim kepada wali-wali Allah sebab wali-wali Allah adalah orang-orang yang senantiasa menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, baik perintah itu wajib maupun sunnah. Dan barangsiapa yang memusuhi wali Allah, dia akan mendapatkan kemurkaan Allah ‘Azza wa Jalla.
Allah Ta’ala berfirman,

أَلا إِنَّ أَوْلِيَاء اللّهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ الَّذِينَ آمَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa”. (QS. Yunus: 62-63)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, ‘Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku maka Aku umumkan perang terhadapnya. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih aku cintai daripada amal yang Aku wajibkan kepadanya. Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amal-amal sunnah sampai Aku mencintainya. Apabila Aku sudah mencintainya maka Akulah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, Akulah pandangannya yang dia gunakan untuk melihat, Akulah tangannya yang dia gunakan untuk berbuat, Akulah kakinya yang dia gunakan untuk melangkah. Kalau dia meminta kepada-Ku pasti akan Aku beri. Dan kalau dia meminta perlindungan kepada-Ku pasti akan Aku lindungi.’.” (HR. Bukhari, lihat Hadits Arba’in ke-38).

Faidah: Para ulama menjelaskan bahwa makna, “Akulah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, Akulah pandangannya yang dia gunakan untuk melihat, Akulah tangannya yang dia gunakan untuk berbuat, Akulah kakinya yang dia gunakan untuk melangkah” adalah hidayah dari Allah Ta’ala kepada wali-Nya sehingga ia tidak mendengar, kecuali yang diridhai Allah, tidak melihat kepada apa yang diharamkan Allah, dan tidak menggunakan kaki dan tangannya, kecuali untuk melakukan kebaikan.

Kedua: Perbuatan tersebut bisa menyebabkan kekafiran sebab mencela dan membenci satu bagian dari syari’at Allah Jalla wa ‘Ala, baik yang wajib maupun yang sunnah, atau membenci pelakunya (disebabkan karena syari’at yang dia amalkan) merupakan kekafiran kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala.

Berkata Asy-Syaikh Muhammad At-Tamimi rahimahullah pada pembatal keislaman yang kelima, “Barangsiapa membenci suatu ajaran yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam walaupun dia mengamalkannya, maka dia telah kafir.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ

“Yang demikian karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al-Qur’an), lalu Allah menghapuskan amalan-amalan mereka.” (QS. Muhammad: 9)

Maka berhati-hatilah wahai kaum Muslimin. Dan kepada Ikhwan dan Akhwat yang telah diberikan hidayah oleh Allah untuk dapat menjalankan kewajiban-kewajiban di atas, hendaklah bersabar dan tetap tsabat (kokoh) di atas sunnah karena memang demikianlah konsekuensi keimanan, mesti ada ujian yang menyertainya. Dan wajib bagi kalian untuk senantiasa menuntut ilmu agama dan menjelaskan kepada umat dengan hikmah dan lemah lembut, serta hujjah (argumen) yang kuat agar terbuka hati mereka, insya Allah, untuk menerima kebenaran ilmu yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman Salaful Ummah, bukan pemahaman Teroris. Wallahul Musta’an.

Tanah Baru, Depok, 3 Ramadhan 1430 H. Dikutip dari tulisan asli: Nasihat Kepada Teroris: Ketahuilah, Jihad Beda dengan Terorisme !!! , ditulis oleh Al-Ustadz Sofyan Ruray

SUMBER :

http://antosalafy.wordpress.com/2009/08/27/peringatan-cadar-celana-ngatung-dan-janggut-bukan-ciri-ciri-teroris/

About these ads

Written by Abu Hana El-Firdan

September 3, 2009 at 05:13

11 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. baarakallah fiikum

    ilyas

    February 9, 2011 at 22:23

  2. [...] tuntunan Allah Subhaanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallaahu ‘alaihi Wasallam. Ketika kita memakai pakaian ghamis/jubah, berjenggot, memotong pakaian diatas mata kaki atau muslimah yang ingin…sertamerta muncullah banyak komentar dan nada miring yang seakan-akan memandang sebelah mata [...]

