طبيب الطب النبوي Dokter Pengobatan Nabawi

Islam, Hukum, Sholat, Tatacara

Posts Tagged ‘wahabi

(BAGUS) TEKS, DO’A, CARA BACAAN TAHLIL/TAHLILAN: Sejarah Tahlilan, Hukum Acara Tahlilan hari ke 7, 40, 100 dan 1000, Bid’ah Tahlilan dalam Islam, Tahlilan menurut Imam Syafi’i

with 36 comments


Tahlilan adalah ritual/upacara selamatan yang dilakukan sebagian umat Islam, kebanyakan di Indonesia dan kemungkinan di Malaysia, untuk memperingati dan mendoakan orang yang telah meninggal yang biasanya dilakukan pada hari pertama kematian hingga hari ketujuh, dan selanjutnya dilakukan pada hari ke-40, ke-100, kesatu tahun pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Ada pula yang melakukan tahlilan pada hari ke-1000.

Kata “Tahlil” sendiri secara harafiah berarti berizikir dengan mengucap kalimat tauhid “Laa ilaaha illallah” (tiada yang patut disembah kecuali Allah), yang sesungguhnya bukan zikir yang dikhususkan bagi upacara memperingati kematian seseorang.

Al Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata dalam salah satu kitabnya yang terkenal yaitu ‘Al Um’ (1/248):

“Aku membenci acara berkumpulnya orang (di rumah keluarga mayit –pent) meskipun tidak disertai dengan tangisan. Karena hal itu akan menambah kesedihan dan memberatkan urusan mereka.” (Lihat Ahkamul Jana-iz karya Asy Syaikh Al Albani hal. 211)

 

Dari Jabir bin Abdillah Al Bajaliy, ia berkata:”Kami  (yakni para Sahabat semuanya) memandang/menganggap (yakni menurut mazhab kami para Sahabat) bahwa berkumpul-kumpul di tempat ahli mayit dan membuatkan makanan sesudah ditanamnya mayit termasuk dari bagian meratap.” Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ibnu Majah (no 1612) dengan derajat yang shahih.

Ritual/upacara ini (berkumpul-kumpul di rumah ahli mayit, berzikir dan membaca sejumlah ayat Al Qur’an, kemudian mendoakan mayit), menurut berbagai sumber, bukan merupakan ajaran Islam. Read the rest of this entry »

Advertisement

WARGA SAUDI SENDIRI DIPENGGAL, DIPANCUNG, DIEKSEKUSI & DICAMBUK : Inilah bukti Pemerintah Saudi “Wahabi” tidak tebang pilih/pandang bulu ketika melaksanakan Syari’at Islam-Hukuman Qishosh karena Membunuh, Memperkosa, Menyelundupkan Narkoba, praktek sihir, dukun/paranormal, dll

with 10 comments


WARGA SAUDI SENDIRI DIPENGGAL, DIPANCUNG/DICAMBUK : Inilah bukti Pemerintah Saudi “Wahabi” tidak tebang pilih/pandang bulu ketika melaksanakan Syari’at Islam-Hukuman Qishosh karena Membunuh, Memperkosa, Menyelundupkan Narkoba, praktek sihir, dukun/paranormal, dll

…………” Seandainya pembunuhnya bukan ibu Ruyati, tapi orang Arab sendiri, tentu akan dihukumi dengan hukuman yang sama. Dan faktanya, sudah banyak warga Saudi Arabia yang mati dalam hukum pancung. Memang orang jahat di mana-mana ada, dan kejahatan tetap kejahatan di manapun dan oleh siapapun.

Yang paling berbahaya, ketika kasus ini dipakai untuk menyudutkan Islam. Padahal bila dilihat dengan jujur dan benar, bahwa dalam hal ini syariat Islam lah yang paling adil dan paling menjaga perasaan semua pihak, paling bijak dalam memutuskan. Kita selaku seorang muslim yang hakiki bukan muslim liberal (orang yang mengaku muslim tapi jauh dari Islam), tentu mengimani firmanNya:

وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Dan dalam qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa. [Q.S. al-Baqoroh:179]………..” ( Kasus Ibu Ruyati Sebagai Ujian) Read the rest of this entry »

(DOWNLOAD GRATIS) Kitab Al-Ibanah ‘an Kaifiyah At-Ta’amul ma’a Al-Khilaf baina Ahlus Sunnah wal Jama’ah(Penjelasan tentang Bagaimana Menyikapi Perselisihan antara Ahlus Sunnah wal Jama’ah) Karya Asy Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhahullah, Murojaah dan Qiroah : Al Walid Imam Al-Jarh wa Ta’dil Rabi’ bin Hadi Al Madkholi hafizhahullah ta’ala

with 5 comments


Kitab Baru: Al-Ibanah Karya Syaikh Muhammad Al-Imam

 

Al-Ibanah ‘an Kaifiyah At-Ta’amul ma’a Al-Khilaf baina Ahlus Sunnah wal Jama’ah,

(Penjelasan tentang Bagaimana Menyikapi Perselisihan antara Ahlus Sunnah wal Jama’ah)

karya terbaru : Asy Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhahullah ta’ala

Murojaah dan Qiroah : Al Walid Imam Al-Jarh wa Ta’dil Rabi’ bin Hadi Al Madkholi hafizhahullah ta’ala

Taqdim : Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab Al-Wushabi hafizhahullah ta’ala

Taqdim : Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Yahya Al-Bura’i hafizhahullah

Taqdim: Asy-Syaikh ‘Abdullah bin ‘Utsman Adz-Dzamari hafizhahullah

Taqdim : Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Ash-Shaumali hafizhahullah

Taqdim : Asy-Syaikh ‘Utsman bin ‘Abdillah As-Salimi hafizhahullah Read the rest of this entry »

HUKUM BERDO’A DI DEKAT KUBURAN ROSULULLAH : Apakah Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam mendengar seluruh doa dan seruan yang dipanjatkan di dekat kuburan beliau, ataukah shalawat saja?

with 4 comments


Apakah Nabi Mendengar Doa Kita?

Pertanyaan: Apakah Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam mendengar seluruh doa dan seruan yang dipanjatkan di dekat kuburan beliau, ataukah shalawat saja? Sebagaimana di dalam hadits, “Barangsiapa bershalawat atasku di sisi kuburanku, niscaya aku mendengarnya…” hingga akhir hadits. Apakah hadits ini shahih, dha’if, atau maudhu’ (palsu) diatasnamakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam?

 

Jawaban:

Secara asal, orang-orang yang telah mati secara umum tidak bisa mendengar seruan dan doa dari manusia yang masih hidup. Hal ini sebagaimana Allah Subhanallahu wa Ta’ala sebutkan (yang artinya), Read the rest of this entry »