طبيب الطب النبوي Dokter Pengobatan Nabawi

Islam, Hukum, Sholat, Tatacara

KUPAS TUNTAS ZAKAT : Nishab Zakat & Harta yang Wajib Dizakati (Zakat Pertanian, Hewan ternak, Emas dan perak, Uang, Barang dagangan, dll) Disertai TABEL PERHITUNGAN ZAKAT HARTA/MAAL

with 10 comments


بسم الله الرحمن الرحيم

Pembahasan Penting Seputar Zakat

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah


الحمد لله وحده، والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، وعلى آله وصحبه، أما بعد

Sesungguhnya yang mendorong penulisan risalah ini adalah dalam rangka nasihat dan peringatan tentang kewajiban zakat yang telah disepelekan oleh banyak kaum muslimin, sehingga mereka tidak mengeluarkan zakat sebagaimana tuntunan syari’ah, padahal perkara zakat sangat urgen dan merupakan salah satu dari rukun Islam yang lima, tidak mungkin tegak bangunan Islam ini kecuali di atasnya, berdasarkan sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam:

بُني الإسلام على خمس: شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمداً رسول الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة وصوم رمضان وحج البيت لمن استطاع إليه سبيلا

“Islam dibangun di atas lima rukun, dua kalimat syahadat Laa ilaaha illallah dan Muhammad Rasulullah, menegakkan sholat, mengeluarkan zakat, puasa di bulan Ramadhan dan haji ke baitullah bagi yang mampu.” (Muttafaqun ’alaihi)

Manfaat Zakat[1]

Kewajiban zakat atas kaum muslimin termasuk bentuk keindahan Islam yang paling nampak serta perhatiannya kepada urusan-urusan pemeluknya. Hal itu karena banyaknya manfaat zakat serta besarnya kebutuhan kaum muslimin yang fakir terhadap zakat. Diantara manfaatnya adalah mengokohkan pilar-pilar kecintaan antara si kaya dan si miskin, karena sesungguhnya karakter jiwa manusia selalu mencintai orang yang berbuat baik kepadanya.

Manfaat zakat lainnya adalah membersihkan dan mensucikan hati, sehingga jauh dari sifat kikir dan bakhil, sebagaimana diisyaratkan oleh Al-Qur’anul Karim dalam firman Allah Ta’ala:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka yang dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” (At-Taubah: 103)

Termasuk manfaat zakat adalah melatih seorang muslim dengan sifat dermawan, murah hati dan kasih sayang kepada mereka yang membutuhkan.

Juga termasuk manfaat zakat adalah mendulang berkah, tambahan rizki dan penggantian dari Allah, sebagaimana firman-Nya:

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah sebaik-baik Pemberi rizki.” (Saba’:39)

Dan sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dalam hadits qudsi yang shahih, Allah Ta’ala berfirman:

“Wahai anak Adam bersedekahlah, niscaya Kami akan bersedekah kepadamu”

Serta manfaat-manfaat lain yang sangat banyak dari amalan mengeluarkan zakat.

Bahaya Meninggalkan Zakat

Dan sungguh telah datang ancaman yang keras terhadap orang yang bakhil dalam mengeluarkan zakat atau meremehkannya, Allah Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ  يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَ

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka jahanam lalu dibakar dengannya dahi, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang akibat dari apa yang kamu simpan itu”.” (At-Taubah: 34-35)

Setiap harta yang tidak ditunaikan zakatnya itu termasuk kanzun (simpanan harta) yang menyebabkan adzab atas pemilik harta tersebut pada hari kiamat., sebagaimana ditunjukkan oleh sebuah hadits yang shahih dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam:

“Tidaklah seseorang yang memiliki emas atau perak kemudian tidak ditunaikan haknya, apabila datang hari kiamat dibentangkan baginya batu-batu yang lebar dari neraka kemudian dia akan dipanggang di atas batu-batu itu di dalam neraka jahannam, kemudian disetrika perut, dahi dan punggungnya. Setiap kali sudah dingin maka akan dikembalikan seperti semula yang satu hari adalah sama dengan 50.000 tahun sampai diputuskan perkaranya di antara manusia lalu dia akan melihat jalannya, apakah ke surga atau neraka.” [HR. Muslim Kitab Zakat (7: 67 no. 2287) dari hadits Abu Hurairah radiyallahu’anhu]

Kemudian Nabi shallallahu’alaihi wa sallam menyebutkan tentang seorang pemilik unta, sapi dan kambing yang tidak mengeluarkan zakatnya, dia akan diadzab dengan harta miliknya pada hari kiamat.