  3. [...] Allah Subhaanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallaahu ‘alaihi Wasallam. Ketika kita memakai pakaian ghamis/jubah, berjenggot, memotong pakaian diatas mata kaki atau muslimah yang ingin…sertamerta muncullah banyak komentar dan nada miring yang seakan-akan memandang sebelah mata [...]

  4. Assalamualaikum
    Akh Abu Hana ini dari Abdullah bagaimana kabar antum, jazakallahu Khoir atas dimuatnya artikel diatas. afwan Abu Hana di damaj jaringan internet, hp telp terputus sejak lama sampai sekarang, sekarang ana lagi dishan’a ibukota yaman baru sampai hari ini, ana lagi safar Insya Allah mau pulang dalam waktu dekat kalau urusanya selesai. Afwan Abu Hana belum bisa jawab pertanyaan antum.

    @ Wa’alaikumussalaam Warohmatullaahi Wabarokatuh
    Walhamdulillah bikhoir.. Jazaakallah atas jawaban antum tentang masalah hukum bekam saat shaum. Untuk masalah Bekam pada Kasus Stroke, juga sdh ana jawab di komen selanjutnya..

    abdullah1982

    September 7, 2009 at 02:34

  5. hm.. sebenarnya hak setiap manusia mau berpakaian seperti apa modelnya, yang penting menutup aurat dan tidak menimbulkan fitnah. orang yang menjadi teroris punya landasan kalau apa yang dilakukan oleh mereka adalah benar dan sesuai dengan perintah yang ada dalam Al-Qur’an, mereka memahaminya secara letterlek tanpa pengkajian ulang. dapat dipahami kenapa teroris kebanyakan memakai baju di atas mata kaki, berjubah dll, hal ini disebabkan dalam al-qur’an sendiri dijelaskan seperti itu. teorinya, jangankan cuma maslah baju, maslah nyawa aja mereka tak mau mengkaji ulang ayat Al-Qur’an.

    @ Terimakasih wa Jazaakumullaahu khairan atas komen nya..

    1. Agama Islam yang mulia dan sempurna ini juga sudah mengatur bagaimana cara berpakaian yang benar (sesuai syari’at) sekaligus modelnya agar bisa menutup aurat dan tidak menimbulkan fitnah.

    2. Harus dibedakan antara bersikap Letterlek (=membeo) dengan sikap tunduk dan patuh terhadap perintah agama. Karena sikap taqlid sangat dicela oleh agama sedangkan Kewajiban kita hanyalah berislam (berserah diri) terhadap syariat ini dan untuk berusaha mengamalkannya. Tentunya harus dengan bimbingan para ‘ulama ahlul hadits yang mereka memiliki kemampuan untuk menafsirkan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan Sunnah tersebut.

    “Tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rosul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rosul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS.Al Ahzab (33) :36)

    3. Islam serta dalil-dalilnya tidak bisa difahami hanya berdasar pada perasaan semata atau suara mayoritas.. apa yang menurut perasaan dan keumuman masyarakat baik belum tentu baik menurut agama ini.

    وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَمَنْ فِي اْلأَرْضِ يُضِلُّوْكَ عَنْ سَبِيْلِ الله إِنْ يَتَّبِعُوْنَ إِلاَّ الظَّنَّ وَإِنْ هُم إِلاَّ يَخْرُصُوْنَ
    “Dan jika kamu menuruti mayoritas orang-orang yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Al-An’aam: 116)

    Berusaha mengamalkan tuntunan agama (cadar, jenggot, tidak isbal, dll) bukanlah sikap ekstrim apalagi teroris melainkan ketundukan terhadap perintah Allah Subhaanahu wa ta’ala dan Rosul-Nya. Adapun melakukan BOm Bunuh Diri adalah tindakan Teroris terkutuk yang dicela oleh agama..dan diancam dengan neraka.

