طبيب الطب النبوي Dokter Pengobatan Nabawi

Islam, Hukum, Sholat, Tatacara

BEKAM : Tanya Jawab Bersama dr.Abu Hana (Bag.2)

with 29 comments


Tanya Jawab Hijamah (Bekam) Bersama dr.Abu Hana (Bag.2)

(Bagian 2. Mengenal Pengobatan Nabawi/Thibbun Nabawy dan Panduan Singkat Hijamah)

dr-abu-hana1. Bagaimana awalnya Anda memulai terapi bekam ini? Belajar dari mana?

Ketertarikan saya mendalami pengobatan Nabawi (Thibbun Nabawy) termasuk didalamnya Hijamah (Bekam atau Cupping Therapy) sudah ada sejak saya masih duduk di bangku kuliah. Hal ini dilatarbelakangi dari “kekurangpuasan” saya terhadap terapi medis konvensional dalam menangani beberapa jenis “penyakit tertentu”.

Saya kemudian mendalami buku-buku karya ‘ulama dokter muslim seperti Ibnul Qoyyim, Ibnu Muflih Al-Hambali, DR. Muhammad Musa Alu Nashr dan Syihab Al-Badri Yasin serta mengikuti beberapa pelatihan hijamah di Jakarta, Semarang dan Yogyakarta.

2. Sebelumnya Anda menempuh pendidikan di dunia kedokteran, yang tentu saja kurikulumnya menganut kedokteran barat. Apakah ada perbedaanya dengan terapi bekam (kedokteran timur)?

Kedokteran barat menuntut prinsip logiko-hipotetiko-verifikatif dan konsepnya harus bisa dijelaskan secara logis dan bersumber dari eksperimen. Sayangnya pada sebagian besar penyakit sampai sekarang tidak diketahui penyebabnya. Sedangkan Kedokteran Timur (Islam) memiliki konsep Ilahiyah, Ilmiah dan Alamiah berasal dari pengobatan yang diajarkan Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wasallam yang bersumber dari wahyu.

Bekam merupakan bagian dari Pengobatan Nabawi yang ternyata setelah dilakukan penelitian, memiliki dasar konsep patofisiologis yang mencengangkan dunia kedokteran. Bahkan sekarang telah banyak Ahli Bekam dari “barat” serta Klinik Bekam di kota-kota besar di Amerika dan Eropa, seperti Dr. Petra Zizenbacher dari Vienna, Austria, ahli pengobatan herbal yang menerapkan metode Bekam dan Lintah (Leech Therapy) dan pasien langganannya adalah Demi Moore dan Gwyneth Paltrow sebagaimana Britney Spears yang juga pernah di bekam.

3. Apakah Anda menerapkan kedua ilmu ini, antara ilmu modern dan tradisional dalam pengoabatan terapi bekam?

Alhamdulillah keduanya tidak harus dipertentangkan melainkan perlu disinergikan. Ilmu modern dan tradisional bisa saling melengkapi kekurangannya masing-masing dan tidak harus saling mencela. Dalam prakteknya saya menggabungkan keduanya karena kita tahu bahwa dalam bidang medis mengenal istilah detoksifikasi dan Bekam sendiri termasuk didalamnya atau dengan istilah lain disebut ‘Oxidant Release Therapy'(ORT) atau ‘Oxidant Drainage Therapy’ (ODT). Berbagai macam diagnosa suatu penyakit dan upaya penyembuhannya dengan metode bekam terbukti memiliki korelasi dan sinkron dengan tehnik pengobatan medis modern.

4. Apa yang dimaksud dengan pengobatan Nabawi? Apa perbedaannya dengan pengobatan kedokteran?

Rasulullah bukan saja memberi petunjuk tentang perikehidupan dan tata cara ibadah secara khusus, tetapi juga memberikan banyak petunjuk praktis dan formula umum yang dapat digunakan untuk menjaga kesehatan lahir dan batin, termasuk yang berkaitan dengan terapi atau pengobatan. Petunjuk praktis dan kaidah medis tersebut banyak sekali didemonstrasikan oleh Rasulullah dan diajarkan kepada para sahabatnya.

Seorang ulama bernama Ibnul Qoyyim Al Jauziyah kemudian mengelompokkan hadits-hadits nabi yang berhubungan dengan kesehatan tersebut dalam suatu Bab berjudul Thibbun Nabawy di kitab Zaadul Ma’ad. Sejak saat itulah maka dikenal “istilah” Pengobatan Nabawi (Thibbun Nabawy).

Adapun perbedaannya sudah saya jawab pada pertanyaan no.2.

