طبيب الطب النبوي Dokter Pengobatan Nabawi

Islam, Hukum, Sholat, Tatacara

Posts Tagged ‘Muhammad bin Abdul Wahhab

(BAGUS) DOWNLOAD TULISAN,TEKS KITAB TAUHID & PDF, TERJEMAH BAHASA INDONESIA LENGKAP DENGAN AUDIO KAJIAN MP3 “KITABUT TAUHID” ASY SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB AT-TAMIMI RAHIMAHULLAH

with 2 comments


(BAGUS) DOWNLOAD TULISAN,TEKS KITAB TAUHID & PDF, TERJEMAH BAHASA INDONESIA LENGKAP DENGAN AUDIO KAJIAN MP3 “KITABUT TAUHID” ASY SYAIKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB AT-TAMIMI RAHIMAHULLAH 

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Download Audio Pelajaran Kitab Tauhid

Karya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah

Dari Penjelasan Fadhilatus Syaikh Al-’Allamah Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan hafizhahullah dalam kitab beliau:

الملخص في شرح كتاب التوحيد

Al-Mulakhkhos fi Syarhi Kitabit Tauhid

[Ringkasan Penjelasan Kitab Tauhid]

Download Kitab: Link 1, Link 2, Link 3

Download Kajian:

PERTEMUAN PERTAMA: Muqoddimah Kitab Al-Mulakhhos fi Syarhi Kitabit Tauhid

Link: https://www.box.com/s/c4e4yms7db1qhk22s99w

Link Alternatif:

PERTEMUAN KEDUA: Hikmah Penciptaan Manusia (Bab 1 Dalil Ke-1)

Link: https://www.box.com/s/pzhknf1l7bv53o14hses

Link Alternatif:

PERTEMUAN KETIGA: Dakwah para Nabi dan Rasul ‘alaihimussalam (Bab 1 Dalil Ke-2)

Link: https://www.box.com/s/e2p1h99ppqiniokweoec

Link Alternatif:

Keterangan:

1. Link alternatif yang mungkin akan lebih memudahkan proses download insya Allah ta’ala menyusul.

2. Kitab Al-Mulakhkhos fi Syarhi Kitab Tauhid terdiri dari 67 Bab, insya Allah ta’ala akan kami upload kajiannya secara bertahap sesuai dengan jadwal ta’lim (setiap pekan).

===============================================

KITAB TAUHID كتاب التوحيد

للشيخ محمد بن عبد الوهاب

SYEKH MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB

Disusun Oleh Abu Amina Al Anshariy El Jawiy

 

Daftar Isi ……………………………………………………

Bab1:  Tauhid [ hakikat dan kedudukannya ] ……….

Bab2: Keistimewaan tauhid  dan dosa dosa yang diampuni karenanya ……………………….

Bab3: Mengamalkan tauhid dengan semurni murninya bisa menyebabkan masuk sorga tanpa hisab ……………….

Bab 4 : Takut kepada syirik …………………………………………

Bab 5 : Dakwah kepada syahadat “La Ilaha Illallah” ……………..

Bab 6 : Penjelasan tentang makna tauhid dan syahadat“La Ilaha Illallah”

Bab 7: Memakai gelang dan sejenisnya untuk menangkal bahaya adalah perbuatan syirik

Bab 8 : Ruqyah dan Tamimah ………………………………………

Bab 9: Minta berkah kepada pepohonan, bebatuan atau yang sejenisnya

Bab 10: Menyembelih binatang bukan karena Allah I …………

Bab 11:Menyembelih binatang karena Allah, dilarang dilakukan

di tempat penyembelihan yang bukan karena Allah Read the rest of this entry »

Advertisement

KERANCUAN SEJARAH WAHHABI : Sebuah kritik atas pertentangan memoar Hempher dalam Buku Catatan Harian Seorang Mata-Mata: Kisah Penyusupan Mata-Mata Inggris untuk Menghancurkan Islam

with 8 comments


Wahhabi dalam Sumber Sejarah

Oleh Rimbun Natamarga

 

Tanpa disadari banyak pihak, istilah Wahhabi atau Wahabi ternyata digunakan secara luas. Wahhabi bukan Arab Saudi. Atau, Wahhabi bukan sekedar ditujukan pada kelompok Salafi. Bukan pula terbatas hanya kepada Al-Qaeda dan Osama bin Laden.

