طبيب الطب النبوي Dokter Pengobatan Nabawi

Islam, Hukum, Sholat, Tatacara

PENJELASAN “HUKUM ASURANSI KARYAWAN/ JAMSOSTEK” MENURUT ISLAM

leave a comment »


Bolehkah Menggunakan Asuransi yang di berikan Perusahaan?

Al Ustadz Muhammad Sholehudin Hafizhahullah

 

a hukum jamsostek menurut islamBismillah

afwan mau tanya,di perusahaan ana ada asuransi kesehatan untuk karyawan,tiap karyawan mendapat kartu asuransi tersebut.klo kita sakit dan mnggunakan kartu tersebut maka biaya pengobatan dapat di claim dan di ganti oleh perusahaan,prtnyaan’a boleh tidak kita gunakan asuransi tersebut?

jazaakalloh khoiron

Jawaban Al Ustadz Muhammad Sholehudin Hafizhahullah

Bismillah. Yg perlu diketahui soal asuransi adalah pembagian dan hukum dari masing²nya.
Asuransi terbagi menjadi 2:


1. Asuransi yg bersifat bantuan atau yg dikenal dgn istilah تأمين تعاوني atau تأمين تبادلي, 

yaitu berkumpulnya beberapa org demi menanggulangi bencana dimana masing² memberikan atau mengumpulkan sejumlah harta yg telah disepakati besarnya baik perbulan maupun pertahun demi menangani keuangan org yg tertimpa bencana atau semisalnya dimana apabila bertambahnya anggota dan mendapatkan kelebihan dari nilai yg dikeluarkan maka masing² anggota mendapatkan hal pengembalian dari sisa penggunaan dana tsb, namun jika terjadi kekurangan dari pembiayaan sebuah claim maka masing² anggota asuransi dituntut utk dapat menutupinya terkait dgn kekurangan tsb.

 

Yg pada intinya tujuan mereka adalah utk membantu diantara anggota yg mengalami kesulitan finansial dan tdk ada unsur mengambil keuntungan dr perkumpulan mereka ini.
Gambarannya: pemerintah membuka biro asuransi yg bertujuan utk meng cover pembiayaan atas sebuah claim dr musibah yg dialami oleh pegawai dan para petugas negara. Dn dlm hal ini pemerintah tdk bertujuan mengambil keuntungan, sehingga asuransi ini juga terkadang diistilahkan dgn تأمين إجتماعي. Demikian halnya dgn lembaga² non profit.
2. Asuransi perniagaan atau diistilahkan dgn تأمين تجاري.

Yaitu sebuah akad yg mengharuskan bagi pihak asuransi utk memberikan sebuah claim ganti rugi atau sebuah kasus atau bencana yg dialami oleh nasabah dimana dipersyaratkan bagi nasabah utk menyetorkan sejumlah harta baik secara langsung maupaun berkala atau berjenjang sebagai penggantian dari claim suatu kejadian kpd pihak biro asuransi.

Hukumnya: dalam hal ini para ulama berbeda pendapat dari kalangan ulama kontemporer -krn masalah ini adalah permasalahan yg baru muncul di zaman ini- menjadi 2 kelompok:

1. membolehkan secara mutlak kedua jenis asuransi tsb. Dan org yg pertama kali membolehkannya wallohu a’lam- adalah syaikh Musthofa az-zarqo di dalam “Nizhom at-ta’min” hal. 27.
2. Mengharamkan bentuk asuransi niaga / تأمين تجاري dan membolehkan asuransi gotong royong / تأمين تعاوني. Dan pendapat ini adalah pendapatnya kebanyakan fuqoha zaman sekarang, dan ini yg dikuatkan oleh lajnah daimah wal ifta pada jilid 15. Dan ini yg rojih insya Alloh.

Wallohu a’lam.

Kesimpulan: boleh bagi karyawan untuk menggunakan jasa jamkestek atau semisalnya. Wallohu a’lam.

Sumber : Grup WSI

Written by أبو هـنـاء ألفردان |dr.Abu Hana

April 3, 2014 at 10:44

Bagaimana menurut Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s