طبيب الطب النبوي Dokter Pengobatan Nabawi

Islam, Hukum, Sholat, Tatacara

(BAGUS) CALLING VISA YAMAN 2013: Belajar di “Darul Hadits Al-Fiyusy” dipimpin oleh Asy-Syaikh Abdurrahman ibn Umar Al-Mar’i & “Darul Hadits Ma’bar” dipimpin oleh Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam Hafidzahumallah.. | Kerjasama dengan Al-Jami’ah Al-Wathoniyah (Universitas National) cabang Aden

with 2 comments


Calling Visa 2013 !!!

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji hanyalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah melimpahkan karunia-Nya yang tiada terkira kepada hamba-hambanya yang beriman, sesungguhnya termasuk dari sekian kenikmatan yang terbesar adalah nikmat menuntut ilmu serta menyibukkan diri dengan sesuatu yang dapat mengantarkan kepada pemahaman mengenai agama secara baik dan benar.

Tak sedikit ayat-ayat al-quran dan lembaran-lembaran sunnah Rosulullah Shallallaahu ‘alaihi Wasallam yang menegaskan tentang keutamaan ilmu dan ahli ilmu, tentunya –setelah taufiq dari Allah Subhaanahu Wa Ta’ala – keutamaan tersebut tidaklah dapat diraih melainkan dengan wasilah menuntut ilmu, menyibukkan diri dengan sesuatu yang menghasilkan faidah ilmiah berupa mempelajari hukum-hukum agama, sungguh sebuah kenikmatan yang besar tatkala seorang muslim mencondongkan jiwanya, mengorbankan waktunya, melapangkan hati untuk menuntut ilmu agama, ikhlas karena mengharap ridho Rabb semesta alam, serta mengangkat kekurang tahuan akan ilmu agama yang ada pada dirinya.

Kalaulah kita mau menengok sejenak tentang kondisi umat islam dewasa ini.. kalaulah kita mau jujur dalam menyikapi, sesungguhnya kaum muslimin sangat membutuhkan jutaan muslim yang berpengetahuan baik tentang agamanya, untuk membimbing umat ini kepada ajaran agama yang sesuai dengan tuntunan rosulullah sholallahu alaihi wa sallam, menjelaskan kepada umat terkait hukum-hukum agama, menerangkan yang benar dan menyalahkan yang batil, jauh melebihi kebutuhan orang-orang yang sakit akan kehadiran seorang dokter yang mengobati mereka.

Maka dari itu dalam rangka saling tolong menolong dalam hal kebaikan dan ketaqwaan, kami mewakili santri indonesia yang berada di Republik Yaman ingin menyampaikan kepada segenap saudara-saudara kami yang ada di tanah air, bahwa kami membuka kesempatan bagi yang ingin melanjutkan jenjang studinya dalam ilmu agama secara khusus untuk belajar bersama para ulama Yaman di Darul Hadits Al Fiyusy kota Aden dan di Darul Hadits Ma’bar.

Kami bekerjasama dengan Al-Jami’ah Al-Wathoniyah (Universitas National) cabang Aden untuk membukacalling visa, yang nantinya dapat digunakan sebagai perantara untuk mendapatkan ijin tinggal secara resmi di Aden dan Ma’bar  (Republik Yaman) dan bisa belajar di pondok pesantren “Darul Hadits Al-Fiyusy” maupun “Darul Hadits Ma’bar” bersama para ulama yang ada di dalamnya, Pondok pesantren “Darul Hadits Al-Fiyusy” dipimpin oleh Asy-Syaikh Abdurrahman ibn Umar Al-Mar’i -Hafizhahullaahu Ta’ala-, adapun pondok pesantren “Darul Hadits Ma’bar” dipimpin oleh Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam -Hafidzahullaahu Ta’ala-keduanya merupakan ulama Rabbaniyin, salah satu fuqoha abad ini dan ahli hadits, salah seorang murid dari murid-murid terbaik ahli hadits di abad ini Al-Imam Muqbil bin Hadi Al-wadi’i –rahimahullah- 

Calling visa  adalah salah satu cara (resmi / legal) bagi yang ingin berangkat ke Yaman (khususnya bagi para pelajar yang ingin meneruskan jenjang studinya).

 Kali ini kami kembali bekerja sama dengan AL-JAMI’AH AL-WATHONIYAH (Universitas National) membukacalling visa yang kelima kali.

