طبيب الطب النبوي Dokter Pengobatan Nabawi

Islam, Hukum, Sholat, Tatacara

Posts Tagged ‘Saudi

WARGA SAUDI SENDIRI DIPENGGAL, DIPANCUNG, DIEKSEKUSI & DICAMBUK : Inilah bukti Pemerintah Saudi “Wahabi” tidak tebang pilih/pandang bulu ketika melaksanakan Syari’at Islam-Hukuman Qishosh karena Membunuh, Memperkosa, Menyelundupkan Narkoba, praktek sihir, dukun/paranormal, dll

with 10 comments


WARGA SAUDI SENDIRI DIPENGGAL, DIPANCUNG/DICAMBUK : Inilah bukti Pemerintah Saudi “Wahabi” tidak tebang pilih/pandang bulu ketika melaksanakan Syari’at Islam-Hukuman Qishosh karena Membunuh, Memperkosa, Menyelundupkan Narkoba, praktek sihir, dukun/paranormal, dll

…………” Seandainya pembunuhnya bukan ibu Ruyati, tapi orang Arab sendiri, tentu akan dihukumi dengan hukuman yang sama. Dan faktanya, sudah banyak warga Saudi Arabia yang mati dalam hukum pancung. Memang orang jahat di mana-mana ada, dan kejahatan tetap kejahatan di manapun dan oleh siapapun.

Yang paling berbahaya, ketika kasus ini dipakai untuk menyudutkan Islam. Padahal bila dilihat dengan jujur dan benar, bahwa dalam hal ini syariat Islam lah yang paling adil dan paling menjaga perasaan semua pihak, paling bijak dalam memutuskan. Kita selaku seorang muslim yang hakiki bukan muslim liberal (orang yang mengaku muslim tapi jauh dari Islam), tentu mengimani firmanNya:

وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Dan dalam qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa. [Q.S. al-Baqoroh:179]………..” ( Kasus Ibu Ruyati Sebagai Ujian) Read the rest of this entry »

Advertisement

MENELUSURI KESALAHAN SEJARAH PENAMAAN WAHHABISME, WAHABI, WAHHABY, WAHHABIYAH : Apakah Wahabi itu Muhammadiyyah?

with 7 comments


MENELUSURI SEJARAH PENAMAAN WAHHABISME, WAHABI, WAHHABIYAH : Apakah Wahabi itu Muhammadiyyah?

Penulis : Abu Mujahid


Kata Wahhabisme

Wahhabisme adalah paham Wahhabi atau sering juga dilafalkan dengan Wahabi.

Istilah yang terakhir ini berasal dari kata Wahhabiyah atau Wahhabiyun atau juga Wahhabiyyun (dengan dua huruf y) yang masing-masing bermakna sama.

Istilah tersebut adalah bentuk penisbatan atau penyandaran yang dikenal dalam bahasa Arab. Penisbatan yang dimaksud dapat menunjukkan arti keberasalan sesuatu secara geneologis atau geografis dan—dalam keadaan-keadaan tertentu—dapat juga menunjukkan arti kepengikutan secara personal atau komunal.

Asal istilah Wahhabiyah atau Wahhabiyun adalah kata wahhab. Kata ini adalah salah satu bentuk perubahan kata kerja bahasa Arab, yakni wahaba-yahabu yang berarti memberikan atau menghibahkan[1]. Bentuk perubahan kata yang menunjukkan arti subjek dari kata kerja ini adalah wahib yang berarti pemberi atau yang memberi.

Dalam morfologi bahasa Arab, bentuk subjek wahib ini dapat diubah lagi ke dalam bentuk mubalaghoh. Adapun bentuk yang dimaksud, adalah satu bentuk perubahan subjek yang mengandung—sekaligus juga menyatakan—sifat melebih-lebihkan dan juga sifat kontinyu pada diri subjek tersebut, yakni wahhab yang berarti pemberi yang sering atau banyak memberi.

Allah Dia Al-Wahhab

Akan tetapi, kata wahhab bukan sekedar berarti pemberi yang suka atau banyak memberi. Lebih dari makna itu, wahhab dikenal juga sebagai salah satu dari sekian banyak nama-nama Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Sebagaimana yang telah ditetapkan di dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam, Allah memiliki banyak nama dan sifat yang tidak terbatas oleh hitungan mana pun yang dikenal. Read the rest of this entry »

Written by أبو هـنـاء ألفردان |dr.Abu Hana

April 23, 2010 at 20:07