Tanya Jawab Hijamah (Bekam)
Bersama dr.Abu Hana
(Bagian 1. Definisi dan Sejarah Hijamah)
Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiallaahu ‘anhu, dia berkata : Rosulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam pernah menyampaikan sebuah hadits tentang malam dimana beliau diperjalankan (Isra’ Mi’raj-pen) bahwa beliau tidaklah melewati sejumlah Malaikat melainkan mereka semua menyuruh Beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam dengan mengatakan : “Perintahkanlah ummatmu untuk berbekam”.
(Lihat Shahih Sunan at Tirmidzi, Syaikh Albani (II/20).


1. Apakah Hijamah itu?
Istilah Hijamah berasal dari bahasa Arab, dalam kitab Lisaanul ‘Arab disebutkan bahwa kata الْحَجْمُ (alhajmu) menurut bahasa sama dengan al-mashshu (penghisapan/penyedotan) dari akar kata: حَجَمَ يَحْجُمُ حَجْمًا (Hajama-yahjumu-hajman) yang berarti mencegah, menyedot, memalingkan, memagut, mematuk, menjauhkan. الْحَجَّام (Alhajjam) artinya orang yang berprofesi sebagai ahli hijamah atau bisa juga disebut al-haajim (الـْحَاجـِمْ ).
Hijamah/Bekam (Bukan Beckham-pen) adalah salahsatu metode pengobatan penyakit dengan cara mengeluarkan angin dan/atau darah kotor dari dalam tubuh melalui permukaan kulit.
“Cupping used to : drain excess fluids and toxins, loosen adhesions and lift connective tissue, bring blood flow to stagnant skin and muscles and stimulate the peripheral nervous system”
Dengan melakukan penghisapan/vakum maka terbentuklah tekanan negatif di dalam cawan/kop sehingga terjadi drainase cairan tubuh berlebih (darah kotor) dan toksin, menghilangkan perlengketan/adhesi jaringan ikat dan akan mengalirkan darah “bersih” ke permukaan kulit dan jaringan otot yang mengalami stagnasi serta merangsang sistem syaraf perifer.
Berbekam merupakan metode pengobatan klasik yang telah digunakan dalam mengobati berbagai kelainan penyakit seperti hemophilia, hipertensi, gout, reumatik arthritis, sciatica, back pain (sakit punggung), migraine, vertigo, anxietas (kecemasan) serta penyakit umum lainnya baik bersifat fisik maupun mental.
Metode ini dikenal dengan beberapa istilah yakni Hijamah (Arab), Bekam, Kop,canduk,canthuk,mambakan (Melayu), Pa Hou Kuan (Mandarin), Gua-sha (China), di Eropa dikenal dengan istilah Cupping/Blood Letting Therapy dan ada yang menamakannya ODT (Oxidant Drainage Therapy).
2. Sejak kapan Hijamah dipakai untuk pengobatan?
Bekam sudah dikenal sejak ribuan tahun sebelum masehi, yaitu kerajaan Sumeria, kemudian terus berkembang sampai Babilonia, Mesir kuno, Saba, dan Persia. Alat yang digunakan pun masih sangat tradisional yakni tanduk kerbau/sapi, tulang unta, gading gajah dan bambu.
Pengeluran darah pada zaman Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam menggunakan tulang unta (Lahyi jamal) dengan sayatan menggunakan syafrah (شفرة), yakni pisau besi yang ujungnya lancip tanpa gagang, bermata satu atau dua. Metode ini sangat dikenal dan dianjurkan oleh Rosulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam hingga saat ini.
Disebutkan oleh Curtis N, J (2005), dalam artikel Management of Urinary tract Infections: historical perspective and current strategies: Part 1-before antibiotics. Journal of Urology. 173(1):21-26, January 2005. Bahwa catatan Textbook Kedokteran tertua Ebers Papyrus yang ditulis sekitar tahun 1550 SM di Mesir kuno menyebutkan masalah Bekam.
Pada zaman China kuno seorang herbalis Ge Hong (281-341 M) dalam bukunya A Handbook of Prescriptions for Emergencies menggunakan tanduk hewan untuk membekam/mengeluarkan bisul yang disebut tehnik “jiaofa”, sedangkan di masa Dinasti Tang, bekam dipakai untuk mengobati TBC paru-paru . Pada kurun abad ke-18 (abad ke-13 Hijriyah) , orang-orang di Eropa menggunakan lintah (al ‘alaq) sebagai alat untuk bekam (dikenal dengan istilah Leech Therapy) dan masih dipraktekkan sampai dengan sekarang.