BIAYA Calling Visa Angkatan 5

Untuk calling visa kali ini dikenakan biaya sekitar 17,5juta rupiah bagi yang memiliki ijazah terakhir  setingkat SMA , bagi yang tidak memiliki ijazah setingkat SMA maka dikenakan sebesar 18,5 juta rupiah.

santri yang lebih awal mendaftar akan diprioritaskan dalam pengurusan. pendaftaran ditutup akhir februari 2013 adapun pemberangkatan -insya Allah- akan dilaksanakan akhir maret atau awal april 2013

Nb : tanya jawab seputar calling visa maupun pendaftaran bisa menghubungi contact person di atas, kami tidak melayani pertanyaan melalui komentar di blog.

KEUNTUNGAN BAGI PELAJAR YANG MEMILIKI IQOMAH

(IZIN TINGGAL RESMI).

  1. Berpegang diatas Manhaj Ahlus Sunnah dalam ketaatan kepada wulatul ‘amri, karena sah secara legalitas
  2. Mendapatkan perlindungan dari pemerintah Yaman & KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Yaman sebagai imigran resmi.
  3. Mendapatkan kemudahan dalam pengurusan haji & umroh dengan biaya yang jauh lebih murah.
  4. Mendapatkan kemudahan dalam pengurusan REENTRY VISA bagi yang ingin pulang ke Indonesia & kembali ke Yaman dengan biaya yang lebih murah (hanya dengan mengurus REENTRY VISA & membeli tiket Yaman – Jakarta PP).
  5. Mendapatkan kemudahan dalam pengurusan surat nikah bagi yang ingin menikah dengan warga negara Yaman.
  6. Mendapatkan kemudahan dalam pengurusan tasrih (surat jalan) dari syurtoh siyahiyyah (TOURIST POLICE / POLISI PARIWISATA) bagi pelajar  yang ingin mengadakan ziaroh ke pondok-pondok pesantren Ahlus Sunnah di sekitar Yaman atau ingin melakukan perjalanan ke luar kota.

Dengan biaya sebesar 17,5juta rupiah (bagi yang memiliki Ijazah) dan 18,5 juta rupiah ( bagi yang tidak memiliki ijazah ) nantinya akan dialokasikan untuk :

  1. Biaya pengurusan calling visa dari imigrasi Yaman di Aden.
  2. Biaya pendaftaran jami’ah / universitas.
  3. Biaya pengambilan visa di konsulat Yaman di Jakarta.
  4. Biaya tiket pesawat Jakarta-Sana’a.
  5. Biaya akomodasi di Sana’a yang mencakup transportasi dari bandara ke hotel, penginapan (hotel), makan, dll.
  6. Penjemputan dari Sana’a sampai ke pondok pesantren Darul Hadits Al Fiyusy / Ma’bar
  7. Biaya cek darah (HIV) sebagai persyaratan pembuatan iqomah (izin tinggal).
  8. Gratis biaya pengurusan iqomah (izin tinggal) di imigrasi Yaman yang berlaku selama 1 tahun.

Persyaratan calling visa :

1. Mengirimkan scan Passport yang masih berlaku

2. Mengirimkan scan translate / terjemahan ijazah SMA dalam bahasa arab ke email berikut :

  • cv.darulhadits@gmail.com
  • syeban_assalafi@yahoo.co.id

(ijazah diterjemahkan di penerjemah resmi yg diakreditasi oleh KBRI Yaman yaitu :

/ Penerjemah Al Hadi d/a Jl. Datok Tonggara no.8 RT 006/011 Kramat Jati Jakarta Timur 13510 telp (021) 8004577 (belakang gedung PLN Kramat Jati / lap bola hek).

Nb : Bagi pendaftar yang ijazahnya belum diterjemahkan, dapat mengirim terlebih dahulu scan file ijazah asli ( yang belum diterjemahkan ) ke alamat email di atas dan menyertakan nomer Hp / Telpn yang bisa dihubungi (khusus untuk selain XL)

Contact Person

  • cv.darulhadits@gmail.com
  • syeban_assalafi@yahoo.co.id

Abu Ali : +967713571410

                   : +967712937330 ( whatsApp)

http://jejakrusul.wordpress.com/calling-visa-raih-kesempatan-emas-belajar-di-bumi-nabi-nabi-yaman/

===================================================================================

