طبيب الطب النبوي Dokter Pengobatan Nabawi

Islam, Hukum, Sholat, Tatacara

BACAAN “SHALAWAT NARIYAH” & TERJEMAH/ARTINYA: TEKS, FAEDAH, KEUTAMAAN, KEAMPUHAN AMALAN “SHALAWAT NARIYAH MP3″ & HUKUMNYA MENURUT PEMAHAMAN AHLUSUNNAH WAL JAMA’AH

with 127 comments


BACAAN “SHALAWAT NARIYAH” & TERJEMAH/ARTINYA: TEKS, FAEDAH, KEUTAMAAN, KEAMPUHAN AMALAN “SHALAWAT NARIYAH MP3″ & HUKUMNYA MENURUT PEMAHAMAN AHLUSUNNAH WAL JAMA’AH

 

Mereka kaum Sufi meyakini bahwa Shalawat Nariyah memiliki faedah yakni:

“…Jika mendapat kesusahan karena kehilangan barang, hendaknya membaca sholawat ini sebanyak 4444 kali. Insya Allah barang yang hilang akan cepat kembali. Jika barang tersebut dicuri orang dan tidak dikembalikan, maka pencuri tersebut akan mengalami musibah dengan kehendak Allah swt. Setelah membaca Sholawat ini hendaknya membaca do’a sebagai berikut (boleh dibaca dengan bahasa Indonesia): “ Ya Allah, dengan berkah Sholawat Nariyah ini, saya mohon Engkau kembalikan barang saya”. Doa ini dibaca 11 kali dengan hati yang penuh harap dan sungguh-sungguh..”

Bagaimana tinjauan Syari’ah terhadap “Shalawat Nariyah” dari para Ulama Ahlussunnah Waljama’ah?Berikut ini artikel yang ditulis oleh Al-Ustadz Abu Karimah Askari Al-Bugisi Hafidzahullah, semoga bisa menjadi pencerahan bagi kita semua.

*****

Shalawat jenis ini banyak tersebar dan diamalkan di kalangan kaum muslimin. Bahkan ada yang menuliskan lafadznya di sebagian dinding masjid. Mereka berkeyakinan, siapa yang membacanya 4444 kali, hajatnya akan terpenuhi atau akan dihilangkan kesulitan yang dialaminya. Berikut nash shalawatnya:

اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تُنْحَلُ بِهَ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Allahumma sholli sholaatan kaamilatan Wa sallim salaaman taaman ‘ala sayyidinaa Muhammadin Alladzi tanhallu bihil ‘uqadu, wa tanfariju bihil kurabu, wa tuqdhaa bihil hawaa’iju Wa tunaalu bihir raghaa’ibu wa husnul khawaatimi wa yustasqal ghomaamu bi wajhihil kariimi, wa ‘alaa aalihi, wa shahbihi ‘adada kulli ma’luumin laka

“Ya Allah, berikanlah shalawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada Baginda kami Muhammad yang dengannya terlepas dari ikatan (kesusahan) dan dibebaskan dari kesulitan. Dan dengannya pula ditunaikan hajat dan diperoleh segala keinginan dan kematian yang baik, dan memberi siraman (kebahagiaan) kepada orang yang sedih dengan wajahnya yang mulia, dan kepada keluarganya, para shahabatnya, dengan seluruh ilmu yang engkau miliki.”

Ada beberapa hal yang perlu dijadikan catatan kaitannya dengan shalawat ini:

1- Sesungguhnya aqidah tauhid yang diseru oleh Al Qur’anul Karim dan yang diajarkan kepada kita dari Rasulullah shallallahu laiahi wasallam, mengharuskan setiap muslim untuk berkeyakinan bahwa Allah-lah satu-satunya yang melepaskan ikatan (kesusahan), membebaskan dari kesulitan, yang menunaikan hajat, dan memberikan manusia apa yang mereka minta.

Tidak diperbolehkan bagi seorang muslim berdo’a kepada selain Allah untuk menghilangkan kesedihannya atau menyembuhkan penyakitnya, walaupun yang diminta itu seorang malaikat yang dekat ataukah nabi yang diutus. Telah disebutkan dalam berbagai ayat dalam Al Qur’an yang menjelaskan haramnya meminta pertolongan, berdo’a, dan semacamnya dari berbagai jenis ibadah kepada selain Allah Azza wajalla. Firman Allah:

قُلِ ادْعُوا الَّذِيْنَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُوْنِهِ فَلاَ يَمْلِكُوْنَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلاَ تَحِْويْلاً

“Katakanlah: ‘Panggillah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah. Maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak pula memindahkannya.” (Al-Isra: 56)

Para ahli tafsir menjelaskan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan segolongan kaum yang berdo’a kepada Al Masih ‘Isa, atau malaikat, ataukah sosok-sosok yang shalih dari kalangan jin. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 3/47-48)

2- Bagaimana mungkin Rasulullah shallallahu alaihi wasallam rela dikatakan bahwa dirinya mampu melepaskan ikatan (kesulitan), menghilangkan kesusahan, dsb, sedangkan Al Qur’an menyuruh beliau untuk berkata:

قُلْ لاَ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعاً وَلاَ ضَرًّا إِلاَّ مَا شَاءَ اللهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوْءُ إِنْ أَنَا إِلاَّ نَذِيْرٌ وَبَشِيْرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُوْنَ

