طبيب الطب النبوي Dokter Pengobatan Nabawi

Islam, Hukum, Sholat, Tatacara

Posts Tagged ‘manhaj salaf

TEROR BOM MERAJALELA : ISLAH (MEMPERBAIKI) ATAU IFSAD (MERUSAK)?

with 2 comments


TEROR  BOM  ISLAH ATAU IFSAD?

Al-Ustadz Muhammad Umar Assewed

 

Teror bom yang terjadi di banyak negara di dunia, demikian pula di Indonesia seringkali dilatarbelakangi oleh semangat para pemuda yang berkeinginan memperbaiki keadaan (islah), apakah dari segi politik, atau dari segi agama.

Alasan teror yang dilakukan para politikus dari pihak oposisi yang ingin merubah keadaan politik atau pun teror para pemuda muslim yang –katanya ingin menegakkan negara Islam—adalah sama.  Semuanya menganggap perbuatan mereka adalah islah. Padahal ternyata terbukti lebih banyak merusak  (ifsad) daripada memperbaiki.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam risalah khutbahnya yang berjudul at-Tafjiir wal Irhaab Islah au Ifsad? (Peledakan dan teror memperbaiki atau merusak?) menyebutkan be-berapa kerusakan yang ditimbulkan oleh praktek teror tersebut. Beliau رحمه الله berkata: “Tidak ragu lagi bahwa praktek teror merupakan perbuatan jelek yang menimbulkan berbagai kerusakan yang banyak, di antaranya: Read the rest of this entry »

Advertisement

Written by أبو هـنـاء ألفردان |dr.Abu Hana

March 19, 2011 at 11:03

Tanya Jawab Dengan Salafy : Apa itu Salafy?

leave a comment »


graphic1

Allah telah menamai kita muslim, kenapa harus menisbahkan diri kita pada Salaf. Al Imam Al Albani menjawab dalam diskusinya dengan seseorang (Abdul Halim Abu Syakkah), yang direkam dalam kasetnya yang berjudul “Saya seorang Salafy”, dan inilah sebagian hal yang penting dari diskusi itu:

Syaikh Al Albani : “Jika dikatakan padamu, apa madzhabmu, maka apa jawabanmu?”

Penanya : “Muslim

Syaikh Al Albani : “Ini tidaklah cukup

Penanya : “Allah telah menamai kita dengan muslim (kemudian dia membaca firman Allah), “Dialah yang telah menamai kalian orang-orang muslim dari dahulu” (Al Hajj 78)’”

Syaikh Al Albani : “Ini merupakan jawaban yang tepat, jika kita berada disaat Islam itu pertama kali muncul, sebelum firqah-firqah bermunculan dan menyebar. Tapi jika ditanyakan, pada saat ini, pada setiap muslim dari berbagai macam firqah yang berbeda dengan kita dalam masalah aqidah, maka jawabannya tidaklah jauh dari kalimat ini. Mereka semua, seperti Syi’ah Rafidlah, Khariji, Nusayri Alawi, akan berkata ‘Saya muslim’. Sehingga penyebutan “muslim” (saja) tidak cukup pada saat ini.”

Penanya : “Kalau begitu, (saya akan berkata) saya adalah Muslim berdasarkan pada Al Qur’an dan As Sunnah

Syaikh Al Albani : “Ini juga tidak cukup

Penanya : “Kenapa?”

Syaikh Al Albani : “Apakah kamu menemukan dari mereka yang telah kita sebutkan tadi, akan mengatakan ,’kami adalah adalah muslim yang tidak berdasarkan pada Al Qur’an dan As Sunnah?’ atau seorang dari mereka berkata “Saya seorang Muslim tetapi tidak berdasarkan pada Al Qur’an dan As Sunnah?”

Maka selanjutnya Syaikh Al Albani menjelaskan dengan jelas akan pentingnya berada di atas Al Qur’an dan As Sunnah dan memahami di atas cahaya (pemahaman) Salafush Shalih (pendahulu yang sholih).

Penanya : “Kalau begitu, saya akan menyatakan bahwa saya adalah muslim yang berdasarkan pada Al Qur’an dan As Sunnah dengan mengikuti pemahaman Salafus Shalih

Syaikh Al Albani : “Jika seseorang bertanya padamu tentang madzhabmu, apakah ini yang akan kamu katakan?” Read the rest of this entry »

Written by أبو هـنـاء ألفردان |dr.Abu Hana

March 31, 2009 at 05:54