طبيب الطب النبوي Dokter Pengobatan Nabawi

Islam, Hukum, Sholat, Tatacara

Hukum Bekerja di Perusahaan Asing Non-muslim: Apakah termasuk bentuk loyalitas kepada mereka ?

with 2 comments


Hukum Bekerja di Perusahaan Asing  Non-muslim: Apakah termasuk bentuk loyalitas kepada mereka ?

Bismillah.

Ustadz, ana mau menanyakan apa hukumnya bekerja di perusahaan asing atau bekerja pada perusahaan yang mana atasan kita adalah non-muslim.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاء بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin( mu). Sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al-Ma’idah : 51)

Atas perhatiannya ana ucapkan Jazakumullah khoiron.

Abu Rafi aburafxxxxx@yahoo.co.id

Jawaban Al-Ustadz Dzulqornain Abu Muhammad

Bismillah,

Kata pemimpin dalam Ayat yang antum sebutkan adalah salah penerjemahan. Sebab dalam ayat disebut dengan kata ‘auliaa`’, dan dia adalah bentuk jamak dari kata ‘wali’ yang bermakna orang yang kita berwala` (berloyalitas) kepadanya. Sedang Wala’ itu bermakna memberi loyalitas, kecintaan dan semisalnya.

Maka dalam ayat ditegaskan pelarangan memberi wala’ kepada orang-orang kafir. Dan memberi wala` kepada orang kafir terbagi dua,

Satu, Memberi wala` kepada orang kafir karena kecintaan kepada mereka atau cinta kepada kekufuran, atau ridho kekufuran di atas keislaman. Ini hukumnya adalah kafir mengeluarkan dari agama Islam. Ini makna dalam ayat yang antum sebutkan.

Dua, Memberi wala` karena dunia dan bukan karena agama atau keyakinan. Ini tidak mengeluarkan dari agama tapi tergolong dosa besar. Sebagaimana dalam Surah Al-Mumtahanah: 1 dan kisah Ibnu Abi Balta’ah dalam riwayat Muslim.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاء تُلْقُونَ إِلَيْهِم بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءكُم مِّنَ الْحَقِّ يُخْرِجُونَ الرَّسُولَ وَإِيَّاكُمْ أَن تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ رَبِّكُمْ إِن كُنتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَاداً فِي سَبِيلِي وَابْتِغَاء مَرْضَاتِي تُسِرُّونَ إِلَيْهِم بِالْمَوَدَّةِ وَأَنَا أَعْلَمُ بِمَا أَخْفَيْتُمْ وَمَا أَعْلَنتُمْ وَمَن يَفْعَلْهُ مِنكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاء السَّبِيلِ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus. (Al-Mumtahanah : 1)
Adapun bekerja kepada orang kafir dan bermuamalat dengan mereka tidak mengapa selama hanya berkaitan dengan dunia dan tidak bentuk berloyalitas kepada mereka. Dan pembolehan ini ditunjukkan oleh banyak dalil.  Dan Nabi sendiri bermuamalah dengan orang-orang Yahudi sebagaimana yang dimaklum penjelasannya dalam beberapa hadits.

Wallahu A’lam

Makassar, 3 Jumadi Tsaniyah 1430, 27 May 2009

SUMBER : milinglist nashihah@yahoogroups.com versi offline dikumpulkan kembali oleh dr.Abu Hana untuk http://kaahil.wordpress.com

* * *

Kerja di Toko Jual Beli Elektronik

Tanya:
bismillah
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
saya seorang yang pemula dalam dakwah ini saya ingin bertanya masalah hukum bekerja pada toko electronic yang menjual segala macam electronic yaitu tv,kulkas,mesin cuci dan lain lain tolong penjelasanya ustadz.
“muhidin” <muhidin_xxxx@yahoo.com>

Jawaban Al-Ustadz Abu Muawiah


Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Insya Allah tidak ada masalah karena semua barang yang diperdagangkan adalah barang-barang yang asalnya boleh diperjualbelikan. Hanya saja yang lebih penting dibahas di sini adalah hukum seorang muslim bekerja pada orang kafir, mengingat kebanyakan pemilik toko elektronik adalah orang kafir dan para pesuruhnya adalah orang muslim. Dalam keadaan seperti ini tidak sepantasnya seorang muslim merendahkan dirinya kepada orang kafir, apalagi sampai bersandar kepadanya dalam hal rezeki. Hal itu karena seorang muslim jauh lebih mulia dibandingkan orang kafir, dan Allah tidak membolehkan seorang muslim dikuasai oleh orang kafir.

Karenanya walaupun hukum asalnya diperbolehkan seseorang bekerja kepada orang kafir, akan tetapi untuk menjaga hatinya jangan sampai condong kepada mereka, maka kami nasehatkan untuk tidak menjadi bawahan/pesuruh secara langsung dari orang kafir. Wallahu a’lam.