    Irnaa

    September 5, 2009 at 18:29

  6. memang siy gak semua yg berpakaian gitu terorist,,tapi mereka pantas d’curigai sebagai terorist!!!!!

    @ Memelihara jenggot, memakai cadar, memendekkan pakaian adalah perkara2 yang disyariatkan oleh Islam..

    Yang jadi masalah adalah tatkala hal2 ini dijadikan suatu dasar/alasan bahwa hal2 tersebut merupakan ciri2 seorang yang berpemahaman teroris..
    Dan orang2 yang berpenampilan dengan hal2 tersebut langsung dicap sebagai teroris..

    Perkara apakah para teroris mengamalkan hal tersebut atau tidak, itu terserah kepada teroris2 tersebut..

    Kalo Noordin itu juga sholat..Lantas apa setiap orang muslim yang sholat itu juga lantas di cap sebagai teroris?
    Kalo noordin itu juga toh pakai baju..lantas apa setiap orang yang pakai baju juga dianggap teroris?
    Kalo noordin itu punya rambut kepala..Lantas apa setiap orang yang punya rambut itu dianggap teroris?
    Kalo noordin itu punya tangan-kaki..Apa lantas setiap orang yang punya tangan-kaki dianggap sebagai teroris?
    Kalo noordin itu suka pakai internet..Apa lantas anda juga karena suka pakai internet langsung dianggap sbg teroris?

    dimaz

    September 5, 2009 at 16:40

  7. Bismillah,
    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

    ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ

    “Yang demikian karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al-Qur’an), lalu Allah menghapuskan amalan-amalan mereka.” (QS. Muhammad: 9)

    Maka berhati-hatilah wahai kaum Muslimin. Dan kepada Ikhwan dan Akhwat yang telah diberikan hidayah oleh Allah untuk dapat menjalankan kewajiban-kewajiban di atas, hendaklah bersabar dan tetap tsabat (kokoh) di atas sunnah karena memang demikianlah konsekuensi keimanan, mesti ada ujian yang menyertainya. Dan wajib bagi kalian untuk senantiasa menuntut ilmu agama dan menjelaskan kepada umat dengan hikmah dan lemah lembut, serta hujjah (argumen) yang kuat agar terbuka hati mereka, insya Allah, untuk menerima kebenaran ilmu yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman Salaful Ummah, bukan pemahaman Teroris. Wallahul Musta’an.

    Fahmi

    September 5, 2009 at 13:59

  8. mana buktinya…..????
    kenyata’an sekarang enyamaran teroris.. memakai pakaiyan seperti itu……

    @ mau bukti mbak..?
    NAZI dan Israel adalah teroris dunia, bagaimana penampilan mereka?

    coba deh cari lg di mbah gugle, pada saat pertama kali ditangkap (bukan saat di penjara lho..) bagaimana penampilan si amrozi, imam samudera dan temen2nya..? begitu juga pengebom marriot yang tampak dilayar CCTV juga berpakaian rapi, bertopi dan celananya isbal (di bawah mata kaki) seperti keumuman masyarakat..
    Bagi teroris ajaran agama yang mulia ini hanya dijadikan barang “permainan” , tameng, simbol dan hiasan belaka..
    Kita tidak boleh dan tidak bisa memvonis seseorang hanya dari penampilan luar saja.. tapi harus dipastikan dulu pemahaman, pemikiran dan perilakunya..

    angelic

    September 5, 2009 at 12:49

  9. abis gimana? yang ketangkep ato keliatan . . ya “begitu”

    @ kata siapa dik..?

