طبيب الطب النبوي Dokter Pengobatan Nabawi

Islam, Hukum, Sholat, Tatacara

Posts Tagged ‘apa arti salafy

Inilah Alasannya : Bantahan Ilmiah bagi yang “Alergi” Menggunakan Nama Salafiy atau Atsariy

with one comment


Terlarangkah Memakai Nisbah As-Salafiy atau Al-Atsariy ???

Oleh : Al-Ustadz Abu Faizah Abdul Qodir, Lc

(Pengasuh Pondok Pesantren Tanwirus Sunnah, Kab. GOWA.)


Di zaman kita ini muncul sekelompok manusia yang menyatakan bahwa menggunakan istilah As-Salafiy atau Al-Atsariy diakhir nama mereka atau mengaku dengan lisannya, “Aku adalah salafi”, “Kami adalah salafiyyun” adalah perkara yang terlarang.

Si pelarang itu mengajukan “hujjah” bahwa tidak boleh menggunakan istilah seperti itu, sebab itu adalah salah satu bentuk tazkiyah (penyucian diri), atau dikhawatirkan ia tak sesuai pengakuannya, yakni hanya sekedar pengakuan lisan, namun prakteknya menyalahi lisannya.Mereka juga menyatakan bahwa menggunakan istilah “salafiy” akan mengantarkan kepada tafriq(pemecahbelahan) diantara kaum muslimin, atau ia adalah bentuk tashnif (pengelompokan), danhizbiyyah!! 

Semua ini adalah alasan-alasan yang bisa kita sanggah dengan mudah –Insya Allah-. Semua ini hanyalah hujjah yang lemah, selemah sarang laba-laba.

Terkadang mereka (si pelarang) membawakan fatwa sebagian ulama, seperti fatwa Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan yang menyatakan bahwa tidak perlu memakai nama As-Salafiy atau Al-Atsariy, karena beliau khawatir pengakuan itu tidak sesuai dengan perbuatan dan aqidah seorang muslim.Tapi apakah Syaikh melarang secara mutlak? Tentunya tidak !! Bagi orang yang memiliki aqidah dan manhaj sesuai dengan salaf, maka tak apa baginya untuk menamakan diri dengan As-Salafiy atau Al-Atsariy.

Karenanya Syaikh Al-Fauzan sendiri pernah berfatwa saat ditanya, “Apakah menggunakan nama As-Salafiy dianggap membuat kelompok (hizbiyyah)?”. Syaikh Al-Fauzan -hafizhahullah- menjawab, Menggunakan nama As-Salafiy –jika sesuai hakekatnya-, tak mengapa. Adapun jika hanya sekedar pengakuan, maka tidak boleh baginya menggunakan nama As-Salafiy, sedang ia bukan di atas manhaj Salaf. Maka orang-orang Al-Asy’ariyyah -contohnya- berkata, “Kami adalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah”. Ini tak benar, karena pemahaman yang mereka pijaki bukanlah manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Demikian pula orang-orang Mu’tazilah menamai diri mereka dengan Al-Muwahhidin (orang-orang bertauhid). Read the rest of this entry »