طبيب الطب النبوي Dokter Pengobatan Nabawi

Islam, Hukum, Sholat, Tatacara

Posts Tagged ‘tema ospek

Mengungkap Kedzaliman DIKTATOR PENDIDIKAN: OSPEK, MAPTA, MAPRAM, MOS & PERPELONCOAN adalah Kegilaan yang Terlembaga, Ulah Para Pemilik Logika yang Tidak Beres & Psikologi yang Menyimpang

with 9 comments


Ajang Ekspresi Impulsi Kekerasan dan Jati Diri Praksis Pendidikan

OSPEK atau Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus merupakan program khusus bagi mahasiswa baru sebelum masuk kampus untuk mengenyam pendidikan. Selain OSPEK untuk kampus, terdapat juga Ospek Jurusan (Osjur) yang menjadi program untuk menerima anggota baru dalam Ikatan/Himpunan Mahasiswa setiap jurusan. Apa yang sebenarnya menjadi alasan para senior mengerjai junior sampai sebegitu parahnya?

Motif klasik adalah ‘balas dendam’, mengerjai junior adalah kesempatan untuk balas dendam atas perbuatan yang dilakukan para senior pada tahun sebelumnya. Tentunya motif semacam ini tidak akan dapat diterima oleh siapapun. Tetapi selain itu ada juga yang dengan berbusa-busa mencari-cari pembenaran atas kegiatan semacam ini. Alasannya bisa bermacam-macam, mulai dari menjalin kebersamaan, propaganda ke arah yang baik sampai dengan memupuk kedisiplinan. Tetapi yang jelas saya melihat tidak ada korelasi antara tujuan mulia yang ingin dicapai dengan kejadian yang saya lihat di lapangan.

Kekerasan seperti ini sudah terjadi secara tradisional dan turun temurun. Sebelum memasuki suatu sistem yang mendukung kekerasan kemungkinan besar para peserta bukanlah orang-orang yang mendukung kekerasan itu sendiri. Tetapi ketika memasuki sistem, peserta terpengaruh dengan nilai yang ada dalam sistem itu sendiri.

Selain itu mungkin beberapa acara orientasi tidak direncanakan dalam bentuk kekerasan, tetapi kenyataan yang terjadi di lapangan tidak seperti yang direncanakan. Kemungkinan besar hal ini disebabkan oleh psikologi orang yang berkumpul (crowd psychology). Teori contagion mengatakan bahwa kumpulan orang-orang secara hipnotis mempengaruhi anggota-anggotanya secara individu. Orang-orang tersebut menganggap kumpulan mereka sebagai perisai sehingga mereka meninggalkan tanggungjawab mereka sebagai individu masing-masing dan mengikuti emosi kumpulan orang secara keseluruhan. Hasilnya, kumpulan orang-orang tersebut seakan-akan mengajak anggota-anggotanya untuk menjurus kepada aksi-aksi brutal. Read the rest of this entry »

Written by أبو هـنـاء ألفردان |dr.Abu Hana

July 19, 2010 at 00:14