طبيب الطب النبوي Dokter Pengobatan Nabawi

Islam, Hukum, Sholat, Tatacara

TANYA JAWAB 02 : – Keutamaan Surat al-Fatihah, – Mengaku Perjaka untuk Poligami, Hukum Mihrab, – Istri Menolak Jima’ dengan Suami, – Membaca al-Qur’an atau Dzikrus Shabah pada Bulan Ramadhan?, – Ukuran Tuma’ninah dalam Shalat, – Hukum Pergi ke Pantai, – Darah Nyamuk & Waktu Shalat Fajar, – Qunut Witir, – Pakaian Terkena Najis yang Langsung Dijemur, – Syafaat untuk Firqah Sesat, – Shaf di Antara Tiang, – Tata Cara Doa Qunut, – Fungsi Ucapan “Wallahu a’lam”, – Posisi Duduk Saat Berdoa, – Takaran Zakat Fitrah, – Berdoa Setelah Shalat Fardhu, – Waktu Shalat Dzuhur bagi Wanita pada Hari Jum’at, – Kurban dan Akikah bagi Orang yang Sudah Mati, – Maksud Hadits ‘Tidak Menjaga dari Air Seni’

leave a comment »


TANYA JAWAB 02 :  – Keutamaan Surat al-Fatihah, – Mengaku Perjaka untuk Poligami,  Hukum Mihrab, – Istri Menolak Jima’ dengan Suami, – Membaca al-Qur’an atau Dzikrus Shabah pada Bulan Ramadhan?, – Ukuran Tuma’ninah dalam Shalat, – Hukum Pergi ke Pantai, – Darah Nyamuk & Waktu Shalat Fajar, – Qunut Witir, – Pakaian Terkena Najis yang Langsung Dijemur, – Syafaat untuk Firqah Sesat, – Shaf di Antara Tiang, – Tata Cara Doa Qunut, – Fungsi Ucapan “Wallahu a’lam”, – Posisi Duduk Saat Berdoa, – Takaran Zakat Fitrah, – Berdoa Setelah Shalat Fardhu, – Waktu Shalat Dzuhur bagi Wanita pada Hari Jum’at, – Kurban dan Akikah bagi Orang yang Sudah Mati, – Maksud Hadits ‘Tidak Menjaga dari Air Seni’

Dijawab oleh: al-Ustadz Qomar Suaidi

Keutamaan Surat al-Fatihah

T: Mengapa saat kita melakukan suatu hal harus membaca basmalah? Mengapa setiap shalat dan membaca al-Qur’an harus diawali dengan surat al-Fatihah? (085640xxxxxx)

J: Membaca basmalah memiliki kandungan ‘memohon pertolongan kepada-Nya’.

Membaca al-Qur’an tidak harus didahului dengan al-Fatihah. Adapun di dalam shalat, al-Fatihah didahulukan karena hukumnya termasuk rukun shalat; sedangkan surat lain itu hukumnya sunnah.

Mengaku Perjaka untuk Poligami

T: Apakah dibenarkan berpoligami disertai dengan berdusta untuk menjaga legalitas hukum di negara? Misal, untuk membuat surat nikah dengan mengaku-aku masih perjaka. (082127xxxxxx)

J: Hendaknya tetap jujur, insya Allah ada jalan.

Hukum Mihrab

T: Apakah mihrab adalah bid’ah ataukah al-mashlahatul mursalah? (081520xxxxxx)

J: Bid’ah, menurut pendapat yang rajih. Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam dan para sahabat tidak pernah membuatnya padahal mereka sangat mampu untuk membuatnya. Alasan di masa kini untuk membuatnya, bisa juga dilontarkan di masa dahulu, namun hal itu tidak membuat mereka lantas membuat mihrab. Bahkan, Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan, “Hati-hati dari mihrab-mihrab ini.”

Adapun shalat di dalamnya, sebagian ulama membolehkan, apalagi dalam kondisi tertentu ketika dibutuhkan.

Istri Menolak Jima’ dengan Suami

T: Bolehkah seorang istri menolak keinginan suami untuk berjima’ saat si istri sedang kurang sehat, sedangkan suami sangat berhasrat untuk melakukannya? (082135xxxxxx)

J: Kalau hal tersebut bermudharat terhadap istri, suami tidak boleh memaksa, sedangkan istri boleh menolak apabila memang tidak mampu melayani. Akan tetapi, kalau masih mampu melayani dan tidak bermudharat, jangan menolak. Atau solusi lain, dibolehkan masturbasi dengan tangan istri.

Membaca al-Qur’an atau Dzikrus Shabah pada Bulan Ramadhan?

T: Manakah yang lebih utama di bulan Ramadhan, membaca al-Qur’an atau dzikrus shabah (zikir pagi) bila tidak memungkinkan untuk melaksanakan keduanya? (087757xxxxxx)

J: Dzikrus shabah.

Ukuran Tuma’ninah dalam Shalat

T: Berapa lama ukuran tuma’ninah dalam shalat? Apakah setiap selesai membaca wirid shalat harus berhenti/diam sebelum melakukan gerakan berikutnya? (081390xxxxxx)

J: Tuma’ninah, berhenti dengan sempurna baru membaca bacaan yang paling minimal. Ini ukuran minimal tuma’ninah, semakin lama berarti semakin tuma’ninah.

Hukum Pergi ke Pantai

T: Bolehkah kita pergi ke kebun binatang/pantai? Apakah hal tersebut termasuk maksiat? (087738xxxxxx)

J: Boleh, dengan menjaga diri dari maksiat. Pilih waktu dan tempat yang mendukung minimnya maksiat, misalnya di waktu sepi.