Sekilas tentang pondok pesantren Darul Hadits Al-Fiyusy

Pondok pesantren darul hadits al-fiyusy merupakan salah satu pondok pesantren ahlus sunnah terbesar di dunia, memiliki banyak sekali santri, baik santri berasal dari yaman maupun dari luar yaman, beberapa santri asing mereka berdatangan dari banyak negara, diantara mereka datang dari Indonesia,  Somalia, Prancis, Belanda, Inggris, Belgia, Tajikistan, Canada, Kenya, Ethiopia, Nigeria, Sudan, Aljazair, Libya, dan Maroco dan lain-lain. Sampai saat ini santri asing yang paling banyak berasal dari indonesia jumlah mereka lebih dari 140 santri, walhamdulillah.

Konsep belajar di pondok pesantren darul hadits Al-Fiyusy

Bagi santri yang bujang / tidak membawa keluarga, pondok pesantren darul hadits al-fiyusy memberikan fasilitas berupa asrama tempat tinggal, makan, dan minum secara gratis, jika datang iedul fitri maupun iedul adha biasanya pondok memberi santunan uang buku kepada setiap santri, pondok pesantren darul hadits al-fiyusy juga memberi kesempatan kepada semua santri yang ingin mendalami ilmu agama, tidak dipersyaratkan harus menguasai cabang ilmu tertentu dari ilmu agama, bahkan pintu terbuka lebar bagi santri asing yang masih baru belajar bahasa arab, atau baru saja mengenal baca tulis arab, santri dibebaskan mengikuti setiap pelajaran yang dibuka, pelajaran yang dibuka pun beraneka ragam, dari tingkat yang paling dasar sampai tingkat lanjut.

Bagi santri yang membawa keluarga, di lingkungan pondok pesantren darul hadits fiousy terdapat banyak rumah-rumah yang dikontrakkan, karena pondok tidak menyediakan tempat tinggal bagi yang berkeluarga, sehingga makan dan minum menjadi tanggungan pribadi, biaya kontrak rumah antara Rp. 700 ribu sampai Rp.1juta per bulan. Jika ada rejeki biasanya pondok memberi santunan kepada setiap kepala rumah tangga per bulan sekitar Rp. 500 ribu juga terkadang memberi santunan berupa bahan-bahan pokok semisal beras, tepung, kurma, kacang-kacangan. Namun santunan tersebut tidaklah rutin ada setiap bulan, toh lapangan pekerjaan cukup banyak di lingkungan sekitar pondok, bagi santri berkeluarga yang ingin belajar sekaligus bersodaqoh dengan memberi nafkah kepada keluarga.

Beberapa Ulama dan para Ustadz pengajar di pondok pesantren darul hadits al-fiyusy :

Asy-Syaikh Al Faqih Abdurrahman bin Umar Al-Mar’i
Asy-Syaikh Abul Abbas Yasin Al-Adeni
Asy-Syaikh Ahmad Arbas
Al-Ustadz Ahmad Al-Qodasi (mustafid ilmu hadits)
Al-Ustadz Abas Jauna (mustafid qowaid fiqh)
Al-Ustadz Muhammad Al-Qudsi (mustafid ilmu hadits)
Al-Ustadz Abul Khotob Al-Libiy (mustafid fiqh dan aqidah)
Al-Ustadz Anis Al-Yafi’I (mustafid lughoh dan faroid)
Al-Ustadz Majdi Al-Askari (mustafid qur’an qiro’ah sab’ah)
Al-Ustadz Solah Kentus (mustafid ushul fiqh)

Dan masih banyak yang lainnya…

Beberapa bidang ilmu agama yang diajarkan
di pondok pesantren darul hadits al-fiyusy

Bidang-bidang ilmu agama secara keseluruhan diajarkan di pondok pesantren darul hadits fiousy, landasan pokok yang diajarkan adalah seluruh ajaran agama yang sesuai dengan sunnah rasulullah dan bimbingan salafush shalih, pondok pesantren darul hadits fiousy sangat menjunjung tinggi ajaran sunnah rasulullah dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari, diantara bidang-bidang ilmu yang diajarkan di pondok pesantren darul hadits fiousy adalah,

Tauhid
Ilmu Hadits
Ilmu Fiqih (Ushul dan Qowaid)
Ilmu Faroid (perhitungan waris)
Ilmu Al-Quran
Tajwid
Qiro’ah
Ilmu Bahasa Arab
Adab dan Akhlak

Wa biLLAHIttaufiq wa JazakumuLLAHU Khaira.

