طبيب الطب النبوي Dokter Pengobatan Nabawi

Islam, Hukum, Sholat, Tatacara

Posts Tagged ‘teroris

(DONLOT GRATIS MP3) TANYA JAWAB ANTARA WAHABY, SALAFY DAN TERORIS-KHAWARIJ : Kajian Al-Ustadz Muhammad Assewed & Al-Ustadz Afifudin

with 2 comments


(DONLOT GRATIS MP3)  ANTARA ALIRAN WAHABY, ALIRAN- SALAFY DAN TERORIS-KHAWARIJ

Download Kumpulan Kajian Terorisme Membantah Aksi Teroris Indonesia :

 001 Terorisme-1_Ust_Muhammad As_Sewed.zip (3.9MB)
 002 Terorisme-2_Ust_Muhammad As_Sewed.zip (1.8MB)
 003 Terorisme-3_Ust_Muhammad As Sewed.zip (1.9MB)
 1_Agar_Anak_Tak_Jadi_Teroris_Al Ustadz Afifuddin.mp3 (9.2MB)
 2 Agar Anak Tidak Menjadi Teroris Al Ustadz Afifuddin.mp3 (9.5MB)
 3 Agar Anak Tidak Menjadi Teroris Al Ustadz Afifuddin.mp3 (6.6MB)

 Terorisme 01 Ustadz Muhammad ‘Umar As Sewed.mp3 (6.2MB)
 Terorisme 02 Ustadz Muhammad ‘Umar As Sewed.mp3 (3.7MB)
 Terorisme 03 Ustadz Muhammad ‘Umar As Sewed.mp3 (3.7MB)

 

Advertisements

Written by أبو هـنـاء ألفردان |dr.Abu Hana

April 23, 2011 at 00:31

TEROR BOM MERAJALELA : ISLAH (MEMPERBAIKI) ATAU IFSAD (MERUSAK)?

with 2 comments


TEROR  BOM  ISLAH ATAU IFSAD?

Al-Ustadz Muhammad Umar Assewed

 

Teror bom yang terjadi di banyak negara di dunia, demikian pula di Indonesia seringkali dilatarbelakangi oleh semangat para pemuda yang berkeinginan memperbaiki keadaan (islah), apakah dari segi politik, atau dari segi agama.

Alasan teror yang dilakukan para politikus dari pihak oposisi yang ingin merubah keadaan politik atau pun teror para pemuda muslim yang –katanya ingin menegakkan negara Islam—adalah sama.  Semuanya menganggap perbuatan mereka adalah islah. Padahal ternyata terbukti lebih banyak merusak  (ifsad) daripada memperbaiki.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam risalah khutbahnya yang berjudul at-Tafjiir wal Irhaab Islah au Ifsad? (Peledakan dan teror memperbaiki atau merusak?) menyebutkan be-berapa kerusakan yang ditimbulkan oleh praktek teror tersebut. Beliau رحمه الله berkata: “Tidak ragu lagi bahwa praktek teror merupakan perbuatan jelek yang menimbulkan berbagai kerusakan yang banyak, di antaranya: Read the rest of this entry »

Written by أبو هـنـاء ألفردان |dr.Abu Hana

March 19, 2011 at 11:03

SIAPAKAH PENGUASA/AMIR/ULIL AMRI/PEMERINTAH ITU..? : Wahai Rasulullah, tidakkah kita perangi saja mereka dengan pedang?” Beliau bersabda: “Jangan selama mereka masih menegakkan shalat di tengah-tengah kalian. Jika kalian melihat dari penguasa kalian sesuatu yang tidak kalian sukai, bencilah perbuatannya namun jangan mencabut tangan kalian dari ketaatan.”

with 2 comments


Kebodohan Merusak Kebersamaan

Penulis : Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed

Orang-orang yang cerdas dan berilmu niscaya mengetahui betapa pentingnya kebersamaan. Sehingga mereka benar-benar menjaga kebersamaan dalam jamaah kaum muslimin dan penguasa (pemerintah)-nya. Adapun orang-orang yang bodoh, sama sekali tidak mengerti betapa pentingnya kehidupan berjamaah dengan satu penguasa. Bahkan mereka tidak mengerti mana yang lebih banyak antara satu dan sepuluh. Yakni, mana yang lebih besar antara korupsi, kolusi, atau nepotisme (KKN) dengan pertumpahan darah kaum muslimin dalam perang saudara.

Seorang yang berilmu mengetahui bahwa dengan mengikuti bimbingan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut penerapannya yang dicontohkan salafus shalih, pasti kaum muslimin akan terbimbing ke jalan yang terbaik. Maka, ia akan menghadapi penguasa yang dzalim dengan petunjuk dan bimbingan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.  Sedangkan orang-orang yang bodoh berjalan bersama emosi dan hawa nafsunya, tanpa meminta bimbingan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka merasa lebih pandai dan lebih cerdas dari para nabi dan para ulama yang merupakan para pewarisnya. Merekalah kaum reaksioner Khawarij, yang selalu menyebabkan petaka dan bencana di setiap zaman. Mereka tidak memperbaiki keadaan –seperti pengakuan mereka– tetapi justru menghancurkan kebersamaan.