    coba deh cari lg di mbah gugle, pada saat pertama kali ditangkap (bukan saat di penjara lho..) bagaimana penampilan si amrozi, imam samudera dan temen2nya..? begitu juga pengebom marriot yang tampak dilayar CCTV juga berpakaian rapi, bertopi dan celananya isbal (di bawah mata kaki) seperti keumuman masyarakat..
    Lalu bagaimana dengan penampilan para teroris dunia, seperti NAZI dan Yahudi Israel?
    Bagi teroris ajaran agama yang mulia ini hanya dijadikan barang “permainan” , tameng, simbol dan hiasan belaka..
    Kita tidak boleh dan tidak bisa memvonis seseorang hanya dari penampilan luar saja.. tapi harus dipastikan dulu pemahaman, pemikiran dan perilakunya..

    mad

    September 5, 2009 at 12:27

    • ngomong apaan sich luh….????

      @ adik, belajar baca dulu yach..he..he..

      hendry

      September 5, 2009 at 17:19

  10. Bismillah

    Mau tanya akhi,
    1. Dulu, waktu ana ngaji di HT, ana pernah tanya salah satu pengajar tentang “HUKUM wanita memakai Cadar.” Dia menjawab dengan menggunakan ayat diatas, yaitu :
    Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

    يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً

    “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin: hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)

    Dia mengatakan bahwa perintah diatas agar para wanita mudah dikenal. Kemudian dia mengatakan, bagaimana seorang wanita akan mudah dikenal jika ia memakai “CADAR?!”
    Demikian pernyataan orang HT ini. Mungkin perlu antum jelaskan juga akhi, apakah benar kata orang HT ini, agar kaum muslimin tidak termakan dengan syubhat ini.

    2. Masalah isbal. Apa maksud bagian kain sarung yang dibawah mata kaki tempatnya di neraka? Apakah hanya bagian kakinya saja yang ke neraka, sementara bagian anggota badan yang lainnya tidak ?
    Demikian. Jazakallahu khoiron

    ian.

    @Afwan baru balas, berikut ini jawaban dari Al-Ustadz Abu Muawiah Hafidzahullah.

    Sebelumnya afwan karena di sini ana hanya menjawabnya secara global, insya Allah dua masalah ini akan kami datang pembahasannya.

    1. Maksud dari ayat itu adalah agar mereka lebih mudah dikenali sebagai wanita merdeka dan punya kehormatan sehingga mereka tidak diganggu, bukan seorang budak yang mungkin akan dipandang sebelah mata oleh orang lain sehingga mereka akan diganggu. Hal itu karena hukum asal budak tidak wajib menutup wajahnya, dan itu sebagai pembeda antara mereka dengan wanita-wanita merdeka. Demikian kesimpulan dari penafsiran ayat ini dan ada beberapa pendapat lain yang mungkin antum bisa baca di kitab-kitab yang telah diterjemahkan dalam masalah ini.

    2. Adapun larangan isbal maka dia berlaku umum bagi setiap laki-laki yang telah balig. Penyebutan mata kaki adalah wakil dari semua anggota tubuh, tapi dia yang disebutkan karena dia pelakunya. Sama seperti hadits ketika sebagian sahabat tidak mencuci tumitnya dalam wudhu:
    وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ
    “Celakalah bagi tumit-tumit dari api neraka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah dan Ibnu Amr dan HR. Muslim dari Aisyah)

    Apakah ini menunjukkan bahwa yang disiksa hanya tumitnya? Tentunya tidak, karena dengan hadits ini sebagian ulama berdalil akan adanya siksa kubur dan bahwa yang disiksa adalah rohnya serta jasadnya mengikuti.

    Adapun kata ‘karena sombong’ dalam hadits Abu Bakar, maka butuh dibahas tersendiri karena ada pembahasan dari sisi bahasa arab serta komentar ulama dalam masalah ini. Dan cukuplah kita katakan bahwa perbuatan isbal itu sendiri merupakan kesombongan sehingga tidak tepat kalau dikatakan seseorang itu isbal tapi tidak sombong, wallahu a’lam.

    ian

    September 3, 2009 at 13:49


Bagaimana menurut Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s