******

Letak Ma’had Dar Al-Hadits Ma’bar

Ma’had ini teletak di selatan ibu kota Yaman (Shan’a) sekitar 1,5 jam perjalanan dengan kecepatan rata-rata 130 KM/jam, dan di utara kota propinsi Dzamar sekitar 40 menit perjalanan dengan kecepatan yang sama. Dan Ma’bar adalah kotamadya yang masuk wilayah Dzamar.

Disekitar ma’had adalah pasar dan pertokoan, semua apa yang kita butuhkan sebagian besarnya tersedia di sini. Terkhusus buah-buahan yang jarang ada di Indonesia.

Iklim Di Ma’bar

Wilayah Dzamar termasuk di dalamnya Ma’bar dikenal dengan kulkas Yaman. Ketika musim dingin (Dzul Qa’dah – Muharram) suhu bisa mencapai minus. Tahun pertama saya di sini musim dinginnya mencapai -7 derajat C, tahun kedua mencapai -4 derajat C, tahun-tahun berikutnya sudah tidak memperdulikan lagi. Alhamdulillah saya sudah terbiasa berkat keutamaan dari Allah تعالى.

Bangunan Ma’had

Disamping adalah bangunan ma’had dari atas. Bangunan masjid yang diawali pada 25 tahun yang lalu kini telah berubah.

Lantai 1 adalah masjid, lantai 2 perpustakaan, lantai tiga perpustakaan baru, namun sementara ini digunakan untuk asrama.

Rumah As-Syaikh Al-Imam dan Asy-Syaikh Taufiq masuk dalam lingkungan ma’had, adupun Asy-Syaikh Abdurraqib maka terpisah di samping masjid. Rata-rata 2-3 lantai rumah beliau-beliau ini.

Dapur ma’had ada di dalam gandeng dengan ruang tamu dan tempat makan santri.

Adapun para pelajar yang berkeluarga maka mereka mengontrak rumah di sekitar ma’had. Harga kontrakan pun berbeda-beda. Adapun saya alhamdulillah sekitar 70 meter dari masjid.

Pengamanan Ma’had

Sudah kita sebutkan bahwa ada pihak-pihak yang tidak suka terhadap Asy-Syaikh dan dakwah, sebagaimana hal ini terjadi padaAsy-Syaikh Muqbil. Oleh karena itu siapa yang pernah melihat gambar ‘curian’ yang ditayangkan Metro TV mungkin melihat kok ada matras jaga dan penjaga siaga di pintu dan beberapa tempat. Kami sebut ‘curian’ karena kami dan mereka sepakat untuk tidak ada pengambilan gambar, ternyata mereka belakangan ketahuan ingkar janji .

Syaikh sendiri di dalam ma’had dikawal 3 orang bersenjata, karena yang shalat di masjid bukan santri semata, namun ada orang-orang yang tidak dikenal. Di masjid ada beberapa penjaga, di setiap pintu gerbang ada beberapa penjaga. Adapun ketika Syaikh keluar maka dikawal 2-3 mobil, dengan bersenjata lengkap.

Namun benarkah ma’had ini yang demikian ketat penjagaannya sulit untuk dimasuki? Atau benarkah mengajarkan teror dan perang?

Pertama: Siapa saja bisa mudah masuk, kecuali mencurigakan maka layak dicurigai. Kamipun aman tenang belajar, pemerintah Yaman juga tahu, senjata tersebut untk penjagaan, karena senjata memang bebas di sebagian tempat di Yaman.

Kedua: Kesibukan Asy-Syaikh yang kami sebutkan menunjukkan teror macam apa yang diajarkan?? Tidak ada waktu untuk itu dan tidak akan mengajarkan hal itu!!! Demikian pula telah kami tulis penjelasan beliau akan hal ini dalam artikel yang lewat khususnya ketika wawancara dengan Metro. Dan nanti dari kegiatan belajar mengajar akan jelas apa yang diajarkan. Justru kamilah yang terdepan dalam menjelaskan bahaya orang yang terjangkit pemikiran teror.

