طبيب الطب النبوي Dokter Pengobatan Nabawi

Islam, Hukum, Sholat, Tatacara

NIKAH KARENA BERZINA : Apakah ayah biologis tersebut masih dikatakan mahrom baginya atau sudah bukan lagi? Bagaimana hukum perwaliannya ketika menikah?

leave a comment »


Apakah anak wanita dari zina merupakan mahram bagi ayahnya? Bagaimana hukum perwaliannya ketika menikah?

Tanya:
Bismillah, assalamu ‘alaykum. Afwan ustadz, ana mau bertanya tentang kedudukan mahrom. 


“Ada seorang akhwat lahir dari hasil zina, dimana orang tuanya menikah saat akhwat masih dalam kandungan. Akhwat tersebut, sekarang telah menikah, dengan wali hakim bukan dengan ayah biologisnya karena khawatir nikahnya tidak sah. Dan sekarang, orang tua akhwat tersebut telah bercerai. Akan tetapi, ayah biologisnya masih sering mengunjungi sang akhwat”. 
Pertanyaan ana ustadz: Apakah ayah biologis akhwat tersebut masih dikatakan mahrom baginya atau sudah bukan lagi? Dan apakah sudah tepat cara akhwat tersebut memakai wali hakim dalam pernikahannya atas kekhawtirannya?
Jazaakallahu khoiran katsiran
(Ummu Ahmad Gorontalo).

Jawab:
Ayah biologis itu bukan mahramnya. Adapun nikahnya melalui wali hakim, jika tidak ada wali dari kerabat, maka menggunakan wali hakim.

Tanya:
Afwan ustadz, kalo ayah biologisnya sudah nikah dengan ibu anak itu apa tidak sama hukumnya dengan ayah tiri? Yang dia itu mahram kalau sudah duhul dengan ibunya. Jazaakallah khairan.

Jawab:
Ayah biologis tersebut meskipun disebut ayah biologis, namun secara syar’i, dia tidak disebut ayah. Karena dia lahir dari hasil perzinaan. Sehingga pada hakekatnya, itu bukan ayahnya secara syar’i. Meskipun dari sisi biologis, iya. Namun dia tidak ada sangkut pautnya dalam hal harta, warisan, perwalian, maka ayah biologis tersebut tidak berhak untuk menikahkan anaknya tersebut, karena bukan ayahnya. Tidak termasuk kategori ayah secara syar’i.

Sehingga apabila anak tersebut tidak memiliki ahli waris yang lain, tidak memiliki wali yang lain. Misalnya mungkin dari pihak ibunya ada saudara laki-laki. Maka apabila sudah tidak ada lagi ahli waris yang lain, tidak ada wali yang lain, diperbolehkan paman dari ibu untuk diangkat sebagai wali.

Namun kalau itu semua tidak ada, saudara juga tidak ada, saudara laki-laki, maka wali hakim. Itu sudah benar, dengan menggunakan wali hakim. Adapun ayah biologisnya tersebut, tidak berhak untuk menikahkan. Apakah itu mahramnya? Asalnya bukan mahramnya, kecuali kalau yang dimaksud di sini bahwa ayah biologisnya tersebut yang menikahi ibunya. Ayah biologisnya itu yang menikahi ibunya. Sehingga ayahnya tersebut, statusnya sebagai suami dari ibunya.

Maka dia mahram dari sisi itu adalah suami ibunya. Namun tidak berhak untuk dijadikan sebagai wali, karena dia tidak termasuk ke dalam wali yang diperbolehkan untuk menikahkan anak dari istrinya (menikahkan akhwat tersebut).

Ya memang betul, tapi dia tidak termasuk wali. Sehingga yang ditanyakan atau inti dari pertanyaan bahwa dia menikah dengan wali hakim itu sudah benar. Apabila memang dia tidak memiliki wali dari keluarganya yang lain.

Wallahu Ta’ala A’lam

Download Audio disini

Sumber : http://tanyajawabringkas.blogspot.com/2013_06_01_archive.html

Written by أبو هـنـاء ألفردان |dr.Abu Hana

January 26, 2014 at 10:31

Bagaimana menurut Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s