Hippocrates (460-377 SM), Celsus (53 SM-7 M), Aulus Cornelius Galen (200-300 M) mempopulerkan cara pembuangan secara langsung dari pembuluh darah untuk pengobatan di zamannya. Dalam melakukan tehnik pengobatan tersebut, jumlah darah yang keluar cukup banyak, sehingga tidak jarang pasien pingsan. Cara ini juga sering digunakan oleh orang Romawi, Yunani, Byzantium dan Itali oleh para rahib yang meyakini akan keberhasilan dan khasiatnya.
3. Kapan Hijamah dikenal dan berkembang di Indonesia?
Tidak ada catatan resmi mengenai kapan metode ini masuk ke Indonesia, diduga kuat pengobatan ini masuk seiring dengan masuknya para pedagang Gujarat dan Arab yang menyebarkan agama Islam.
Metode ini dulu banyak dipraktekkan oleh para kyai dan santri yang mempelajarinya dari “kitab kuning” dengan tehnik yang sangat sederhana yakni menggunakan api dari kain/kapas/kertas yang dibakar untuk kemudian ditutup secepatnya dengan gelas/bekas botol. Waktu itu banyak dimanfaatkan untuk mengobati keluhan sakit/pegal-pega di badan, dan sakit kepala atau yang dikenal dengan istilah “masuk angin”.
Tren pengobatan ini kembali berkembang pesat di Indonesia sejak tahun 90-an terutama dibawa oleh para mahasiswa/pekerja Indonesia yang pernah belajar di Malaysia, India dan Timur Tengah. Kini pengobatan ini dimodifikasi dengan sempurna dan mudah pemakaiannya sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah dengan menggunakan suatu alat yang higienis, praktis dan efektif.
3. Apakah “Barat” mempercayai Hijamah untuk pengobatan di zaman sekarang?
Seiring dengan bertambahnya pasien yang dengan izin Allah Ta’ala sembuh dan terbebas dari penyakitnya melalui bekam maka semakin banyak pula bermunculan Terapis Hijamah dari “Barat” yang menggunakan metode Cupping Therapy maupun metode Lintah (Leech Therapy) untuk mengobati berbagai macam penyakit, mereka juga menuliskannya dalam berbagai artikel, buku dan publikasi lainnya.
a. Alexis Black : Ancient Chinese technique of cupping offers pain relief without drugs or surgery http://www.naturalnews.com/020253.html
b. Anita J. Shannon, LMBT : Massage Cupping Therapy for Health Care Professionals (http://www.massagetoday.com/archives/20…)
c. Celebs Paltrow and Spears “Stuck” on Ancient Chinese Art of Cupping (http://www.free-press-release.com/news/200704/1177612286.html)
d. Dr. Nishi Joshi menggunakan akupuntur dan bekam untuk menangani kanker payudara dari artis Kylie Minogue serta menterapi Cate Blanchett dan Kate Moss.
e. Dr. S. Tamer : Cupping Therapy Beneficial in Treating Numerous Diseases (http://www.naturalnews.com/022727.html)
f. Dr. Petra Zizenbacher dari Vienna, Austria, ahli pengobatan herbal yang menerapkan metode Cupping dan Lintah (Leech Therapy) dan salahsatu pasien langganannya adalah artis Demi Moore dan Gwyneth Paltrow sebagaimana Britney Spears yang juga pernah di bekam.
g. Hennawy M (2004). Cupping therapy and Infertility. Available at http://www.obgyn.net/english/pubs/features/presentations/hennawy15/280,1 Cupping Therapy and Infertility. Accessed December 2004.
h. Ilkay Zihni Chirali : Cupping Therapy (http://www.cuppingtherapy.co.uk/19103.html)
i. Kohler D (1990) : The Connective Tissue as The Physical Medium for Conduction of Healing Energy in Cupping Therapeutic Method
j. L.M. Thama, H.P. Leea,b,_, C. Lua : Cupping: From a biomechanical perspective (Journal of Biomechanics) June 2005 (http://www.elsevier.com/locate/jbiomech)
k. Longsdale, I. (2005) Manager of The Spa at County Hotel, London. Discussion re. ‘the use of cupping therapy in Eastern Europe’
l. Michael Reed Gach,Ph.D seorang pendiri dan Direktur Institute Acupressure dari Berkeley, California dengan bukunya Acupressure’s Potent Points, a Guide to Self Care for Common Ailments (http://Acupressure.com)
m. Michalsen A, Klotz S, Ludtke R, Moebus S, Spahn G, Dobos GJ (2003) . Effectiveness of leech therapy in osteoarthritis of the knee: a randomized, controlled trial. Ann Intern Med. 2003 Nov 4;139(9):724-30
n. Subhuti Dharmananda, Ph.D. Director, Institute for Traditional Medicine, Portland, Oregon : Cupping. (http://www.itmonline.org/arts/cupping.htm)
o. Thomas W. Anderson (1985) : 100 Diseases Treated by Cupping Method
p. What Caused Gwyneth’s Spots (http://news.bbc.co.uk/1/hi/health/38794…)
Dikumpulkan dari berbagai sumber oleh dr.Abu Hana
Dokter Pengobatan Nabawi
Untuk http://kaahil.wordpress.com
























Posted by subagio on 24 November, 2009 at 15:30
Alhamdulillaah! Terima kasih blognya Dok, ana ingin mendalami masalah Bekam ini agar bisa membantu masyarakat yang mempunyai masalah kesehatan!