1. Kapan Ma’had ini dibangun

Sebagaimana yang disebutkan oleh Asy-Syaikh sendiri dan juga banyak sumber yang lain, bahwa ma’had ini dibangun kira-kira sebelum 25 tahun yang lalu. Sekitar sebelum 25 tahun yang lalu seorang tokoh dari Ma’bar, Jahran, Dhamar, Yaman ini yang bernama Asy-Syaikh Ahmad Al-Banush رحمه الله datang kepada Asy-Syaikh Muqbil رحمه الله dan meminta agar beliau mau menunjuk salah seorang muridnya untuk merintis dakwah salafiyah di Ma’bar. Asy-Syaikh Ahmad رحمه الله telah membangun sebuah masjid untuk itu. Dan waktu itu, Ma’bar adalah daerah yang dipenuhi dengan pemikiran syi’ah, dan tiada dakwah sunnah yang terpancar di sana.

Maka jatuhlah pilihan Asy-Syaikh Muqbil رحمه الله pada seseorang yang sudah teruji kesabaran dan kepemimpinannya, yaitu Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam حفظه الله. Dan Asy-Syaikh Al-Imam pun bersedia dengan bertawakkal meminta tolong kepada Allah تعالى kemudian dengan restu dan doa dari gurunya.

Semenjak saat itu mulailah cahaya sunnah yang suci dipancarkan kepada masyarakat Ma’bar. Melalui Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam حفظه الله dan melalui Asy-Syaikh Ahmad Al-Banush (semoga Allah تعالى membalas jasa beliau dan menempatkan beliau di surga-Nya yang paling tinggi).

2. Kondisi awal mula Dakwah di Ma’bar

Pada permulaan dakwah ini di Ma’bar, Asy-Syaikh Al-Imam hanya memiliki 7 orang murid, padahal ukuran masjid waktu itu mampu menampung kira-kira 2000-2500 orang. Tapi memang inilah perkara yang dikehendaki Allah تعالى, sehingga terlihat bagaimana kredibilitas seorang Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam ini.

Dan Asy-Syaikh pun tidak luput dari para pendengki dari kaum syi’ah, karena dengan cahaya sunnah inilah jadi terbongkar borok-borok mereka. Salah satu contohnya seperti diceritakan oleh Asy-Syaikh sendiri, waktu itu kedengkian sekelompok orang syi’ah terhadap beliau dan dakwah salafiyah sedang memuncak, maka merekapun membuat fitnah dan menuduh Asy-Syaikh dengan tuduhan dusta, sehingga pemerintahpun terhasut untuk mempersempit ruang gerak beliau. Namun, Allah تعالى menjadikan qadhi untuk daerah Ma’bar atau Dzamar membuka mata untuk mendengar apa yang dibawa oleh Asy-Syaikh. Maka qadhi mengundang syi’ah dan mengajukan keluhannya, dan juga mengundang Asy-Syaikh untuk menjelaskan.

Setelah Asy-Syaikh menjelaskan sesuai dengan ajaran dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman ulama salaf, maka qadhi yang seimbang dalam menghukumi ini menilai bahwa dakwah Asy-Syaikh adalah dakwah perbaikan tidak betentangan dengan pemerintah, dakwahnya sesuai dengan ajaran Rasul صلى الله عليه وسلم. Maka beliaupun dijinkan untuk melanjutkan dakwah beliau. Maka setelah itu Allah تعالى melimpahkan anugerahnya, sehingga berbondong-bondonglah masyarakat Yaman untuk menimba ilmu dari beliau. Itulah keutamaan yang Allah تعالى limpahkan pada orang yang Dia kehendaki. Sehingga muridnya pada saat ini telah mencapai sekitar 4000 orang, ditambah dengan murid-murid beliau yang telah banyak belajar dan beliau kirim untuk mengampu ma’had-ma’had dan masjid-masjid yang lain.

Semoga Allah تعالى menjaga beliau dan para muridnya serta ma’had ini, dan memperbanyak yang semisalnya. Amin.

3. Masjid

Terkait dengan masjid ini. Masjid ada dua bagian. Bagian pertama adalah yang dibangun oleh Asy-Syaikh Ahmad Al-Banush رحمه الله dan ini sekitar 2/5 bagian di bagian belakang.

