طبيب الطب النبوي Dokter Pengobatan Nabawi

Islam, Hukum, Sholat, Tatacara

Posts Tagged ‘wahhaby

KERANCUAN SEJARAH WAHHABI : Sebuah kritik atas pertentangan memoar Hempher dalam Buku Catatan Harian Seorang Mata-Mata: Kisah Penyusupan Mata-Mata Inggris untuk Menghancurkan Islam

with 8 comments


Wahhabi dalam Sumber Sejarah

Oleh Rimbun Natamarga

 

Tanpa disadari banyak pihak, istilah Wahhabi atau Wahabi ternyata digunakan secara luas. Wahhabi bukan Arab Saudi. Atau, Wahhabi bukan sekedar ditujukan pada kelompok Salafi. Bukan pula terbatas hanya kepada Al-Qaeda dan Osama bin Laden.

Di Indonesia saja, kelompok-kelompok peledak bom, dari mulai kelompok Imam Samudra, Nurdin M. Top dan Dr. Azahari sampai kelompok Saifuddin Zuhri dikatakan sebagai orang-orang Wahhabi. Bahkan, Hizbut Tahrir Indonesia dan Partai Keadilan Sejahtera terkadang dikatakan publik sebagai kelompok Wahabi. Ini bagi yang jeli mengamati sejarah Islam kontemporer di Indonesia.

Sejatinya, istilah Wahhabi berasal dari pihak yang tidak menyukai Muhammad bin Abdil Wahhab, dakwah dan para pengikutnya. Pemilihan kata Wahhabi berdiri di atas dalih penghormatan mereka—orang-orang dari pihak yang tidak suka itu—terhadap Nabi Muhammad; mereka tidak mau menyandarkan julukan negatif untuk orang dan dakwah yang tidak mereka sukai kepada nama sosok yang justru mereka hormati (Nabi Muhammad). Sebab, seharusnya, kalau disandarkan gerakan Wahhabi kepada Muhammad bin Abdilwahhab, maka sebutannya adalah Muhammadi. Bukan Wahhabi.

Karena itu, adalah lumrah dalam tulisan-tulisan mereka, Muhammad bin Abdil Wahhab ditulis dengan kata ganti “Ibnu Abdil Wahhab,” “al-Wahhab,” “Abdul Wahhab” atau bahkan “Nejed.” Sepintas, bisa saja dikatakan bahwa penggunaan kata ganti yang seperti ini menuruti tradisi penulisan orang-orang Barat. Akan tetapi, kenyataan yang ada tidak seperti itu.

 

Dua Rujukan Umum

Secara umum, penelusuran tentang sejarah gerakan Muhammad bin Abdilwahab akan dimulai dari dua rujukan utama: Raudhatul Afkar wal Afham li Murtadi Hal Al-Imam wa Ghazawat Dzawil Islam yang juga dikenal dengan sebutan Tarikh Najd karya Husain bin Ghannam Al-Ahsai dan ‘Unwan Al-Majd fi Tarikh Najd karya Utsman bin Bisyr An-Najdi. Read the rest of this entry »

Advertisement

Written by أبو هـنـاء ألفردان |dr.Abu Hana

February 7, 2011 at 00:19

POTRET WAHABI DI MATA “MEREKA” : Para Penulis, Wartawan, Tokoh, Orientalis, Akademisi dan Sejarawan Dunia

with 8 comments


POTRET WAHABI DI MATA “MEREKA” : Para Penulis, Wartawan, Tokoh, Akademisi dan Sejarawan Dunia

Penulis : Abu Mujahid

POTRET WAHHABI

Dalam sejarah, Wahhabi dimaknai sebagai ajaran yang didakwahkan oleh Muhammad bin Abdil Wahhab. Orang-orang yang mengikuti ajaran-ajarannya dinamai sebagai kaum Wahhabi. Tidak lupa pula bahwa pada titik tertentu praktek-praktek beragama yang menyerupai ajaran-ajaran Muhammad bin Abdil Wahhab dinamai juga dengan ajaran Wahhabi.

Semua ini ada dan telah muncul berpuluh-puluh tahun yang lampau. Sekarang, bagaimana pemaknaan kata Wahhabi dalam literatur-literatur terkini? Seperti apa kalangan-kalangan terkini di masyarakat umum memaknai Wahhabi?

Ada banyak tulisan tercetak dari berbagai kalangan yang berbeda profesi menyinggung tentang makna Wahhabi. Secara luas, tulisan-tulisan yang dimaksud terbit untuk konsumsi pembaca spesialis dan juga non-spesialis.

Banyak dari terbitan-terbitan tersebut yang telah bertahun-tahun lewat diterbitkan dan kemudian dicetak beberapa kali. Dapat dibayangkan bahwa betapa makna Wahhabi, apa pun makna yang diberikan, telah tersosialisasi di khalayak pembaca dalam waktu yang lama dan ruang yang luas.

Untuk melihat potret pemaknaan Wahhabi saat ini secara umum, pada paragraf-paragraf berikut akan diketengahkan contoh-contoh yang terdapat dalam beberapa buku. Sebagian di antara buku-buku tersebut sudah menjadi salah satu referensi utama dalam disiplin-disiplin pengetahuan tertentu dan telah dicetak berulang-ulang. Sebagian lagi adalah buku-buku yang baru diterbitkan belakangan ini.

Di Mata Wartawan

Craig Unger, seorang penulis dari New York, Amerika Serikat (AS), adalah mantan deputi editor New York Observer dan pemimpin redaksi Boston Magazine. Unger menulis House of Bush, House of Saud: The Secret Relationship Between the World’s Two Most Powerful Dynasties.

Terbit di AS pada tahun 2004, buku tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Dinasti Bush Dinasti Saud: Hubungan Rahasia antara Dua Dinasti Terkuat Dunia dan dicetak untuk ketiga kalinya pada tahun 2006. Read the rest of this entry »

Written by أبو هـنـاء ألفردان |dr.Abu Hana

April 25, 2010 at 02:24