Banyak tulisan-tulisan mereka yang sampai kepada tangan penulis, dalam bentuk surat, selebaran, ataupun makalah-makalah. Hampir seluruhnya berisi “dalil-dalil” dan “bukti-bukti” tentang kafirnya penguasa, yang kemudian berujung menghalalkan darah mereka. Tentu saja dengan nama samaran, alamat palsu, dan penerbit yang tidak jelas. Namun seperti CD yang diputar ulang, isinya tetap sama seperti ucapan Khawarij yang pertama: “Siapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah maka ia kafir.”

Tentu saja jawaban kita Ahlus Sunnah seperti jawaban Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu dan para shahabat yang lain: “Kalimat yang haq, namun yang dimaukan adalah kebatilan.” Yakni, ayat-ayat dan hadits-hadits dalam tulisan mereka adalah kalimat-kalimat yang haq dan kita tidak membantahnya. Namun, apa yang dimaukan dengannya?

Diriwayatkan dari ‘Ubaid bin Rafi’ bahwa ketika kaum Khawarij mengatakan “Tidak ada hukum kecuali hukum Allah”, Ali radhiyallahu ‘anhu pun berkata: “Kalimat yang haq, namun yang mereka maukan adalah kebatilan. Sungguh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menggambarkan kepada kami suatu kaum, maka kamipun telah mengenalinya. Yaitu sekelompok orang yang berbicara kebenaran, namun tidak melewati ini –sambil mengisyaratkan ke tenggorokannya–. Mereka adalah makhluk-makhluk yang paling dibenci Allah Subhanahu wa Ta’ala….” (HR. Muslim, Kitabuz Zakah juz 7 hal. 173) Read the rest of this entry »

Written by أبو هـنـاء ألفردان |dr.Abu Hana

July 27, 2010 at 00:54

Benarkah Teroris Syaifudin Zuhri Murid Syaikh Muqbil Yaman?

with 2 comments


Benarkah Syaifudin Zuhri Murid Syaikh Muqbil?

Media massa melansir surat teroris Syaifudin Zuhri, yang di antara isinya : Teman-teman Indonesia tidak ada yang memahami pergerakan udin ini karena sudah antipati dan menuduh udin ikut gerakan salafi mukbil.”

Disebut-sebut juga di media bahwa Syaifudin yang sekarang jadi buron ini belajar aliran Salafi Muqbili di Yaman pada 1991.

Pemberitaan ini menimbulkan kesan – dan itu sudah terlanjur menjadi opini yang dipahami banyak kalangan – bahwa Syaifuddin mendapatkan ajaran paham terorisme dari Syaikh Muqbil. Bahkan sampai ada juga yang menyebarkan isu bahwa Syaifuddin diajari melakukan bombardir oleh Syaikh Muqbil.

Sungguh ini perlu diluruskan. Pondok Pesantren Darul Hadits di desa Dammaj – Yaman yang diasuh oleh Syaikh Muqbil adalah pondok pesantren Ahlus Sunnah, yang diajarkan di sana ilmu-ilmu agama berdasarkan Al- Qur`an dan As-Sunnah di atas manhaj Salaf. Sangat jauh dari paham terorisme – khawarij, apalagi sampai mengajarkan cara mengebom atau menteror. (lihat kembali Mengenal Lebih Dekat Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi’i)

Alhamdulillah, di Indonesia banyak para ustadz yang juga alumnus Ponpes Darul Hadits – Dammaj. Mereka selama ini dikenal anti dan memerangi terorisme. Tentang kebenaran Syaifuddin Zuhri pernah belajar kepada Syaikh Muqbil bisa diverifikasi kepada para ustadz tersebut.

Diantara yang berhasil kami hubungi adalah Ustadz Luqman Ba’abduh, yang lama berada nyantri kepada Syaikh Muqbil sejak tahun 1994. Saat ini beliau sebagai pengasuh Pondok Pesantren As-Salafy Jember.

Ketika isu seputar nama Syaikh Muqbil yang dikait-kaitkan dengan terorisme di Indonesia kami sampaikan kepada beliau, maka pertama yang beliau sampaikan adalah nasehat kepada kita semua – terutama para wartawan – untuk berhati-hati menyebarkan berita. Jangan sampai menyebarkan berita dusta atas nama seseorang. Read the rest of this entry »

Written by أبو هـنـاء ألفردان |dr.Abu Hana

October 6, 2009 at 05:47

Advertisements