Dan bagian kedua adalah perluasan dari masjid tersebut sekitar 3/5nya, yang ini di bagian depan. Dimana ketika para pelajar makin banyak berdatangan, maka seorang hartawan yang sangat semangat mendermakan hartanya untuk dakwah Allah تعالى segera memperluas masjid ini. Beliau adalah Muhammad Fari’ Al-Wushaby (semoga Allah تعالى menjaganya 
Daya tampung masjid An-Nur, Ma’bar ini beserta teras sampingnya bisa mencapai 10.000 orang, sebagaimana dikatakan oleh bapak muadzin. Terbukti cukup untuk menampung para jama’ah dari penjuru Ma’bar ketika shalat Jum’ah atau shalat ‘Id. Dibersihkan dengan vacum cleaner 3x seminggu oleh petugas khusus. Pada tiap-tiap tiang masjid ada rak untuk mushaf Al-Qur’an, dan Al-Qur’an ini tidak boleh dibawa keluar dari masjid. Di samping tiang ada kotak-kotak tempat sandal bagi para pelajar ataupun yang sekedar mampir shalat.dan keluarganya serta melimpahkan barakah pada hartanya). Beliau ini pulalah yang ikut andil dalam membangun Dammaj dan juga Masjid

Ma’had Dar Al-Hadits Fiyusy, Aden.

Di samping kanan masjid adalah teras, yang digunakan untuk shalat kalau dalam masjid tidak cukup lagi.

4. Maktabah / Perpustakaan

Perpustakaan ini berada tepat di atas masjid bagian depan. Kira-kira sepanjang 3/5 masjid dan lebarnya 1/3 lebar masjid.

Isinya kitab-kitab dalam segala bidang ilmu syar’i, dan sebagian bidang ilmu umum. Sampaipun sebagian kitab yang ditulis oleh para penyimpang ada di dalamnya. Ribuan judul ada padanya. Dan tidak sedikit satu judul kitab memiliki berberapa cetakan. Pada susunan yang

dahulu, semua kitab hanya berada di rak-rak yang menempel dengan dinding.

Namun pada susunan yang baru, setelah renovasi, juga dengan adanya pertambahan kitab, maka selain di rak yang menempel pada dinding, kitab juga

ditata pada tiap-tiap rak yang ada di setiap tiang.

Pada bagian tengah ada beberapa kursi dan meja, yang digunakan oleh para pembahas dan pembaca. Mereka bisa hadir ke perpustakaan jam 8 pagi sampai menjelang zhuhur, setelah pelajaran ba’da zhuhur sampai menjelang ‘ashr, setelah pelajaran ba’da ‘ash sampai menjelang maghrib, dan setelah isya’ sampai jam 21.30.

Di bagian pojok dari perpustakaan ini adalah ruangan Asy-Syaikh dan di depan ruangan ini ada tempat duduk yang nyaman bagi para pengantri yang ingin berte

mu dengan Asy-Syaikh.

5. Asrama Santri

Untuk tempat tidur para pelajar yang masih lajang atau tidak membawa keluarga ke sini, maka ada tempat untuk mereka. Ada beberapa bangunan dan beberapa kamar. Setiap kamar daya tampungnya berbeda-beda, ada yang 15 orang, ada yang 30 orang dan ada yang 40-50 orang. Adapun kamar untuk teman-teman Indonesia ada 5 kamar. 3 kamar berada di dekat perpustakaan, artinya berada di lantai atas masjid. Dan 2 kamar yang lain di gedung terpisah dengan masjid di lantai 3, namun masih di dalam kompleks Ma’had.

Semoga Allah تعالى membalas kebaikan para pendiri ma’had ini, menjaga ma’had ini, para pengasuhnya, para pengurusnya, para donaturnya dan para penjaganya. Mereka sudah tahu tentunya bahwa hasil dari yang mereka sumbangkan tidaklah sia-sia, terbukti dengan tercetaknya para da’i dan ‘alim dari ma’had ini. Dan semoga kami bisa pulang membawa cahaya sunnah dan perbaikan bagi keluarga dan masyarakat.

Terkait tempat belajar mengajar;

  1. Di Masjid, dan ruangan-ruangan di sekitar masjid
  2. Di kamar-kamar asrama para pelajar selain kamar pelajar dari luar Yaman.
  3. Di perpustakaan.
  4. Di atap masjid (ini khusus bagi pelajaran anak-anak yang masih belajar baca tulis).
  5. Di tempat makan.

