طبيب الطب النبوي Dokter Pengobatan Nabawi

Islam, Hukum, Sholat, Tatacara

Posts Tagged ‘hukum muludan

KUPAS TUNTAS HUKUM PERAYAAN MAULID NABI : Pro dan Kontra, Bantahan serta Argumen yang Rinci serta Ilmiah

with 14 comments


بسم الله الرحمن الرحيم

Setiap tanggal 12 Rabi’ul awwal pada umumnya kalender yang terbitan (percetakan) Indonesia ditandai dengan warna merah–umumnya warna merah pada kalender ini banyak orang yang senang dibuatnya–yang menandakan telah terjadinya suatu peristiwa bersejarah. bagi kaum Muslimin peristiwa itu tidak asing lagi, yakni hari dan bulan dilahirkannya seorang yang terpilih, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Al Imam Ibnu Katsir menyebutkan bahwa yang pertama kali mengadakan peringatan maulid Nabi adalah para raja kerajaan Fathimiyyah -Al ‘Ubaidiyyah yang dinasabkan kepada ‘Ubaidullah bin Maimun Al Qaddah Al Yahudi- mereka berkuasa di Mesir sejak tahun 357 H hingga 567 H. Para raja Fathimiyyah ini beragama Syi’ah Isma’iliyyah Rafidhiyyah. (Al Bidayah Wan Nihayah 11/172). Demikian pula yang dinyatakan oleh Al Miqrizi dalam kitabnya Al Mawaa’izh Wal I’tibar 1/490. (Lihat Ash Shufiyyah karya Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu hal. 43)

Bagaimana sesungguhnya Hukum Perayaan Maulid Nabi tersebut, Buku yang telah terbit ini adalah jawabannya :

Cover depan

Studi Kritis Perayaan Maulid Nabi
-shallallahu alaihi wasallam-

Sinopsis:
Perayaan Maulid Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bisa dikatakan sebagai ritual tahunan yang telah dilaksanakan turun temurun, generasi ke generasi di hampir seluruh negeri kaum muslimin. Dia dijadikan lambang oleh kebanyakan mereka dari kecintaan terhadap Rasulullah Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wasallam. Akan tetapi, pernahkah terbetik di dalam hati kita untuk mengadakan studi dan penelitian tentang asal muasal munculnya perayaan ini? Pernahkah kita mempertimbangkan ucapan sebagian orang yang menyatakan bid’ahnya maulid? Ataukah kita serta merta langsung menyalahkan ucapan tersebut tanpa melihat dalil-dalil dari pihak yang pro dan kontra terhadapnya? Tentunya sikap yang kedua ini bukanlah sikap yang adil bahkan merupakan kecurangan, baik dari sisi akal, terlebih lagi dari sisi syariat.

Buku yang insya Allah akan segera terbit ini, diharapkan bisa menjadi penuntun bagi setiap orang yang menginginkan kebenaran dalam masalah hukum perayaan maulid. Insya Allah akan menjadi bahan studi bagi setiap orang yang mau bersikap adil dan obyektif dalam menilai perayaan ini. Akan menjadi hujjah yang kuat bagi yang kontra terhadapnya dan akan menjadi penentang yang tegas bagi yang pro terhadapnya.

Isi buku secara umum terbagi menjadi dua bahagian besar, yaitu: Pendahuluan dan Inti Pembahasan. Dalam Pendahuluan dibahas beberapa dasar masalah penting, yang sebenarnya setiap bab dalam pendahuluan ini merupakan bantahan bagi dalil-dalil pihak yang pro kepada perayaan maulid. Sebut saja di antaranya: Taklid kepada mayoritas umat Islam, adanya bid’ah hasanah, maulid merupakan sarana untuk bershalawat dan mencintai Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam dan seterusnya. Adapun inti pembahasan, maka disini merupakan tempat beradu argumen antara pihak yang pro dan yang kontra, serta tempat untuk memisahkan antara yang hak dan yang batil.

Kesimpulan dari bab-bab dalam inti pembahasan ini antara lain: Maulid pertama kali dirayakan oleh kelompok yang lebih kafir daripada Yahudi dan Nashara, membantah secara lengkap dan meluas 22 dalil pihak yang pro kepadanya serta 24 kemungkaran besar yang terjadi di tengah-tengah perayaan maulid, dan juga tentu saja nukilan dari sekitar 50 ulama salaf baik yang dahulu maupun yang belakangan yang memvonis perayaan ini sebagai amalan yang melenceng dari tuntunan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam. Read the rest of this entry »