طبيب الطب النبوي Dokter Pengobatan Nabawi

Islam, Hukum, Sholat, Tatacara

Posts Tagged ‘mauludan

TANYA JAWAB MAULID NABI : Bukti Kecintaan Terhadap Rosulullah ? Apakah Seperti Nasrani yang Memperingati Lahirnya Yesus (NATAL) ?

with 3 comments


Mereka Bertanya Tentang Maulid Nabi (2)

Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed

 

Ustadz-ustadz kami mengatakan bahwa memperingati Maulid Nabi merupakan bukti kecintaan terhadap Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam….

Cinta kepada Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam dan juga cinta Kepada Allah Subhanahu Wata’ala dibuktikan dengan ittiba’ (mengikuti ajarannya) bukan dengan ibtida’(mengada-adakan kebid’ahan). Allah berfirman (yang artinya),

“Katakanlah (Wahai Nabi): “Jika kalian benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku. Niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Ali Imran:31)

Demikian juga cinta kepada Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam dibuktikan dengan mendudukkan beliau kepada kedudukannya yang mulia sebagai panutan, ikutan, dan teladan yang kita jadikan contoh, bukan mengangkatnya secara berlebihan dan melampaui batas dengan memberikan sifat-sifat ketuhanan kepada beliau. Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda (yang artinya),

“Jangan kalian puji aku berlebihan sebagaimana kaum Nashara memuji Isa bin Maryam. Hanya saja aku ini adalah hamba Allah, maka katakanlah, “Hamba Allah dan Rasul-Nya””(Hadits riwayat Bukhari)

Memuji dengan berlebihan seperti kaum Nashara adalah dengan menjadikan tuhan, atau anak tuhan atau “satu yang tiga, tiga yang satu”. Yakni memberikan sifat-sifat ketuhanan kepada Isa Alaihis Salam.

Dan juga Allah berfirman (yang artinya), Read the rest of this entry »

Written by أبو هـنـاء ألفردان |dr.Abu Hana

February 12, 2011 at 03:22

Tidakkah Peringatan Maulid Nabi ini Termasuk Bid’ah Hasanah? Bagaimanakah dengan para sahabat Nabi, apakah mereka memperingati hari kelahiran seorang yang paling mereka cintai ini?

with 5 comments


Peringatan Maulid Nabi Dalam Timbangan Islam

Tim Redaksi Assalafy.org
Sejarah Peringatan Hari Maulid Nabi Bulan Rabi’ul Awwal dikenang oleh kaum muslimin sebagai bulan maulid Nabi, karena pada bulan itulah, tepatnya pada hari senin tanggal 12, junjungan kita nabi besar Muhammad dilahirkan, menurut pendapat jumhur ulama. Mayoritas kaum muslimin pun beramai-ramai memperingatinya karena terdorong rasa mahabbah (kecintaan) kepada beliau, dengan suatu keyakinan bahwa ini adalah bagian dari hari raya Islam, bahkan terkategorikan sebagai amal ibadah mulia yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Lalu sejak kapankah peringatan ini diadakan?
Al Imam Ibnu Katsir menyebutkan bahwa yang pertama kali mengadakan peringatan maulid Nabi adalah para raja kerajaan Fathimiyyah -Al ‘Ubaidiyyah yang dinasabkan kepada ‘Ubaidullah bin Maimun Al Qaddah Al Yahudi– mereka berkuasa di Mesir sejak tahun 357 H hingga 567 H. Para raja Fathimiyyah ini beragama Syi’ah Isma’iliyyah Rafidhiyyah. (Al Bidayah Wan Nihayah 11/172). Demikian pula yang dinyatakan oleh Al Miqrizi dalam kitabnya Al Mawaa’izh Wal I’tibar 1/490. (Lihat Ash Shufiyyah karya Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu hal. 43)
Adapun Asy Syaikh Ali Mahfuzh maka beliau berkata: “Di antara pakar sejarah ada yang menilai, bahwa yang pertama kali mengadakan peringatan maulid Nabi ialah para raja kerajaan Fathimiyyah di Kairo, pada abad ke-4 H. Mereka menyelenggarakan enam perayaan maulid, yaitu maulid Nabi, maulid Imam Ali Radhiyallahu ‘Anhu, maulid Sayyidah Fathimah Az Zahra, maulid Al Hasan dan Al Husain, dan maulid raja yang sedang berkuasa. Perayaan-perayaan tersebut terus berlangsung dengan berbagai modelnya, hingga akhirnya dilarang pada masa Raja Al Afdhal bin Amirul Juyusy. Namun kemudian dihidupkan kembali pada masa Al Hakim bin Amrullah pada tahun 524 H, setelah hampir dilupakan orang. (Al Ibda’ Fi Mazhahiril Ibtida’ , hal. 126)

Hukum Memperingati Maulid Nabi
Hari kelahiran Nabi mempunyai keutamaan di sisi Allah. Berkata Ibnu Qayyim Al Jauziyyah: “Nabi Muhammad dilahirkan pada tahun gajah. Peristiwa ini (yakni dihancurkannya tentara bergajah yang dipimpin oleh Abrahah ketika hendak menyerang Ka’bah) adalah sebagai bentuk pemuliaan Allah kepada Nabi-Nya dan Baitullah Ka’bah.” (Zaadul Ma’ad: 1/74) Read the rest of this entry »

Written by أبو هـنـاء ألفردان |dr.Abu Hana

February 25, 2010 at 04:43

TANYA JAWAB MAULID NABI : Bukankah itu Bid’ah Hasanah Seperti halnya mobil,mikrofon,dll? Apakah Salah jika Kami Berdzikir, Bershalawat dan Mengenang Jasa-jasa Beliau?

with 19 comments


Mereka Bertanya Tentang Maulid Nabi (1)

Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed

Pada bulan Rabiul Awal ini, ada satu acara ritual tahunan yang biasa dilakukan oleh sebagian kaum muslimin, yaitu Maulid Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wasallam. Kali ini kami coba sampaikan beberapa tanya jawab seputar acara ritual yang seakan-akan menjadi kewajiban untuk dilaksanakan setiap tahunnya ini. Mereka bertanya tentang masalah-masalah tersebut sebagai berikut:

Apa hukum peringatan Maulid Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wasallam?

Peringatan Maulid adalah perkara bid’ah. Acara ini tidak pernah dikerjakan oleh shahabat radhiyallahu ‘anhum dan Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam tidak pernah mengajarkannya. Sedangkan dalam masalah syariat agama ini, kita tidak bisa membuat cara ibadah sendiri, atau menguranginya dan menambahnya dengan cara-cara ibadah yang baru.

Diriwayatkan oleh Aisyah, Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda (yang artinya), “Barangsiapa mengada-adakan dalam urusan kami ini sesuatu yang tidak pernah ada daripadanya, maka hal itu tertolak.” (Mutafaqun ‘Alaih)

Dalam riwayat yang lain Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda (yang artinya), “Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak pernah ada perintah kami padanya, maka hal itu tertolak.” (Hadits Riwayat Bukhary Muslim) Read the rest of this entry »

Written by أبو هـنـاء ألفردان |dr.Abu Hana

February 22, 2010 at 04:10