Juga telah shahih sebuah hadits dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda:

“Barangsiapa yang Allah telah berikan harta kepadanya kemudian dia tidak menunaikan zakatnya maka pada hari kiamat nanti hartanya akan berwujud ular yang botak yang mempunyai dua titik hitam diatas kepalanya yang mengalunginya kemudian mengambil dengan kedua sisi mulutnya sambil berkata: “Aku adalah simpananmu, aku adalah hartamu”. Kemudian beliau membaca ayat: “Janganlah sekali-kali orang-orang yang bakhil dengan harta yang telah Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya itu menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka, sebenarnya bahwa kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka, harta-harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan di lehernya kelak di hari kiamat.” [HR. Bukhori Kitab Zakat (3: 268 no.1403) dari hadits Abu Hurairah radiyallahu’anhu; Muslim Kitab Zakat (7: 74 no. 2294)]

Harta yang Diwajibkan Zakat[2]

Zakat diwajibkan atas empat macam harta:

  1. Harta yang keluar dari bumi, dari jenis biji-bijian dan buah-buahan
  2. Hewan ternak yang digembalakan (yaitu unta, sapi, kambing dan yang sejenisnya)
  3. Emas dan perak[3]
  4. Barang dagangan

TABEL PRAKTIS PERHITUNGAN ZAKAT HARTA

بسم الله الرحمن الرحيم

TABEL PERHITUNGAN ZAKAT
ZAKAT HARTA
MACAM ZAKAT NISHAB ZAKAT YANG WAKTU
DIKELUARKAN
EMAS 85 gram 2,5% 1 Tahun
PERAK 595 gram 2,5% 1 Tahun
UANG Senilai 595 gram perak 2,5% 1 Tahun
BARANG DAGANGAN Senilai 595 gram perak 2,5% 1 Tahun
HARTA TEMUAN Tidak ada nishob 20% Ketika ditemukan
HASIL TAMBANG Senilai nishob emas & perak 2,5% 1 Tahun
(Emas dan Perak)
KAMBING 40 s/d 120 ekor 1 ekor kambing betina 1 Tahun
121 s/d 200 ekor 2 ekor kambing betina
201 s/d 300 ekor 3 ekor kambing betina
300 ekor lebih Setiap 100 ekor, zakatnya
1 ekor kambing betina
SAPI DAN KERBAU 30 ekor 1 ekor sapi jantan/betina umur 1 th 1 Tahun
40 ekor 1 ekor sapi jantan/betina umur 2 th
60 s/d 69 ekor 2 ekor sapi umur 1 th
70 s/d 79 ekor 1 ekor sapi betina umur 2 th &
1 ekor sapi umur 1 th jantan/betina
80 ekor lebih Setiap 30 ekor, zakatnya 1 ekor sapi
jantan/betina umur 1 th
Dan setiap 40 ekor, zakatnya 1 ekor
sapi betina umur 2 th
ONTA 5 s/d 9 ekor 1 ekor kambing 1 Tahun
10 s/d 14 ekor 2 ekor kambing
15 s/d 19 ekor 3 ekor kambing
20 s/d 24 ekor 4 ekor kambing
25 s/d 35 ekor 1 ekor unta betina umur 1 th
36 s/d 45 ekor 1 ekor unta betina umur 2 th
46 s/d 60 ekor 1 ekor unta betina umur 3 th
61 s/d 75 ekor 1 ekor unta betina umur 4 th
76 s/d 90 ekor 2 ekor unta betina umur 2 th
91 s/d 120 ekor 2 ekor unta betina umur 3 th
120 ekor lebih Setiap 40 ekor, zakatnya 1 ekor
unta betina umur 2 th
Dan setiap 50 ekor, zakatnya 1 ekor
unta betina umur 3 th
HASIL PERTANIAN 652,8 Kg 10 % tadah hujan Ketika Panen
5 % irigasi dengan biaya/beban
PENERIMA 8 Golongan: Fakir, Miskin, Amil Zakat, Muallaf, Budak, Orang yang berhutang, Fi Sabilillah, Musafir
ZAKAT FITRI
Memiliki kelebihan
bahan makanan 3 kg per jiwa (bahan makanan Akhir bulan
ZAKAT FITRI pokok untuk diri pokok yang biasa dikonsumsi) Ramadhan
sendiri dan orang sampai sebelum
yang ditanggung (anak, shalat ‘idul fitri
istri, orang tua, pembantu, dll)
PENERIMA Fakir, Miskin
Maraji':
1. Ad-Durorul Bahiyyah, Al-Imam Asy-Syaukani
2. Al-Adillatur Rhodiyyah, Muhammad Subhi Hassan Hallaq
4. Taudhihul Ahkam, Asy-Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Bassam
3. At-Ta’liq ‘Ala Kitabiz Zakati wash Shiyam min ‘Umdatil Ahkam, Abu Abdillah Zayid bin Hasan bin Sholih al-Umari al-Wushobi