Di Indonesia saja, kelompok-kelompok peledak bom, dari mulai kelompok Imam Samudra, Nurdin M. Top dan Dr. Azahari sampai kelompok Saifuddin Zuhri dikatakan sebagai orang-orang Wahhabi. Bahkan, Hizbut Tahrir Indonesia dan Partai Keadilan Sejahtera terkadang dikatakan publik sebagai kelompok Wahabi. Ini bagi yang jeli mengamati sejarah Islam kontemporer di Indonesia.

Sejatinya, istilah Wahhabi berasal dari pihak yang tidak menyukai Muhammad bin Abdil Wahhab, dakwah dan para pengikutnya. Pemilihan kata Wahhabi berdiri di atas dalih penghormatan mereka—orang-orang dari pihak yang tidak suka itu—terhadap Nabi Muhammad; mereka tidak mau menyandarkan julukan negatif untuk orang dan dakwah yang tidak mereka sukai kepada nama sosok yang justru mereka hormati (Nabi Muhammad). Sebab, seharusnya, kalau disandarkan gerakan Wahhabi kepada Muhammad bin Abdilwahhab, maka sebutannya adalah Muhammadi. Bukan Wahhabi.

Karena itu, adalah lumrah dalam tulisan-tulisan mereka, Muhammad bin Abdil Wahhab ditulis dengan kata ganti “Ibnu Abdil Wahhab,” “al-Wahhab,” “Abdul Wahhab” atau bahkan “Nejed.” Sepintas, bisa saja dikatakan bahwa penggunaan kata ganti yang seperti ini menuruti tradisi penulisan orang-orang Barat. Akan tetapi, kenyataan yang ada tidak seperti itu.

 

Dua Rujukan Umum

Secara umum, penelusuran tentang sejarah gerakan Muhammad bin Abdilwahab akan dimulai dari dua rujukan utama: Raudhatul Afkar wal Afham li Murtadi Hal Al-Imam wa Ghazawat Dzawil Islam yang juga dikenal dengan sebutan Tarikh Najd karya Husain bin Ghannam Al-Ahsai dan ‘Unwan Al-Majd fi Tarikh Najd karya Utsman bin Bisyr An-Najdi. Read the rest of this entry »

Written by أبو هـنـاء ألفردان |dr.Abu Hana

February 7, 2011 at 00:19

POTRET WAHABI DI MATA “MEREKA” : Para Penulis, Wartawan, Tokoh, Orientalis, Akademisi dan Sejarawan Dunia

with 8 comments


POTRET WAHABI DI MATA “MEREKA” : Para Penulis, Wartawan, Tokoh, Akademisi dan Sejarawan Dunia

Penulis : Abu Mujahid

POTRET WAHHABI

Dalam sejarah, Wahhabi dimaknai sebagai ajaran yang didakwahkan oleh Muhammad bin Abdil Wahhab. Orang-orang yang mengikuti ajaran-ajarannya dinamai sebagai kaum Wahhabi. Tidak lupa pula bahwa pada titik tertentu praktek-praktek beragama yang menyerupai ajaran-ajaran Muhammad bin Abdil Wahhab dinamai juga dengan ajaran Wahhabi.

Semua ini ada dan telah muncul berpuluh-puluh tahun yang lampau. Sekarang, bagaimana pemaknaan kata Wahhabi dalam literatur-literatur terkini? Seperti apa kalangan-kalangan terkini di masyarakat umum memaknai Wahhabi?

Ada banyak tulisan tercetak dari berbagai kalangan yang berbeda profesi menyinggung tentang makna Wahhabi. Secara luas, tulisan-tulisan yang dimaksud terbit untuk konsumsi pembaca spesialis dan juga non-spesialis.