Tanya : Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

“maka kami nasehatkan untuk tidak menjadi bawahan/pesuruh secara langsung dari orang kafir.” pada kalimat tersebut, kata “secara langsung” ditebalkan, Apakah bisa dijelaskan maksud dari “secara langsung”?

Jazaakumullahu katsiron.

Jawab :

Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Maksudnya, jika seseorang bekerja pada perusahaan besar yang punya adalah orang kafir, akan tetapi yang menjadi direktur atau yang membawahinya secara langsung adalah orang muslim. Yang seperti ini insya Allah tidak mengapa, karena kerendahan dan ketundukan dia kepada orang kafir tidaklah nampak.
Tapi tentunya syarat yang kami sebutkan di atas tetap berlaku walaupun pimpinannya muslim, yaitu tidak boleh bersandar penuh kepadanya dalam hal penghasilan.

Tanya : Aswrwb, kami telah beli rumah, di sekeliling rmh tsbt di benteng tembok beton yang tinggi2… dgn bangga nya si penjual menunjukan beton2 itu…pada saat transaksi itu terjadi, si penjual mengatakan bahwa jual beli ini meliputi rmh & skelilingnya, sampai batas beton2.beberapa bln kmudian, baru ada kbr dari orng lain bahwa salah satu beton itu… pondasinya bukan milik si penjual mlainkan milik tetangga yg lain….kami tidak rela dngan jual beli itu, krn mrasa si penjual tidak jujur! kami menuntut hak atas pondasi itu pada si penjual, tapi si penjual malah berkelit, dia tidak mengatakan hal yang sbenarnya pada saat jual beli itu krn dia merasa selama dia tempati rmh itu tidak ada masalah dngn si pemilik pondasi beton, yang ingin kami tanyakan, bgm hukum jual beli seperti ini dlm kacamata islam? salahkah kami kalo kami menuntut hak atas pondasi itu pada si penjual…?mohon di kaji, syukrun, jazakumulloh khoiron katsiro….

Jawab :

Antum tentu saja tidak bisa menuntut hak atas pondasi itu karena yang bermasalah di sini adalah penjualnya yang telah menjual sesuatu yang bukan miliknya.
Maka di sini antum punya beberapa pilihan:
1. Meminta kembali sebagian uang antum yang senilai dengan pondasi yang bukan menjadi milik pemilik rumah itu, dan kepemilikan pondasi tetap pada tetangga yang punya. Dengan kata lain antum hanya membayar untuk rumah dan dinding sekitarnya kecuali dinding yang bukan pemilik pemilik rumah.
2. Antum bisa membatalkan jual beli rumah itu kalau antum tidak ridha dengan ketidakjujurannya.
3. Atau antum ridha dengan jual beli rumah tanpa dinding tersebut, yakni antum dizhalimi dalam jual beli tersebut.
Pilihannya kembali ke antum, wallahu a’lam.

Tanya : Assalamualaykum..
Kebetulan ana juga memiliki permasalahan yang sejenis.. Ana sedang bermuamallah membeli rumah, ana sudah bayar separuh harga dan separuhnya lagi diselesaikan saat proses balik nama sertifikat.. Namun sifat rumah yang ana beli ternyata berbeda dengan sifat yang diterangkan saat pembayaran pertama, luas tanah berbeda dan fasilitas yang ada juga berbeda.. Rumah tersebut suadah ana tempati selama 4 bulan.. Setelah ana tanyakan kepada notaris, ternyata proses balik nama memakan waktu yang cukup panjang karena tanah tersebut terdapat sedikit masalah.. Apa yang harus ana lakukan ustadz? karena setelah ana tabayyun dengan rumah sekitar dengan penjual yang sama, terdapat informasi bahwa penjual ini tidak jujur dan susah mengembalikan uang yang sudah masuk apabila ada pembeli yang batal..
Jazakummullah khoiron…

Jawab :

Waalaikumussalam warahmatullah.
Menurut ana antum juga tinggal memilih salah satu dari 3 pilihan pada kasus saudari Arni di atas. Wallahu a’lam

SUMBER :  http://al-atsariyyah.com/?p=1677

* * *

About these ads

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. ustaz,.ana nak tanya adakah salah seorang kafir bekerja di restoren islam,.?? bukan sebagai tukang masak,.tetapi,.sebagai pelayan,.adakah salah disisi islam

    imal911

    June 26, 2012 at 20:33

  2. Tanya : Assalamualaykum..
    Saya dibayar perbulan oleh orang non Islam atas jasa pekerjaan saya setiap sebulan. uang tersebut untuk keperluan hidup sehari-hari.
    Bagaimana hukum nya and sebaik nya apakah saya dapat ridho dari Allah. Mohon penjelasannya mengingat ilmu Islam saya masih sedikit & apa yang harus saya lakukan selanjutnya untuk kebaikan hidup saya.

    Wassalamualaykum Wr. Wb.

    ukikdjumiyanto

    June 25, 2012 at 14:59


Bagaimana menurut Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s