Posted by masitoh on 13 August, 2009 at 17:41
Assalaumalaikum wr.wb.
Saya berusia 30 tahun dan sudah menikah hampir 4 tahun tapi belum di karuniai keturunan. saya sudah berusaha berobat ke dokter tetapi belum mendapatkan hasil dan biayanya yang sangat besar bagi saya. ada seorang teman menyarankan untuk bekam sesuai pengalaman mereka di bekam di batam alhamdulillah sekarang sdh punya dua anak.. sebetulnya saya sudah lama tau mengenai pengobatan bekam tp belum pernah mencobanya karena takut terutama sterilisasinya, tapi setelah baca artikel dokter saya sangat tertarik untuk ikhtiar kembali mendapatkan u/ bisa hamil dan mempunyai keturunan. Saya mohon informasi biaya yang kira-kira harus saya keluarkan… mudah-mudahan tidak semahal di Rumah Sakit ya dok.
Terimaksih
Masitoh
@ Wa’alaikumussalaam Warohmatullaahi Wabarokatuh.
Insya Allah Ta’ala dengan bekam akan sangat membantu sekali untuk memperoleh momongan. Alhamdulillah kami telah membuktikannya.. salahsatu pasien kami sekarang sedang mengandung 4 bulan.
Posted by ngajialabesut.blogspot.com on 25 May, 2009 at 03:54
Setelah saya copy paste di blog saya artikel bekam ada ikhwan yang tanya ke saya mengenai titik-titik yang tepat untuk bekam. Ka[an dokter memuat artikenya ?
@ InsyaAllah, menyusul..
Posted by susilo priadi on 24 May, 2009 at 14:28
Assalamualaikum,
alhamdulilah. dokter sangat ok dalam therapi bekam.
dan insyaallah dokter dalam manhaj ahlusunnah wal jamaah.
sebagai sharing ke dokter.
ana insyaallah sedikit banyak belajar bekam, dan insyaallah kurang lebih lebih hampir 4 tahun dalam prakter bekam baik manual maupun elekterik ana lakukan. insyaallah mungkin hampir 1000 kali ana pernah membekam….
dalam 2 tahun ana memakai sayatan setelah itu dalam tahun ke tiga samapi sekarang ana pergunakan jarum.., alhamdulillah sangat efektif dan therapi bekam iini 80 % dapat dipergunakan dalam berbagai penyakit.
sebagai tambahan bahwa therepi bekam :
1. sayatan dapat digantikan dengan jarum
2. manual/ hand pump dapat digantikan dengan vacuum pump elektrik…
bekam efektif adalah bekam dilakukan dalam tiap minggu selama 3 bulanm istirahat 2- 3 bulan, setelah itu baru dapat dilakauakan bekam rutin 3 bulan, jika kondisi belum maksimal dapat sitirahat 2 – 3 bulan setelah itudapat dilakukan 3 bulan kembali…
sangat berfaerah baik therapi maupun preventif : diabete, gangguan liver, ginjal dan percernaa….
insyaallah ini sangat berfaedah…kalao dokter mau lebih melihat hasilnya..
mungkin dokter perlu treatment dulu selama 3 bulan….setelah itu baru dokter lakukan ke pasien dokte.r..
afwan dokter…., insyaallah ini baru namanya pure cupping….
selamat mencoba…
@ Wa’alaikumussalaam Warohmatullaahi Wabarokatuh.
Jazaakallaahu khairan pak guru atas sharing informasinya, apa yg ana lakukan hanyalah ingin mencontoh bekam sebagaimana Rosulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam melakukannya.
1. Dalam ilmu medis penggunaan jarum bukan merupakan peralatan standar medis untuk suatu tindakan bedah minor seperti bekam..
2. Dalam hadits juga disebutkan dengan kata-kata syartotul mihjam (= sayatan alat bekam) bukan dengan kata-kata “tusukan” alat bekam..
Baarokallaahu fiikum.