Pelajaran-pelajaran yang dilangsungkan;

Sebelum lebih jauh kita jelaskan dulu hal berikut:

  1. Bahwa As-Syaikh menyarankan untuk mengambil pelajaran yang paling penting dan mudah sesuai dengan jenjangnya, setingkat demi setingkat, tidak perlu buru-buru sehingga tidak paham.
  2. Semua pelajar harus memberikan waktu untuk menghafal atau mengulang Al-Qur’an, dan wajib menghadiri 3 pelajaran umum yang diampu oleh Asy-Syaikh Muhammad, semua wajib hadir kecuali orang-orang yang dikecualikan.
  3. Selebihnya disarankan untuk mengambil maksimal 3 tambahan pelajaran khusus, salah satunya adalah aqidah (karena inilah yang akan meluruskan keyakinan seseorang). Jadi totalnya: Al-Qur’an, 3 pelajaran Asy-Syaikh dan 3 pelajaran tambahan. Ini untuk setiap harinya.

Dan berikut pelajaran-pelajaran yang ada secara global;

Pertama: Al-Qur’an

  1. Setiap setelah shalat fajr, para pelajar menghafal Al-Qur’an (bagi yang belum selesai) atau mengulangi hafalannya. Ini bertempat di masjid dari bagian depan sampai belakang, bahkan di teras.
  2. Pada sekitar jam 08.00-09.00 para pelajar menuju halaqah setoran Al-Qur’an dan praktek tajwid. Ada puluhan halaqah dengan penyimak masing-masing, bertempat di masjid bagian belakang. Asy-Syaikh menekankan untuk setiap harinya minimal menyetor satu halaman hafalan baru (bagi yang lemah hafalannya), bagi yang berhafalan kuat maka sebanyak mungkin sesuai dengan waktu yang diberikan.

Kedua: Selain Al-Qur’an

Kita akan membahas pelajaran selain Al-Qu’an ini sesuai dengan jam-jam pelajaran, dengan alasan sebagai berikut;

  1. Para pelajar di sini belajar sesuai dengan taraf kemampuan pemahamannya, yang baru mulai belajar mengambil pelajaran yang penting dan ringan, yang sudah lama belajar maka menyesuaikan dengan kemampuan dan penyempurnaan.
  2. Setiap pelajaran dan bidang memiliki gurunya masing-masing dari jenjang terendah sampai tertinggi, dan jam pelajarannya pun menyesuaikan dengan guru tersebut serta tempat belajarnya. Karena murid yang begitu banyak, tempat yang harus dibagi-bagi, serta guru yang kegiatannya berbeda-beda.

Pelajaran selain Al-Qur’an sesuai dengan jam pelajarn

Jam 09.00 – 10.00 : Seringnya pelajaran yang ada pada waktu ini adalah:

Pelajaran Aqidah (Tsalatsah Al-Ushul, Al-Qaulul Mufid, Kasyf Syubhat, Qawa’id Al-Arba’, Ushul Sittah, dll) ada beberapa halaqah untuk pelajaran-pelajaran tersebut dengan jumlah peserta pelajaran yang berbeda dan di tempat yang berbeda-beda.

Pelajaran Bahasa (Nahwu dan Sharf): dari Ajrumiyah, Mutammimah, Qathrun Nada, Al-Fiyah, dan berbagai pelajaran Sharf.

Pelajaran Musthalah ringan seperti Baiquniyah, Muqizhah.

Pelajaran Tajwid seperti Al-Jazariyah dll.

Jam 10.00 – 11.00  : Seringnya pelajaran yang ada pada waktu ini adalah:

Pelajaran Aqidah jejang menengah atau atas, seperti Kitab Tauhid, Fathul Majid, Nawaqidz Al-Islam, Lum’ah Al-I’tiqad, Qawa’id Al-Mutsla, Al-Wasithiyah, Tadmuriyah, Hamawiyah.

Pelajaran Musthalah Hadits tingkat menengah dan atas, seperti Al-Ba’its, Nuzhah, Tadrib Ar-Rawy, Dhawabith Al-Jarh wa At-Ta’dil, At-Taqyid wa Al-Idhah, ‘Ilal At-Tirmidzy. Ada juga yang diadakan pada jam 09.00-10.00.

Pelajaran Ushul dan qawa’id Fiqh, dengan berbagai jenisnya dari Al-ushul min ‘Ilm Ushul sampai Mudzakirah dan Qawa’id Ibnu Rajab atau I’lam Al-Muwaqi’in atau Ar-Risalah.

Pelajaran ilmu waris.

Jam 11.00 – Zhuhur  : Seringnya pelajaran yang ada pada waktu ini adalah:

Pelajaran Aqidah tingkat atas, seperti Thahawiyah, Safariniyah.