Sumber URL  :  http://nasihatonline.wordpress.com/2010/08/27/tabel-perhitungan-zakat/

Nishob Zakat

Bagi setiap harta tersebut ada nishob[4] yang telah ditentukan, sehingga tidak wajib zakat apabila harta tersebut belum mencapai nishobnya, maka (inilah nishobnya):

  1. Biji-bijian dan buah-buahan nishobnya 5 wasaq, sedangkan 1 wasaq sama dengan 60 sho’[5], yaitu dengan ukuran sho’nya Nabi shallallahu’alaihi wa sallam. Adapun jenisnya berupa kurma, kismis (anggur kering), gandum, beras, biji gandum dan yang semisalnya.

Jika menggunakan ukuran nishob dengan sho’ Nabi shallallahu’alaihi wa sallam maka nishobnya adalah 300 sho’, sedangkan 1 sho’ sama dengan 4 cidukan dua tangan (jadi, nishobnya adalah 1200 cidukan dua tangan) orang dewasa yang ukurannya sedang dan kedua tangannya penuh terisi.

Maka yang diwajibkan jika telah mencapai ukuran tersebut adalah 1/10 jika pohon kurma dan pertanian itu disirami dengan tanpa biaya, seperti dengan air hujan, aliran sungai, mata air dan yang semisalnya.

Adapun jika pengairannya dengan biaya dan beban seperti dengan menggunakan hewan atau kendaraan penampung air dan membuat tempat-tempat yang tinggi untuk menampung atau yang semisalnya[6], maka yang diwajibkan adalah 1/20 sebagaimana telah shahih hadits tentang ketentuan tersebut dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.

  1. Adapun nishob hewan ternak seperti unta, sapi[7] dan kambing, maka dalam permasalahan ini terdapat perincian yang jelas di dalam hadits-hadits yang shahih dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, bagi yang ingin mengilmuinya hendaklah bertanya kepada para ulama tentang permasalahan zakat hewan ternak tersebut[8]. Kalaulah bukan karena tujuannya hanya sekedar risalah ringkas tentu kami akan merincinya agar semakin melengkapi manfaat risalah ini.
  2. Perak nishobnya adalah 140 mitsqol, setara dengan 56 riyal Saudi. Sedangkan emas nishobnya 20 mitsqol, setara dengan 11,3/7 Junaih Saudi. Adapun dalam ukuran gramnya (untuk nishob emas) adalah 92 gram[9], maka apabila perak dan emas telah mencapai nishob tersebut wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 1/40 (atau 2,5 %), baik nishobnya pada keduanya (emas dan perak), maupun salah satunya saja dan telah lewat satu tahun (haul) dalam kepemilikannya. Adapun kelebihan dari jumlah nishob tersebut maka haulnya mengikuti pokok harta (yang sudah mencapai nishob) tersebut[10], tidak diperlukan haul yang baru apabila harta tersebut meningkat karena keuntungan, sebagaimana berlaku pada anak hewan ternak yang telah sampai nishobnya maka haulnya mengikuti induknya, tidak perlu menunggu haul yang baru.

