طبيب الطب النبوي Dokter Pengobatan Nabawi

Islam, Hukum, Sholat, Tatacara

HUKUM “DAGING ANJING” MENURUT ISLAM : Dalil-dalil yang menunjukkan bahwa daging anjing hukumnya tidak halal (haram)

with 12 comments


Keharaman Daging Anjing

Majalah AsySyariah Edisi 080

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Mu’awiyah Askari)

 

Mayoritas ulama mengharamkan memakan daging anjing, namun diriwayatkan dari al-Imam Malik Rahimahullah sebuah pendapat yang sangat lemah yang mengatakan makruh. Adapun dalil- dalil yang menunjukkan diharamkannya mengonsumsi daging anjing, di antaranya:

1. Hadits yang telah disebutkan sebelumnya tentang diharamkannya memakan hewan bertaring dan buas. Anjing termasuk memiliki dua sifat tersebut.

2. Hadits Abu Mas’ud al-Anshari Radhiyallaahu ‘anhu bahwasanya ia berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللهِ n نَهَى عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ وَمَهْرِ الْبَغِيِّ وَحُلْوَانِ الْكَاهِنِ

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam melarang dari hasil penjualan anjing, hasil pelacuran, dan hasil perdukunan.” (HR. al-Bukhari no. 2122 dan Muslim no. 1567)

Diriwayatkan oleh al-Imam Muslim Rahimahullah dari Rafi’ bin Khadij Radhiyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ثَمَنُ الْكَلْبِ خَبِيثٌ

“Hasil penjualan anjing itu khabits (jelek).” (HR. Muslim no. 1568)

Hadits ini menunjukkan bahwa hasil penjualan anjing adalah jahat, dan Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman:

“… dan (Nabi) mengharamkan segala yang khabits (jahat/jelek) bagi mereka.” (al-A’raf: 157)

Sisi pendalilan dari hadits ini bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam mengharamkan hasil penjualannya. Apa yang diharamkan untuk dijual berarti tidak boleh dimakan.

Demikian pula dengan sifat “khabits” pada hasil penjualannya menunjukkan bahwa anjing termasuk hewan yang khabits. (lihat Adhwa’ul Bayan, asy-Syinqithi, 2/170—171)

Ada pula yang mengatakan bahwa hukum hasil penjualannya mengikuti hukum dagingnya. Karena dagingnya haram, demikian pula hasil penjualannya. (Adhwa’ul Bayan, 2/171)

3. Anjing termasuk hewan yang diperintahkan untuk dibunuh

Hewan yang diperintahkan dibunuh termasuk yang dilarang untuk dimakan, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. Di antara riwayat yang menunjukkan diperintahkannya anjing-anjing untuk dibunuh adalah hadits Ibnu Umar Radhiyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk membunuh anjing-anjing. (Muttafaq ‘alaihi dari Ibnu Umar Radhiyallaahu ‘anhu. Juga diriwayatkan oleh al-Imam Muslim no. 280 dari hadits Abdullah bin Mughaffal Radhiyallaahu ‘anhu dan no. 1572 dari hadits Jabir Radhiyallaahu ‘anhu)

Setelah itu, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam melarang membunuhnya karena anjing memiliki manfaat yang dapat digunakan, seperti berburu atau menjaga hewan ternak. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits Abdullah bin Umar Radhiyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk membunuh anjing, selain anjing berburu, atau anjing yang dimanfaatkan untuk menjaga kambing atau hewan ternak. (HR. Muslim no. 1571)

4. Hadits-hadits Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam yang melarang seorang muslim memelihara anjing, dan yang memeliharanya akan menyebabkan berkurang pahalanya setiap hari.

Seandainya memakannya dibolehkan, tentu memeliharanya pun boleh. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنِ اقْتَنَى كَلْبًا إِلاَّ كَلْبَ ضَارِيَةٍ أَوْ مَاشِيَةٍ نَقَصَ مِنْ عَمَلِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطَانِ

“Barang siapa memelihara anjing, selain anjing berburu atau menjaga hewan ternak, akan berkurang pahala amalannya setiap hari dua qirath.” (HR. al-Bukhari no. 5163 dan Muslim no. 1574 dari Abdullah bin Umar Radhiyallaahu ‘anhu)

Dalam riwayat al-Bukhari dari hadits Abu Hurairah Radhiyallaahu ‘anhu disebutkan bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ أَمْسَكَ كَلْبًا يَنْقُصْ مِنْ عَمَلِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطٌ إِلاَّ كَلْبَ حَرْثٍ أَوْ كَلْبَ مَاشِيَةٍ

“Barang siapa memelihara anjing, akan berkurang pahala amalannya setiap hari satu qirath, selain anjing penjaga tanaman atau anjing penjaga hewan ternak.” (HR. al-Bukhari no. 3146)

Setelah menyebutkan beberapa hadits di atas, al-‘Allamah asy-Syinqithi Rahimahullah menjelaskan, “Ini adalah dalil yang paling jelas yang menunjukkan bahwa anjing tidak boleh dimakan. Sebab, apabila boleh dimakan tentu boleh pula dipelihara untuk dimakan, dan itu jelas.” (Adhwa’ul Bayan, 2/171)

Sumber : http://asysyariah.com/keharaman-daging-anjing.html

 

 

 

About these ads

12 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. sebelumnya ane minta maaf, gimana klo ada segelintir golongan yang mengatasnamakan alquran dan hadist akan tetapi menghalalkan daging anjing? mohon pencerahan….. krn disolo ada majlis… yg menghalalkan daging anjing…..

    klewer

    November 28, 2012 at 00:51

  2. Maaf kalau saya salah mencerna mohon koreksi, berarti kalau untuk memelihara anjing penjaga ternak dibolehkan?
    mengutip dari kalimat tersebut…..
    Setelah menyebutkan beberapa hadits di atas, al-‘Allamah asy-Syinqithi Rahimahullah menjelaskan, “Ini adalah dalil yang paling jelas yang menunjukkan bahwa anjing tidak boleh dimakan. Sebab, apabila boleh dimakan tentu boleh pula dipelihara untuk dimakan, dan itu jelas.” (Adhwa’ul Bayan, 2/171)
    Mohon Pencerahan……

    ronny meilano

    September 14, 2012 at 08:41

  3. Di setiap perintah larangan atau kewajiban pasti hikmah dibalik semua itu wallahu a’lam bi showab

    diny

    September 13, 2012 at 20:29

  4. masih banyak daging yg toyib lg halal yg bs kita makan

    gendutyandares@yahoo.co.id

    September 12, 2012 at 14:08


Bagaimana menurut Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s