طبيب الطب النبوي Dokter Pengobatan Nabawi

Islam, Hukum, Sholat, Tatacara

Posts Tagged ‘Al-Anbiya ayat 107

ISLAM ITU INDAH-RAHMATAN LIL ‘ALAMIIN : Contoh-contoh kisah & hadits Rahmat Islam terhadap orang kafir, musyrik/non-muslim yang tidak menyerang-memerangi kaum muslimin | Al-Mumtahanah ayat 8, Al-Anbiya ayat 107, Al-Baqarah ayat 190

leave a comment »


ISLAM ITU INDAH-RAHMATAN LIL ‘ALAMIIN : Contoh-contoh kisah & hadits Rahmat Islam terhadap orang kafir, musyrik/non-muslim yang tidak menyerang-memerangi kaum muslimin  | Al-Mumtahanah ayat 8, Al-Anbiya ayat 107, Al-Baqarah ayat 190

 

Berkut ini adalah ringkasan artikel yang saya ambil dari tulisan Al-Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Al-Makassari yang berjudul “Rahmat Islam Terhadap Orang Kafir”.  Bagi yang ingin mendapatkan artikelnya secara lengkap bisa diklik link ini .

لاَ يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ 

“Allah tidak melarangmu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak mengusirmu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (Al-Mumtahanah:8)

Sebab Turunnya Ayat

Adapun hadits yang menjelaskan sebab turunnya ayat ini yaitu hadits Asma binti Abi Bakr radliyallahu `anha, diriwayatkan oleh Imam Bukhari no. 5978. Asma’ berkata:

“Ibuku Raghibah (dalam suatu riwayat: la wanita musyrik, pent) datang kepadaku pada masa Nabi shallallahu ‘ alaihi wa sallam. Make saya bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Apakah (boleh) saya menyambung silaturrahmi dengannya?” Beliau menjawab: “Ya.” Ibnu ‘Uyyainah berkata: Kemudian Allah Ta’ala menurunkan ayat tentangnya: “Allah tidak melarang kalian dari orang-orang yang tidak memerangi kalian karena agama.”

Dan ada juga sebab turun ayat yang lain dari hadits Abdullah bin Zubair:

“Qatilah binti Abdul `Uzza bin Abdi As’ad dari Bani Malik bin Hasal datang kepada anaknya Asma’ bintu Abi Bakr dengan membawa hadiah berupa dhab (biawak), keju den samin. la (Qatilah) seorang wanita musyrik. Read the rest of this entry »