Demikian pula uang kertas yang hari ini digunakan manusia hukumnya sama dengan emas dan perak, baik disebut dirham, dinar, dolar atau selain itu, hukumnya sama saja jika nilainya telah mencapai seperti nishobnya perak atau emas[11] dan telah lewat satu tahun kepemilikannya, maka wajib dikeluarkan zakatnya[12].

Juga termasuk dalam hukum ini adalah perhiasan wanita yang terbuat dari emas atau perak secara khusus apabila telah mencapai nishob dan telah lewat satu tahun dalam kepemilikannya maka wajib dikeluarkan zakatnya jika memang perhiasan tersebut dipersiapkan untuk dikenakan atau dipinjamkan, menurut pendapat yang paling kuat dari dua pendapat ulama dalam masalah ini, berdasarkan keumuman hadits Nabi shallallahu’alaihi wa sallam:

“Tidaklah seseorang yang memiliki emas atau perak kemudian tidak ditunaikan haknya, apabila datang hari kiamat dibentangkan baginya batu-batu yang lebar dari neraka.” [HR. Muslim Kitab Zakat (7: 67 no. 2287) dari hadits Abu Hurairah radiyallahu’anhu)

Dan juga berdasarkan satu hadits dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bahwasannya beliau shallallahu’alaihi wa sallam melihat di tangan seorang wanita terdapat dua potong perhiasan melingkar dari emas, maka beliau shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Apakah engkau telah mengeluarkan zakat perhiasan ini?” Wanita tersebut menjawab, “Tidak”, Beliau bersabda, “Apakah engkau mau dipakaikan Allah pada hari kiamat dengan dua gelang dari neraka?” Wanita itu pun langsung melemparnya seraya berkata, “Kedua gelang itu untuk Allah dan Rasul-Nya”.” (Dikeluarkan oleh Abu Daud dan An-Nasai, dengan sanad yang hasan).

Juga terdapat satu hadits dari Ummu Salamah radiyallahu’anha, bahwasannya beliau mengenakan perhiasan yang terbuat dari emas, lalu beliau bertanya kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam:

“Apakah ini termasuk kanzun (simpanan harta yang dilarang), Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Jika telah memenuhi syarat untuk dikeluarkan zakatnya kemudian engkau keluarkan, maka tidak termasuk kanzun”. Juga terdapat hadits-hadits lain yang semakna.

  1. Barang dagangan[13] yang dipersiapkan untuk dijual harus dihitung pada akhir tahun dan dikeluarkan zakatnya sebanyak 1/40 atau 2,5 % dari nilainya, baik nilainya sama dengan harganya atau lebih atau kurang, tetap harus dikeluarkan zakatnya, berdasarkan hadits Samurah radiyallahu’anhu, beliau berkata:

“Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk mengeluarkan zakat barang-barang yang kami persiapkan untuk dijual.” (HR. Abu Daud)

Kewajiban zakat ini juga mencakup barang-barang yang dipersiapkan untuk dijual seperti tanah, bangunan, mobil, alat-alat penampung air maupun barang-barang dagangan lainnya. Adapun bangunan yang disewakan maka kewajiban zakat ada pada uang sewanya (jika mencapai nishob) dan telah lewat setahun dalam kepemilikan. Demikian pula mobil pribadi maupun mobil yang disewakan tidak ada kewajiban zakat atasnya karena tidak dipersiapkan untuk dijual tetapi untuk digunakan. Akan tetapi jika uang hasil disewakannya mobil tersebut atau uang apapun yang telah mencapai nishob dan telah lewat setahun dalam kepemilikan seseorang maka wajib untuk dikeluarkan zakatnya, baik uang tersebut dipersiapkan untuk nafkah, atau untuk menikah, atau untuk dibelikan perabot rumah, atau untuk dibayarkan hutang maupun untuk selainnya, berdasarkan keumuman dallil-dalil syar’i yang menunjukkan kewajiban zakat pada permasalahan seperti ini.