Pelajaran Fiqih bersama Asy-Syaikh Taufiq (Bulugh Al-Maram – sekarang sampai kitab Shalah) dan para guru ikut hadir dalam pelajaran ini.

Ba’da Zhuhur : Pelajaran Tafsir bersama Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam, sebelum masuk pelajaran beliau akan menunjuk beberapa orang untuk setoran hafalan hadits yang ditulis pada pelajaran ba’da maghrib hari sebelumnya. Hadits dari Shahih Muslim.

Setelah pelajaran Asy-Syaikh, adalah jam makan siang, namun bagi pelajar Indonesia biasanya dimanfaatkan untuk belajar juga sekedar 30 menit atau mengulang hafalan Al-Qur’an.

Setelah makan siang adalah waktu istirahat siang sampai ‘Ashr.

Ba’da ‘Ashr : Pelajaran Shahih Al-Bukhary bersama Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam, sebelum masuk pelajaran beliau akan menunjuk beberapa orang untuk setoran hafalan hadits yang ditulis pada pelajaran ba’da zhuhur sebelumnya, hadits dari Lu’lu’ wal Marjan (Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhary dan Muslim).

Setelah itu sampai satu jam ke depan ada berbagai pelajaran dalam berbagai bidang yang dilangsungkan. Tinggal masing-masing orang yang ingin mengikutinya menyesuaikan dengan jenjang pemahamannya.

Setelah itu waktu makan malam sambil menunggu waktu maghrib.

Ba’da Maghrib : Pelajaran Shahih Muslim bersama Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam, sebelum masuk pelajaran beliau akan menunjuk beberapa orang untuk setoran hafalan hadits yang ditulis pada pelajaran ba’da ‘ashr sebelumnya, hadits dari Shahih Al-Bukhary.

Pelajaran ini berlangsung 1 jam, baru menunaikan shalat ‘Isya’.

Ba’da Isya’ : Secara asal Asy-Syaikh tidak mengijinkan dibuka pelajaran ba’da ‘isya’, karena siang sudah cukup, dan agar para pelajar memiliki waktu untuk mengulang pelajarannya, lalu tidur lebih awal dan bisa bangun sepertiga malam terakhir untuk shalat lail (tahajud).

Namun beliau mengijinkan bagi yang memiliki alasan kuat. Dan pelajaran yang ada pada ba’da isya’ pada saat ini adalah Durar Al-Bahiyah (pelajaran Fiqh).

Yang diluar jam keumuman:

Pelajaran yang diluar jam keumuman juga banyak, ada pelajaran privat ada yang selain privat. Contohnya: Pelajaran Fiqih (Umdah Al-Kubra) jam 06.30 pagi, pejalaran bahasa (Balaghah dan Ilmu Sya’ir) ada yang jam 09.00 ada yang jam 11.00, pelajaran Qawa’id Fiqih ba’da zhuhur, dll.

Adapun anak-anak:

Mereka belajar membaca dan menulis pagi hari jam 09.00 – jam 11.00, dan sore setelah pelajaran Asy-Syaikh sampai waktu makan malam.

Adapun yang sudah bisa membaca Al-Qur’an maka mengikuti setoran hafalan pada jam 08.00 pagi.

Anak-anak ini adalah anak-anak para pelajar yang sudah berkeluarga. Karena Asy-Syaikh tidak menerima calon pelajar yang belum bisa membaca dan menulis kalau tidak ada walinya di sini. Jadi anak-anak yang mau belajar di sini harus ada walinya.

Wabillahi taufiq.

dinukil dari : http://thalibmakbar.wordpress.com/

About these ads

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Kami sdh ber usia se1\2 abad sangat ber minat ntuk memperdalam urusan agama, tp kekurangan tdk memiliki latar pendidikan agama???

    muhyiddin assasie

    April 9, 2013 at 09:24

  2. syukron akhyyy

    Pada 10 Maret 2013 08.55, “ | Dokter Pengobatan Nabawi |” menulis:

    > ** > dr.Abu Hana | | posted: “Calling Visa 2013 !!! > Segala puji hanyalah milik Allah Subhanahu wa Taala > yang telah melimpahkan karunia-Nya yang tiada terkira kepada hamba-hambanya > yang beriman, sesungguhnya termasuk dari sekian kenikmatan yang terbesar > adalah”

    ALLU'LU WAL MARJAN

    March 11, 2013 at 16:29


Bagaimana menurut Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s