Banyak dari terbitan-terbitan tersebut yang telah bertahun-tahun lewat diterbitkan dan kemudian dicetak beberapa kali. Dapat dibayangkan bahwa betapa makna Wahhabi, apa pun makna yang diberikan, telah tersosialisasi di khalayak pembaca dalam waktu yang lama dan ruang yang luas.

Untuk melihat potret pemaknaan Wahhabi saat ini secara umum, pada paragraf-paragraf berikut akan diketengahkan contoh-contoh yang terdapat dalam beberapa buku. Sebagian di antara buku-buku tersebut sudah menjadi salah satu referensi utama dalam disiplin-disiplin pengetahuan tertentu dan telah dicetak berulang-ulang. Sebagian lagi adalah buku-buku yang baru diterbitkan belakangan ini.

Di Mata Wartawan

Craig Unger, seorang penulis dari New York, Amerika Serikat (AS), adalah mantan deputi editor New York Observer dan pemimpin redaksi Boston Magazine. Unger menulis House of Bush, House of Saud: The Secret Relationship Between the World’s Two Most Powerful Dynasties.

Terbit di AS pada tahun 2004, buku tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Dinasti Bush Dinasti Saud: Hubungan Rahasia antara Dua Dinasti Terkuat Dunia dan dicetak untuk ketiga kalinya pada tahun 2006. Read the rest of this entry »

Written by أبو هـنـاء ألفردان |dr.Abu Hana

April 25, 2010 at 02:24

MENELUSURI KESALAHAN SEJARAH PENAMAAN WAHHABISME, WAHABI, WAHHABY, WAHHABIYAH : Apakah Wahabi itu Muhammadiyyah?

with 7 comments


MENELUSURI SEJARAH PENAMAAN WAHHABISME, WAHABI, WAHHABIYAH : Apakah Wahabi itu Muhammadiyyah?

Penulis : Abu Mujahid


Kata Wahhabisme

Wahhabisme adalah paham Wahhabi atau sering juga dilafalkan dengan Wahabi.

Istilah yang terakhir ini berasal dari kata Wahhabiyah atau Wahhabiyun atau juga Wahhabiyyun (dengan dua huruf y) yang masing-masing bermakna sama.

Istilah tersebut adalah bentuk penisbatan atau penyandaran yang dikenal dalam bahasa Arab. Penisbatan yang dimaksud dapat menunjukkan arti keberasalan sesuatu secara geneologis atau geografis dan—dalam keadaan-keadaan tertentu—dapat juga menunjukkan arti kepengikutan secara personal atau komunal.

Asal istilah Wahhabiyah atau Wahhabiyun adalah kata wahhab. Kata ini adalah salah satu bentuk perubahan kata kerja bahasa Arab, yakni wahaba-yahabu yang berarti memberikan atau menghibahkan[1]. Bentuk perubahan kata yang menunjukkan arti subjek dari kata kerja ini adalah wahib yang berarti pemberi atau yang memberi.

Dalam morfologi bahasa Arab, bentuk subjek wahib ini dapat diubah lagi ke dalam bentuk mubalaghoh. Adapun bentuk yang dimaksud, adalah satu bentuk perubahan subjek yang mengandung—sekaligus juga menyatakan—sifat melebih-lebihkan dan juga sifat kontinyu pada diri subjek tersebut, yakni wahhab yang berarti pemberi yang sering atau banyak memberi.

Allah Dia Al-Wahhab

Akan tetapi, kata wahhab bukan sekedar berarti pemberi yang suka atau banyak memberi. Lebih dari makna itu, wahhab dikenal juga sebagai salah satu dari sekian banyak nama-nama Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Sebagaimana yang telah ditetapkan di dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam, Allah memiliki banyak nama dan sifat yang tidak terbatas oleh hitungan mana pun yang dikenal. Read the rest of this entry »

Written by أبو هـنـاء ألفردان |dr.Abu Hana

April 23, 2010 at 20:07