Dan yang benar dari pendapat para ulama bahwa harta dari hasil berhutang pun dikenai kewajiban zakat berdasarkan penjelasan sebelumnya.

Demikian pula hartanya anak yatim dan orang gila juga wajib dikeluarkan zakatnya menurut pendapat jumhur ulama, jika telah mencapai nishob dan telah lewat satu tahun dalam kepemilikan. Wajib bagi para walinya untuk mengeluarkan zakat mereka dengan meniatkannya dari mereka, ketika telah sempurna satu tahun, berdasarkan keumuman dalil, seperti sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dalam hadits Mu’adz radhiyallahu’anhu ketika Nabi shallallahu’alaihi wa sallam mengutus Mu’adz radhiyallahu’anhu ke negeri Yaman:

“Sesungguhnya Allah mewajibkan zakat atas kaum muslimin dari harta-harta mereka, diambil dari orang-orang kaya mereka dan diserahkan kepada orang-orang miskin dari kalangan mereka.” (HR. Al-Bukhari dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu’anhuma)

Orang-orang yang Berhak Menerima Zakat

Zakat adalah hak Allah Ta’ala, tidak boleh diberikan kepada orang yang tidak berhak menerimanya. Tidak boleh pula zakat dikeluarkan dalam rangka mendapatkan suatu manfaat atau menolak suatu mudhorat, atau sekedar melindungi hartanya dan menghindari celaan, akan tetapi wajib atas seorang muslim memberikan zakatnya kepada yang berhak menerimanya dengan hati yang lapang dan ikhlas karena Allah Ta’ala, bukan karena tujuan lain, yang dengan itu berarti ia telah memenuhi kewajibannya dan berhak mendapatkan pahala yang besar serta ganti yang lebih baik dari Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala telah menjelaskan dalam kitab-Nya yang mulia tentang golongan-golongan penerima zakat dalam firman-Nya:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, budak (yang mau memerdekakan diri), orang-orang yang berhutang, orang yang sedang di jalan Allah dan musafir, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (At-Taubah: 60)

Ayat yang mulia ini ditutup dengan dua nama Allah Ta’ala yang agung (yaitu Maha mengetahui dan Maha Bijaksana) sebagai peringatan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap hamba-hamba-Nya bahwa Allah Ta’ala Maha Mengetahui keadaan para hamba dan siapa saja yang berhak dan yang tidak berhak menerima zakat. Dan Allah Ta’ala Maha Bijaksana dalam syari’at-Nya dan ketentuan-Nya, maka tidaklah Allah Ta’ala meletakkan sesuatu kecuali pada tempatnya yang layak, meskipun sebagian dari rahasia-rahasia hikmah Allah Ta’ala tersebut tersembunyi dari sebagian manusia, semua itu agar para hamba tenang dengan syari’at-Nya dan tunduk dengan hukum-Nya.

Dan kita mohon kepada Allah Ta’ala untuk memberikan taufik kepada kita dan kepada kaum muslimin agar dapat memahami agama-Nya dan jujur dalam mu’amalah dengan-Nya, serta berlomba-lomba dalam mendapatkan ridho-Nya dan keselamatan dari hal-hal yang menyebabkan murka-Nya, sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Mendengar dan Maha Dekat.

وصلى الله وسلم على عبده ورسوله محمد وآله وصحبه

Pemimpin Umum Lembaga Riset Ilmiah, Fatwa, Dakwah dan Bimbingan

Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz rahimahullah

Terjemahan dari: [الرسالة الأولى في بحوث هامة حول الزكاة]

Dari kitab: Risalataani Maujizataani fiz-Zakaati wash-Shiyaam

Penerbit: Kantor Pusat Lembaga Pembahasan Ilmiah, Fatwa, Dakwah dan Bimbingan Riyadh, KSA 1411 H



[1] Semua sub judul, penomoran dan catatan kaki dari kami untuk memudahkan (pent.)

