طبيب الطب النبوي Dokter Pengobatan Nabawi

Islam, Hukum, Sholat, Tatacara

Posts Tagged ‘muhammadiyah

(BAGUS) KAPAN SUATU PERBUATAN BISA DIKATAKAN “BID’AH” DALAM ISLAM? : Pengertian Bid’ah, Contoh Bid’ah, Hukum Bid’ah menurut Islam, Macam/Jenis Bid’ah, Ciri-ciri Bid’ah, Bid’ah Hasanah dan Bid’ah Sayyi`ah/Bid’ah Dholalah

with one comment


Kapan sebuah perbuatan itu dinamakan bid’ah ?

Soal : Kapan sebuah perbuatan dinamakan bid’ah dalam syariat yang suci ini? Apakah bid’ah hanya terjadi didalam perkara-perkara ibadah saja atau terjadi dalam ibadah dan muamalat?

Jawab : Bid’ah hanya terjadi di dalam syariat yang suci, yakni semua ibadah yang dibuat oleh manusia dengan tanpa dasar didalam kitab atau sunnah juga tidak pernah dilakukan oleh para khulafa ar rasyidin yang empat. Karena Rasulullah shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda:

“Barangsiapa mengada-adakan hal baru di dalam perkara kami yang tidak ada dalil didalamnya, maka tertolak” (Bukhari dan Muslim)

“Barangsiapa mengerjakan apa-apa tanpa adanya perintah dari kami, maka perbuatannya itu tertolak” (Muslim)

“Hendaknya kalian semua mengikuti sunnahku dan sunnah khulafa ar Rasyidin yang berpetunjuk setelahku. Berpegang teguhlah kepadanya dan gigitlah ia dengan gigi geraham. Jauhilah oleh kalian perkara-perkara baru, karena semua perkara baru adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah kesesatan” (Ahmad, Abu Dawud, At Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Hadits-hadits yang semakna dengan hadits-hadits ini jumlahnya sangatlah banyak. Dalam bahasa arab, bid’ah berarti Read the rest of this entry »

Advertisement

DARAH SALAFY TERTUMPAH UNTUK MEMBELA KAUM MUSLIMIN (NU,MUHAMMADIYAH,DLL) DI AMBON: Kisah Nyata Abdul Hamid Mendamba Gelar Syuhada’

with 15 comments


Abdul Hamid
Mendamba Gelar Syuhada’

63Mei 2000. Suasana Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Ambon yang dikelilingi hutan rimbun menimbulkan perasaan mencekam bagi siapa saja yang pertama kali berkunjung. Terlebih dalam suasana berkecamuknya perang antara masyarakat muslim dan kristen, kesan mencekam semakin kuat.

Saat itu, sekelompok anak muda yang tergabung dalam barisan Laskar Jihad Ahlus Sunnah Wal Jamaah ditempatkan di kawasan tersebut. Kedatangan mereka ke kota Ambon dari berbagai daerah di Indonesia adalah dalam rangka membantu saudara-saudara seagama akibat diperangi oleh kristen.

Sebagaimana lazimnya manusia, para Laskar Jihad muda itu juga punya perasaan was-was menghadapi medan yang terkesan angker dan sunyi. Minimnya penduduk di sekitar kompleks kampus menambah suasana makin mencekam. Ancaman serangan kristen yang belum bisa diprediksikan membuat kewaspadaan senantiasa tinggi.

Di dalam rombongan itu terdapat seorang anak muda berumur 21 tahun bernama Abdul Hamid. Postur tubuhnya kurus tapi semangatnya tinggi menyala. Keberaniannya mengalahkan teman-teman sekelompoknya. Situasi kompleks STAIN yang sepi mencekam tidak membuat nyalinya ciut. Dijelajahinya hutan rimbun Read the rest of this entry »

Written by أبو هـنـاء ألفردان |dr.Abu Hana

March 2, 2012 at 00:58

MENELUSURI KESALAHAN SEJARAH PENAMAAN WAHHABISME, WAHABI, WAHHABY, WAHHABIYAH : Apakah Wahabi itu Muhammadiyyah?

with 7 comments


MENELUSURI SEJARAH PENAMAAN WAHHABISME, WAHABI, WAHHABIYAH : Apakah Wahabi itu Muhammadiyyah?

Penulis : Abu Mujahid


Kata Wahhabisme

Wahhabisme adalah paham Wahhabi atau sering juga dilafalkan dengan Wahabi.

Istilah yang terakhir ini berasal dari kata Wahhabiyah atau Wahhabiyun atau juga Wahhabiyyun (dengan dua huruf y) yang masing-masing bermakna sama.

Istilah tersebut adalah bentuk penisbatan atau penyandaran yang dikenal dalam bahasa Arab. Penisbatan yang dimaksud dapat menunjukkan arti keberasalan sesuatu secara geneologis atau geografis dan—dalam keadaan-keadaan tertentu—dapat juga menunjukkan arti kepengikutan secara personal atau komunal.

Asal istilah Wahhabiyah atau Wahhabiyun adalah kata wahhab. Kata ini adalah salah satu bentuk perubahan kata kerja bahasa Arab, yakni wahaba-yahabu yang berarti memberikan atau menghibahkan[1]. Bentuk perubahan kata yang menunjukkan arti subjek dari kata kerja ini adalah wahib yang berarti pemberi atau yang memberi.

Dalam morfologi bahasa Arab, bentuk subjek wahib ini dapat diubah lagi ke dalam bentuk mubalaghoh. Adapun bentuk yang dimaksud, adalah satu bentuk perubahan subjek yang mengandung—sekaligus juga menyatakan—sifat melebih-lebihkan dan juga sifat kontinyu pada diri subjek tersebut, yakni wahhab yang berarti pemberi yang sering atau banyak memberi.

Allah Dia Al-Wahhab

Akan tetapi, kata wahhab bukan sekedar berarti pemberi yang suka atau banyak memberi. Lebih dari makna itu, wahhab dikenal juga sebagai salah satu dari sekian banyak nama-nama Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Sebagaimana yang telah ditetapkan di dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam, Allah memiliki banyak nama dan sifat yang tidak terbatas oleh hitungan mana pun yang dikenal. Read the rest of this entry »

Written by أبو هـنـاء ألفردان |dr.Abu Hana

April 23, 2010 at 20:07