طبيب الطب النبوي Dokter Pengobatan Nabawi

Islam, Hukum, Sholat, Tatacara

Hukum Makanan dari Wajan Bekas Masak Babi

with 6 comments


Bismillah

Afwan Ustadz ana memiliki beberapa pertanyaan yg berkatitan dengan makanan :

1. Bagaimana hukum memakan makanan yang disajikan di Restoran/hotel yg menggunakan manajemen barat yang kokinya sebagian berasal dari barat dan menggunakan gaya memasak ala barat yang sebagian dimasak menggunakan anggur/alkohol?

2. Bagaimana hukum memakan daging2 impor atau kornet dari negara kafir?

3. Bagaimana hukum makanan halal yang disajikan bersamaan dengan makanan haram (misalnya makanan masakan babi) karena dikawatirkan dimasak dengan alat yang sama?

4. Apakah diperbolehkan/ dianjurkan kita bertanya/meneliti sebuah makanan produk olahan barat jika kita ragu2 tentang hukum makanan tersebut? (misal bertanya kepada juru masaknya ttg bahan atau cara memasaknya)?

5. Bagaimana hukum memakan makanan dari perayaan bid’ah atau ma’siyat. seperti makanan pembagian perayaan natal, ulang tahun, perayaaan kematian
dll, &  apakah kita dianjurkan/diwajibk an untuk menolaknya?

6. Bolehkah kita menerima pesanan/order pembuatan makanan yang akan digunakan untuk perayaan acara2 kaum kafir (sperti pernikahan orang kafir, natal, dll)?

Jazakalloh khoiron

Jawaban Al-Ustadz Dzulqornain

Bismillah,

Ada beberapa hal yang perlu dijelaskan berkaitan dengan pertanyaan-pertanya an anda,

Pertama, Sepanjang tidak dalil yang menunjukkan haramnya suatu makanan maka asalnya adalah halal dan boleh untuk dimakan.

Dua, Anggur yang memuat alkohol adalah suatu hal yang memabukkan. Dan setiap yang memabukkan adalah haram sedikit maupun banyak.

Tiga, Daging sembelihan, kalau berasal dari negeri kaum muslimin maka asalnya adalah halal. Tidak ada yang mengeluarkan dari hukum asal ini kecuali dengan dalil yang jelas. Karena itu suatu hal yang berlebihan kalau seorang mempertanyakan daging yang berasal dari sembelihan kaum muslimin. Adapun kalau berasal dari negeri kafir, maka tidak boleh memakannya kecuali dari negeri Ahlul Kitab yang mereka menyembelih dengan cara kitab mereka, bukan dengan diseterom atau dihancurkan kepalanya dan sejenisnya.

Empat, Tidak boleh makan dari bejana orang-orang kafir yang diketahui menggunakan bejana tersebut untuk memasak babi dan meminum khamar dan selainnya dari hal yang dimaklumi keharamannya.

Lima, Tidak boleh memakan makanan dari acara bid’ah. Dalam hal tersebut ada fatwa-fatwa ulama bisa dilihat dalam Risalah Ilmiyah An-Nashihah.

Enam, Tidak boleh membantu orang yang akan melaksanakan kemaksiatan, karena hal yang tersebut termasuk tolong menolong dalam dosa dan permusuhan yang dilarang dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Wallahu A’lam

About these ads

Written by Abu Hana El-Firdan

October 13, 2009 at 05:06

6 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. ALLOHU AKBAR…! TERIMAKASIH USTDZ, ANTUM TELAH MENEBAR BANYAK SEKALI ILMU DI SITUS INI. JAZAAKUMULLOHU HOIRON KATSIRO

    heti herlina

    April 6, 2013 at 17:41

  2. bagaimana hukumnya memakan makanan yg dimasak oleh orang non muslim yg kita tahu dulu pernah memasak daging babi (tidak berbarengan masaknya dg yg diberikan utk kita sekarang, jadi kemungkinan besar sudah dicuci oleh mereka)? apakah harus mencuci sebanyak 7x dan salah satunya dicampur dg debu sprti cara mencuci najis mugholladhoh? Syukron.

    tari

    February 9, 2012 at 06:38

  3. Assalaamu’alaykum, ustadz. Mengenai point nomor 4, bagaimana kalau bejana tersebut bekas memasak daging ayam/sapi yang dipotong tidak dengan menyebut nama Allah? Apakah memakan makanan yang dimasak dari bejana tersebut dibolehkan atau tidak?
    Jazakallah Khairan

    @Wa’alaikumussalaam Warohmatullaahi Wabarokaatuh.
    daging ayam/sapi yang dipotong tidak dengan menyebut nama Allah tidaklah najis sehingga tidak ada dalil yang melarang untuk menggunakan bekas bejana tersebut. Wallaahu ‘alam..

    Youngky

    January 15, 2011 at 21:38

    • Bismillah. Jika tidak menyebut nama Allah ta’ala maka hewannya disebut bangkai, dan bangkai itu najis Akhi, kecuali beberapa bagian tubuhnya yg diperkecualikan oleh dalil seperti kuku, rambut, kulit yg telah disamak, dll, baarokallahu fiyk.

      nasihatonline

      March 29, 2012 at 22:27


Bagaimana menurut Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s