“Katakanlah: ‘Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman’.” (Al-A’raf: 188)

Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam, lalu mengatakan, “Berdasarkan kehendak Allah dan kehendakmu”. Maka beliau bersabda:

أَجَعَلْتَنِيْ للهِ نِدًّا؟ قُلْ مَا شَاءَ اللهُ وَحْدَهُ

“Apakah engkau hendak menjadikan bagi Allah sekutu? Ucapkanlah: Berdasarkan kehendak Allah semata.” (HR. An-Nasai dengan sanad yang hasan)

(Lihat Minhaj Al-Firqatin Najiyah 227-228, Muhammad Jamil Zainu)

Sumber: http://www.darussalaf.or.id/stories.php?id=224

About these ads

127 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. teks sholawat nariyah di atas gak komplet ustad…, sukron.

    yant satriani

    August 6, 2012 at 09:41

  2. amalkan saja yang ada dasar dalilnya yang ssyahih, yang sudah pasti saja terkadang sulit kita amalkan, apa mau ditambah yang aneh-aneh

    muhammad jamil

    August 6, 2012 at 04:51

  3. Ya Allah berikanlah,…
    Kepada baginda Nabi Muhamad..
    Yg intinya niat hati kita semata karna Allah Swt.bukankah Allah maha Luhur

    M.Bahrul Ulum

    July 30, 2012 at 02:59

  4. Makna Shalawat.

    Shalawat secara bahasa dari kata shalat yang berarti do’a, permohonan ampun, rahmat dan pujian. Sehingga, ibadah shalat disebut dengan shalat karena di dalamnya terdapat berbagai doa dan ungkapan permohonan ampun. Demikian juga dengan shalawat, maknanya adalah pujian, rahmat, doa dan ampunan yang ditujukan kepada Rasulullah, Dalam ayat di atas disebutkan bahwa Allah, para Malaikat dan umat manusia bershalawat kepada Rasulullah. Lalu,

    remaja yasin waqi'ah temuguruh

    July 28, 2012 at 11:10

  5. maaf sy blm begitu memahami apa yg di jelaskan di atas, apakah sholawat tersebut boleh di amalkan atau tidak. apakah itu termasuk bacaan sholawat?

    alfaz

    July 26, 2012 at 23:06

    • amalkan saja yg jelas2 sdh diajarkan Nabi kita spt shalawat yg dibaca ketika shalat…kalau ada yg ngaku2 shalawat karangannya lebih hebat drpd shalawat yg diajarkan Nabi, kira2 Anda menganggap org spt apa itu???

      damaidibumi (@damaidibumi1)

      September 29, 2012 at 12:48

  6. Trims

    suherman

    July 25, 2012 at 10:14

  7. subhanallah

    Inod Kiyambaan

    July 22, 2012 at 15:19

  8. Bagus sekali ya,sangat bermanfaat,.tapi Mohon di koreksi antara tulisan Arab dengan tulisan Latin ada perbedaan,.
    Contohnya Arab = Tunhalu BiHa,
    Sedangkan di Bahasa Latin = tanhallu Bihi. Bagi yang awam mungkin bingung mana yang lebih tepat,. Terimakasih,.

    Rn

    July 22, 2012 at 09:47

  9. ada hadist yang menyuruh membaca shalawat nariyah????

    mirzaislamblog

    July 15, 2012 at 08:58

  10. syukron

    messsadap

    July 15, 2012 at 01:03

  11. insya Allah

    syh

    July 13, 2012 at 09:22

  12. trima kasih atas info nya….skrang saya mnjdi tau…knp salawat itu di larang dalm ajaran ahlul sunnah….zmoga yg mmbacanya..dpt hidayah dari Allah Yang Maya Pemurah

    Fritzy

    July 12, 2012 at 16:33

  13. Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar..!!!
    sudah kewajiban untuk Syiar, lewat internet pun kita bisa, maju terus.., semoga Allah memberikan hidayah bagi semua manusia.

    gw01

    July 12, 2012 at 01:17

  14. Yg dimaksud “yang dengannya terlepas dari ikatan (kesusahan) dan dibebaskan dari kesulitan. Dan dengannya pula ditunaikan hajat dan diperoleh segala keinginan dan kematian yang baik” bukan lah menganggap nabi Muhammad adalah pemberi semua itu, tapi nabi adalah utusan yg membawa ISLAM yg dengannya (islam) manusia dapat terbebas dari segala ikatan kekufuran, dibebaskan dari dari kesulitan (api neraka), dipenuhi segala kebutuhan (hati) melalui keimanan, dicapai segala keinginan mengenal islam dan kesudahan yg baik (husnul khatimah)

    Tanpa diutusnya Rasulullah saw manusia tidak akan mengenal ISLAM, manusia selamanya akan terikat pada kekufuran, akan menerima kesedihan (kerugian) dunia akhirat dan akan mati dalam keadaan tanpa iman (kekufuran)..

    nau’dzubillahi min dzalik..

    ahlussunnah wal jamaah

    July 6, 2012 at 14:06

  15. alhamdulillah masih banyak orang yang ingin memajukan islam di jaman seperti sekarang ini…kembangkan!

    aziz

    June 24, 2012 at 23:20


Bagaimana menurut Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s