[2] Zakat terbagi dua, zakat mal (harta) dan zakat fitri (yang dikeluarkan setiap tahun di akhir Ramadhan sampai sebelum shalat ‘iedul fitri). Adapun yang dibicarakan dalam risalah ringkas ini adalah zakat mal, yang wajib dikeluarkan sepanjang tahun jika telah terpenuhi syarat-syarat kewajibannya, sebagaimana akan datang penjelasannya insya Allah Ta’ala.

[3] Uang kertas, perhiasan wanita yang terbuat dari emas atau perak dan barang dagangan juga termasuk pada poin ini, sebagaimana akan datang keterangan dari Asy-Syaikh Bin Baz rahimahullah.

[4] Nishob adalah batasan harta terendah yang wajib dizakati, yaitu apabila harta seseorang telah mencapai jumlah tersebut maka wajib dikeluarkan zakatnya, jika belum sampai maka tidak diwajib zakat.

[5] Nishob zakat pertanian dalam ukuran gram adalah 652,8 kg (Lihat Al-Adillatur Rhodiyyah, hal. 127), maka ketika hasil pertanian seseorang telah mencapai 652,8 kg wajib mengeluarkan zakatnya sebesar 1/10 atau 10 % jika menggunakan air tanpa biaya dan beban. Adapun jika menggunakan air dengan biaya dan beban maka yang dikeluarkan hanya separuhnya saja, yaitu 1/20 atau 5 %.

[6] Adapun dengan menggunakan irigasi buatan maka perlu perincian, jika irigasi tersebut dibuat oleh pemerintah dan dipakai gratis tanpa adanya beban oleh para petani maka zakatnya adalah 10 %, sedangkan jika pemerintah menarik biaya atau irigasi tersebut dibuat sendiri oleh petani maka zakatnya sebesar 5 %.

[7] Termasuk kerbau (disamakan dengan sapi) berdasarkan ijma’, sebagaimana yang dinukil Al-Imam Ibnul Mundzir dalam Al-Ijma’, hal. 90 (At-Ta’liq ‘Ala Kitabiz Zakati was Shiyam, hal. 23)

[8] Lihat perinciannya pada tabel

[9] Sebagian Ulama menghitung nishob minimalnya dalam gram adalah 85 gram untuk emas dan 595 gram untuk perak (lihat Taudihul Ahkam, 3/319 dan Al-Adilatur Rhodiyyah, hal. 123). Maka apabila seseorang memiliki emas minimal sebanyak 85 gram atau perak sebanyak 595 gram wajib atasnya mengeluarkan zakat sebanyak 2,5 % dari harta emas atau perak yang dia miliki apabila telah genap satu tahun dalam kepemilikannya.

[10] Yaitu apabila harta seseorang telah mencapai nishob, kemudian pada pertengahan tahun dia mendapatkan tambahan-tambahan harta, maka jika telah sampai setahun dia wajib mengeluarkan zakat dengan menghitung keseluruhan hartanya. Jadi, tambahan-tambahan harta di pertengahan tahun tersebut dihitung bersama harta yang telah dimiliki dari awal tahun yang telah mencapai nishobnya tanpa membuat penghitungan dengan awal tahun yang baru.

[11] Nishob uang disamakan dengan nishobnya salah satu dari emas dan perak, dipilih mana yang paling rendah nilainya apabila diuangkan

[12] Contohnya apabila harga perak Rp.5.000 per gram dan nishob adalah 595 gram, maka nishob uang adalah Rp.5.000 x 595 = Rp.2.975.000,-. Jadi, jika seseorang memiliki uang sejumlah tersebut atau lebih dan telah dimilikinya selama satu tahun maka wajib atasnya mengeluarkan zakat sebesar 2,5 %.