Posted by nissa on 3 May, 2009 at 18:09
aslmkm. saya nissa mahasiswa yang sedang meneliti mengenai bekam…saya kesulitan untuk mencari data mengenai peningkatan peninat bekam dan dan prosentase penyakit terbanyak dan beberapa penyakit yang sembuh oleh bekam…
mungkin bapak bisa membantu…
terimakasih…
@ Wa’alaikumussalaam warohmatullaahi wabarokatuh
saya sangat mendukung rencana tersebut, apa aja yang bisa saya bantu?
Posted by sumadi on 30 April, 2009 at 14:00
trimakasihatas artikelnya cukup bagus.Da pak maaf tadi saya telah copy paste artikelnya
Posted by Tanya Jawab Hijamah (Bekam) « KLINIK DAN HERBAL AD-DAWAA on 30 April, 2009 at 11:44
[...] dasar konsep patofisiologis yang mencengangkan dunia kedokteran. Bahkan sekarang telah banyak Ahli Bekam dari “barat” serta Klinik Bekam di kota-kota besar di Amerika dan Eropa, seperti Dr. Petra Zizenbacher dari [...]
Posted by BEKAM : Tanya Jawab Bersama dr.Abu Hana (Bag.2) « –(طبيب الطب النبوي) Dokter Pengobatan Nabawi– on 8 March, 2009 at 04:08
[...] dasar konsep patofisiologis yang mencengangkan dunia kedokteran. Bahkan sekarang telah banyak Ahli Bekam dari “barat” serta Klinik Bekam di kota-kota besar di Amerika dan Eropa, seperti Dr. Petra Zizenbacher dari [...]
Posted by dr.Abu Hana :: أبو هـنـأ ألفردان :: on 16 February, 2009 at 08:48
>>> ummu maryam : Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakaatuh
1. Apa saja alat-alat yang digunakan untuk menghijamah? Apakah antum menggunakan pisau atau jarum? dan apakah alasan antum menggunakannya?
Sterilisator, Alat bekam standar, Pisau bedah standar, hanscon, masker, antiseptik,dll
Dalam hadits nabi tentang hijamah (bekam) disebutkan dengan kata2 : Syartotul mihjam (sayatan alat bekam) dan bukan “tusukan alat bekam”. Penggunaan pisau lebih mudah & praktis, hasilnya juga berbeda antara jarum dengan pisau.
2. Darimana antum menentukan titik-titik hijamah? Apakah berdasarkan sumber tertentu atau penelitian antum sendiri ? Apakah sumber yang antum dapatkan sudah terbit di Indonesia?
Dalam buku-buku ulama tentang bekam disebutkan mengenai titik yang Rosulullah biasa berbekam dengannya. Selebihnya merupakan titik berdasarkan anatomi fisiologi organ yang bermasalah.
Buku-buku tentang masalah tersebut sudah banyak diterjemahkan.
3. Jika titik-titik itu berdasarkan penelitian antum sendiri, maka apakah penjelasan mengenai itu sudah dipublikasikan?
Belum ada yang menjelaskannya secara rinci, adapun secara global sudah ada.
4. Apakah antum memberikan pelatihan hijamah juga?
Insya Allah dalam waktu ke depan.
5. apakah antum menggunakan api untuk menyedot darah? ataukah menggunakan peralatan hijamah yang dilengkapi dengan alat penyedotnya?
Saya menggunakan peralatan bekam standar.
Semoga bermanfaat
Baarokallaahu fiikum..
Posted by ummu maryam on 16 February, 2009 at 07:31
o ya ‘afwan 1 lagi, apakah antum menggunakan api untuk menyedot darah? ataukah menggunakan peralatan hijamah yang dilengkapi dengan alat penyedotnya?
Posted by ummu maryam on 16 February, 2009 at 07:28
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
BaarokaLlahu fiik atas blog-nya yang membahas atthibb annabaawy, ana banyak mengambil faedah dari sini, jazakumullah khair dokter.
Ana punya beberapa pertanyaan seputar hijamah, khususnya hijamah yang antum terapkan kepada pasien, yaitu:
1. Apa saja alat-alat yang digunakan untuk menghijamah? Apakah antum menggunakan pisau atau jarum? dan apakah alasan antum menggunakannya?
2. Darimana antum menentukan titik-titik hijamah? Apakah berdasarkan sumber tertentu atau penelitian antum sendiri ? Apakah sumber yang antum dapatkan sudah terbit di Indonesia?
3. Jika titik-titik itu berdasarkan penelitian antum sendiri, maka apakah penjelasan mengenai itu sudah dipublikasikan?
4. Apakah antum memberikan pelatihan hijamah juga?
Demikian pertanyaan ana, jazakumullah atas jawabannya.