Darah Nyamuk & Waktu Shalat Fajar

T: Apakah termasuk najis apabila darah nyamuk mengenai bagian tubuh kita? Kapan waktunya shalat sunnah fajar? (085868xxxxxx)

J: Darah nyamuk tidak najis, sedangkan shalat sunnah fajar = qabliyah subuh. Jadi, waktunya setelah masuk subuh.

Qunut Witir

T: Bagaimana hukum qunut witir? Apakah dilakukan secara berjamaah atau sendiri-sendiri? (081541xxxxxx)

J: Qunut witir dilakukan secara berjamaah jika dalam shalat jamaah witir.

Pakaian Terkena Najis yang Langsung Dijemur

T: Apakah pakaian yang terkena najis (misal air kencing) yang tidak dicuci dan hanya dijemur sampai kering sudah dianggap suci? (085728xxxxxx)

J: Pakaian tersebut belum suci karena biasanya bau najis tersebut masih ada.

Syafaat untuk Firqah Sesat

T: Apakah firqah sesat juga akan mendapatkan syafaat di akhirat kelak? Bukankah syafaat rasul itu tidak untuk pelaku dosa-dosa besar? (085736xxxxxx)

J: Perorangan dari firqah sesat bisa jadi termasuk orang yang tidak mendapatkannya, terutama firqah yang mengingkari syafaat. Akan tetapi, mungkin saja ada yang mendapatkannya. Allah Yang Mahatahu.

Pertanyaan kedua kami anggap kurang tepat karena syafaat Rasul shallallahu ‘alaihi wassalam justru banyak diperuntukkan bagi pelaku dosa besar.

Shaf di Antara Tiang

T: Bagaimana hukumnya shalat berjamaah sedangkan shaf berada di antara tiang? (085654xxxxxx)

J: Shaf antara dua tiang dalam jamaah tidak diperbolehkan selain dalam keadaan darurat, misalkan karena penuh.

Tata Cara Doa Qunut

T: Ketika melakukan doa qunut witir, apakah disunnahkan mengangkat tangan kita? Bolehkah makmum mengamininya dengan jahr? (085221xxxxxx)

J: Saat doa qunut witir/nazilah mengangkat tangan dan boleh diaminkan dengan jahr. Wallahu a’lam.

Fungsi Ucapan “Wallahu a’lam”

T: Mohon dijelaskan maksud dan fungsi dibubuhkannya kata ‘wallahu a’lam’ di setiap akhir penulisan artikel. Mengingat banyak sebagian pembaca yang menyangkanya sebagai hal yang mengandung keraguan terhadap kebenaran argumen/artikel yang ditulis. (08978xxxxx)

J: Ucapan “wallahu a’lam” pada akhir rubrik bukan karena keraguan terhadap isinya. Hal itu adalah salah satu bentuk sikap tawadhu’ karena bagaimanapun ilmu kita, Allah Subhanallahu wa Ta’ala lebih mengetahui.

Posisi Duduk Saat Berdoa

T: Bagaimana posisi duduk saat berdoa yang sesuai sunnah? (085735xxxxxx)

J: Duduk saat berdoa tidak ada ketentuan tata caranya. Yang penting sopan dan baik.

Takaran Zakat Fitrah

T: Berapa jumlah takaran zakat fitrah yang tepat? Karena fatwa Hai’ah Kibaril Ulama’ menyatakan bahwa untuk konversi jumlah takaran zakat per sha’ adalah 3 kg, sedangkan biasanya hanya 2,5 kg sudah dianggap cukup. (085643xxxxxx)

J: Ya, menurut Lajnah Daimah 1 sha’ = 3 kg, tetapi menurut asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin 2,04 kg. Adapun dalam buku “Ukuran ash-Sha’ antara Timbangan Dahulu dan Sekarang” (edisi bahasa Arab) disebutkan bahwa ukurannya 2,035 kg. Insya Allah antara itu sudah sah karena memang tidak ada ketentuan secara pasti.

Berdoa Setelah Shalat Fardhu

T: Apakah boleh berdoa setelah shalat fardhu? Mengingat dalam sunnah, setelah shalat fardhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam hanya berzikir. (03317xxxxxx)

J: Setelah shalat fardhu ada doa-doa yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam, tetapi tidak dilakukan secara berjamaah.

Waktu Shalat Dzuhur bagi Wanita pada Hari Jum’at

T: Kapankah waktu yang disyariatkan bagi wanita untuk menunaikan shalat dzuhur pada hari Jum’at? Ada yang mengharuskan seusai para laki-laki shalat Jum’at, namun ada yang mengatakan tidak mengapa bersamaan dengan berlangsungnya shalat Jum’at. (081358xxxxxx)

J: Selama sudah memasuki waktu dzuhur, maka diperbolehkan shalat tanpa menunggu shalat Jum’at selesai.

Kurban dan Akikah bagi Orang yang Sudah Mati

T: Bolehkah orang yang sudah mati berkurban atau akikah (mengakikahi dirinya dengan wasiat)? (085797xxxxxx)

J: Akikah untuk orang yang telah mati diperbolehkan, sedangkan kurban boleh bila berwasiat, atau secara otomatis masuk ke keluarga orang yang berkurban.

Maksud Hadits ‘Tidak Menjaga dari Air Seni’

T: Apakah yang dimaksud dengan ‘tidak menjaga dari air seni’ dalam sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wassalam yang menyebutkan bahwa ada dua golongan yang mendapatkan siksa kubur? (085328xxxxxx)

J: Azab kubur karena tidak menjaga dari cipratan air seninya atau tidak membersihkannya.

Sumber: Majalah Asy Syariah no. 76/VII/1432 H/2011, rubrik Tanya Jawab Ringkas.

Bagaimana menurut Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s