[13] Nishob barang dagangan juga disamakan dengan nishobnya salah satu dari emas dan perak, dipilih mana yang paling rendah nilainya apabila diuangkan

Sumber URL :  http://nasihatonline.wordpress.com/2010/08/27/pembahasan-penting-seputar-zakat/

ERHITUNGAN ZAKAT
About these ads

10 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. ustadz hafidzkumullah, nisab Zakat Uang apakah tidak lebih condong ke emas, karena nilai emas dengan penjelasan yg pernah ana dengar dr ust. Ahmad Sabiq.. jazakumullahu khairan…

    Aldy Abul Hasan

    April 30, 2013 at 07:53

  2. assalamu’alaikum….
    saya ingat, dulu waktu SMP, ada zakat atas hadiah…. tp saya cari referensinya kok tidak ada…….

    Amy Rahma

    September 20, 2011 at 08:00

  3. assalamu ‘alaikum..
    ana mau tanya ada seorang miskin berhutang 100 ribu kepada saya, apakah boleh saya mengeluarkan zakat fitrah dari hutang itu? Misalnya zakat fitrah Rp 20.000 ( 2,5 x Rp 8.000) apakah boleh sya kurangkan hutangnya Rp 20.000 untuk membayar zakat fitrah saya, jadi sisa hutangnya tinggal Rp. 80.000!
    Terimakasih sebelumnya.
    Wassalam.

    Ridho

    August 24, 2011 at 00:01

  4. Barakallah Fiikum, atas amal&juhud yg. Antum kejakan Insya Allah mnjadi. Tmbangan
    Hasanat Kalian pada Hari Kiamat
    Afwan

    Sayyid Hasyim Alhamid

    August 9, 2011 at 15:22

  5. Bismillah.Assalamu’alaikum wa rohmatulloh wa barokatuh.
    Baarokallohu fiik.
    Ana mau tanya masalah zakat pertanian,
    apakah ubi kayu termasuk hasil pertanian yg wajib dizakati ? jika wajib berapa nishobnya dan berapa persenkah zakat yang harus dikeluarkan ? apakah dipotong biaya membajak lahan,angkut dan lain-lainnya ? Jazakumulloh khoiron atas jawabannya. Assalamu’alaikum wa rohmatulloh wa barokaatuh.

    Budiyanto

    May 15, 2011 at 11:22

  6. Assalamualaikum Wr. Wb.

    saya mau menanyakan mengenai mas kawin, apakah wajib utk di zakatkan emas seberat 7,9 gram? mohon jawabannya. syukron,

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    karina

    February 21, 2011 at 13:21

  7. Assalamu ‘Alaikum Wr. Wb.
    Saya mau tanya, saya seorang pegawai pemerintah, tiap bulan pasti mendapat gaji, dan sudah saya zakati….tiap 6 bulan seluruh pegawai mendapatkan tambahan penghasilan,apakah itu termasuk harta temuan dan wajib untuk dizakatkan sebesar 20%?kemudian ada gaji ke-13, apakah jg harus dizakatkan sebesar 20% jg karena termasuk harta temuan????
    Mohon penjelasan tentang harta temuan dan kewajiban zakatnya??Terimakasih
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    @ Wa’alaikumussalaam warohmatullaahi wabarokaatuh.

    Zakat gaji tersebut tidak bisa diqiyaskan dengan harta temuan namun hal diatas masuknya kedalam zakat uang, dan dikeluarkan zakatnya (dengan nishob sebagaimana perak) yakni 2,5 % dengan syarat :
    1. telah mencapai genap 1 tahun (haul) uang tersebut tetap pada kisaran 3,4 juta atau lebih.
    2. telah mencapai nishab (Rp.3,4 juta atau lebih) setelah dikurangi pengeluaran sehari-hari.

    Jika karena suatu hal uang yang telah terkumpul misalkan 10 juta kemudian terpakai kebutuhan tertentu sehingga sebelum 1 tahun tersisa hanya 2 juta saja maka tidak ada kewajiban pengeluaran zakatnya.

    Adapun pengeluaran zakat bulanan atau 6 bulanan setiap kali mendapatkan gaji, maka yang kami ketahui tidak ada dalilnya.

    Wallaahu ‘alam.

    ibunya razi

    September 4, 2010 at 10:33

  8. Afwan, tambahan informasi, untuk mengetahui harga emas dan perak terkini bisa dilihat di http://logammulia.com/
    Smoga bermanfaat.

    @ jazaakillaahu khairan atas informasinya.

    Harga hari ini Jum’at 2 September 2010 pukul 6.38 setiap 1 gram :
    Emas : Rp.365.000
    Perak : Rp.5.720

    Ummu Aisyah

    September 2, 2010 at 10:24

  9. Berkaitan dengan zakat barang dagangan. Jika kita mulai belanja untuk barang dagangan bulan Desember tahun lalu, namun baru mulai menjual tahun 2010, haulnya dihitung darimana?

    Atas tambahan faedahnya, ana ucapkan jazakumullahu khoir.

    @ untuk jawabannya mohon ditanyakan langsung kepada Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray di

    http://nasihatonline.wordpress.com/

    Baarokallaahu fiikum.

    Ummu Aisyah

    September 2, 2010 at 10:23

  10. Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh

    Afwan mw tanya berkaitan dengan catatan kaki [12]
    Jika setiap bulannya mendapatkan penghasilan melebihi nishob perak, namun uang tersebut tidak pernah tetap (tiap bulannya berkurang dari jumlah nishob), apakah terkena kewajiban zakat?
    Ramadhan tahun lalu ana hitung uang ana melebihi nishob, namun selama 1 tahun uang tersebut bertambah dan berkurang dari nishob, hingga Ramadhan tahun ini saat uang ana mencapai nishob langsung ana keluarkan 2.5%. Benarkah tindakan ana tersebut? Apakah uang yang ana keluarkan dihitung sebagai zakat atau hanya shadaqah? Benarkah uang yang telah mencapai nishob namun tidak tetap dimiliki dalam satu tahun (bertambah dan berkurang) tidak terkena kewajiban zakat?
    Jika terkena kewajiban zakat, apakah tahun2 sebelumnya dimana tidak pernah mengeluarkan uang dengan niat membayar zakat (karna mengira nishobnya uang menggunakan nishob emas) harus dikeluarkan juga zakatnya?

    Mohon penjelasannya.

    @ Wa’alaikumussalaam warohmatullaahi wabarokaatuh.
    Terdapat khilaf mengenai nishob mata uang apakah berpatokan pada emas ataukah perak,
    namun wallaahu ‘alam dari pendapat Syaikh bin Baz Rahimahullah diatas yang dijadikan patokan adalah perak.

    Pada kasus diatas pengeluaran zakat harusnya menunggu dulu sampai 1 tahun, jika tetap diatas nishob maka baru dikeluarkan zakatnya. Wallaahu ‘alam.

    Penghitungan haul 1 tahunnya dimulai ketika mulai mencapai nishob, Harga hari ini Jum’at 2 September 2010 pukul 6.38 setiap 1 gram Perak : Rp.5.720 (nishobnya = 595 gram x Rp.5.720 = Rp.3.403.400),
    jika uang yang kita miliki dibawah Rp.3.403.400 maka belum bisa dihitung, itupun masih menunggu haul 1 tahun, yakni jika karena suatu hal sudah punya uang 5 juta namun ketika bulan ke-10 uangnya terpakai sehingga tersisa 1 juta maka juga belum terkena kewajiban zakat.

    Contoh kasus : Si fulan memiliki simpanan uang sebesar Rp10.000.000,- pada akhir tahun.
    Nishob mata uang sekitar Rp 3,5 juta. Harta tersebut masih bertahan di atas nishob mulai sejak 1 Syawwal 1431 H s/d 1 Syawwal 1432 H. Berarti harta tersebut wajib dikenai zakat.

    Zakat yang dikeluarkan (uang) = 2,5 % x Rp10.000.000,- = Rp. 250.000.

    jika belum jelas mohon ditanyakan langsung kepada Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray di

    http://nasihatonline.wordpress.com/

    Baarokallaahu fiikum.

    Ummu Aisyah

    September 2, 2010 at 10:17


Bagaimana menurut Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s