5. Bagaimana terapi bekam yang baik dan benar? Bagian mana saja yang dibekam?

Pada dasarnya kapanpun waktunya bisa dilakukan pembekaman, akan tetapi untuk mendapatkan khasiat maksimal sangat disarankan untuk bekam pada hari-hari yang dianjurkan Rosulullah yaitu tanggal 17, 19 dan 21 bulan hijriyah. Bisa pula dilakukan empat hari sebelum dan sesudahnya.

Ibnu Sina di dalam kitabnya Al-Qaanun mengatakan : “Diperintahkan untuk tidak berbekam di awal bulan karena cairan-cairan tubuh kurang aktif bergerak dan tidak normal, dan tidak diakhir bulan karena bisa jadi cairan-cairan tubuh mengalami pengurangan. Oleh karena itu diperintahkan melakukan bekam pada pertengahan bulan ketika cairan-cairan tubuh bergolak keras dan mencapai puncak penambahannya karena bertambahnya cahaya di bulan”. Cara melakukan Bekam :

1. Mempersiapkan semua peralatan yang sudah disterilkan

2. Mulai dengan do’a dan mensterilkan bagian tubuh yang akan dibekam dengan desinfektan (misalnya. Iodin)

3. Dilanjutkan dengan penghisapan kulit menggunakan “kop/gelas” bekam, kekuatan penghisapan pada setiap pasien berbeda-beda. Lama penghisapan selama 5 menit, tindakan ini sekaligus berfungsi sebagai Anestesi (pembiusan) lokal. Diutamakan mendahulukan bagian tubuh sebelah kanan dan jangan melakukan penghisapan lebih dari 4 titik bekam sekaligus.

4. Dengan menggunakan pisau bedah standar kemudian dilakukan syartoh /penyayatan (jumlah sayatan 5-15 untuk satu titik tergantung diameter kop yang dipakai, panjang sayatan 0,3-0,5 cm, tipis dan tidak boleh terlalu dalam, dilakukan sejajar dengan garis tubuh). Salahsatu tanda bahwa sayatannya baik adalah sesaat setelah disayat, kulit tidak mengeluarkan darah akan tetapi setelah disedot dengan alat maka darahnya baru keluar.

5. Lakukan penghisapan kembali dan biarkan “darah kotor” mengalir di dalam kop selama 5 menit.

6. Bersihkan dan buang darah yang tertampung dalam kop dan jika perlu bisa lakukan penghisapan ulang seperti tadi. Tidak boleh dilakukan pengulangan sayatan.

7. Bersihkan bekas luka dan oleskan minyak habbatus sauda yang steril. Umumnya bekas bekam akan hilang setelah 2-5 hari.

8. Ucapkan Alhamdulillah dan rasakan keajaiban “mukjizat” medis bekam.

9. Setiap pasien dianjurkan untuk memiliki alat bekam sendiri. Kop/alat bekam tidak boleh digunakan untuk pasien lain pada penderita hepatitis, ODHA, dan penyakit menular lainnya.

Ada sekitar 12 titik utama yang disebutkan dalam hadits, selebihnya merupakan pengembangan dari itu. Beberapa ahli bekam juga menggunakan titik akupuntur untuk dilakukan pembekaman sedangkan yang lainnya menggunakan pendekatan anatomi organ tubuh dan patofisiologis suatu penyakit.

Bagian tubuh yang dibekam diantaranya adalah Titik di kepala (Ummu Mughits, Qomahduwah, Yafukh, Hammah, dzuqn, udzun), Leher dan punggung (Kaahil, al-akhda’ain, alkatifain, naqroh,munkib), kaki (Wirk, Fakhd, Zhohrul qodam, iltiwa’) dan lain sebagainya.

6. Apakah dapat dijelaskan secara medis?

Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa Bekam berfungsi membuang “darah kotor” atau “sampah” hasil metabolisme tubuh melalui proses pengeluaran secara langsung dari pembuluh darah kapiler yang ada di permukaan kulit.

Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa bekam bekerja dengan cara merangsang atau mengaktifkan : (1) sistem kekebalan tubuh, (2)Pengeluaran Enkefalin,(3)Pelepasan neurotransmitter, (4) Penyempitan dan pelebaran pembuluh darah serta (5) “the gates for pain” pada Sistim Syaraf Pusat (CNS) yang berfungsi mengartikan sensasi rasa nyeri.

Dr. Wadda’ A. Umar mengatakan apabila dilakukan pembekaman pada titik bekam, maka akan terjadi kerusakan mast cell dan lain-lain pada kulit, jaringan bawah kulit ( sub kutis), fascia dan ototnya. Akibat kerusakan ini akan dilepaskan beberapa mediator seperti serotonin, histamine, bradikinin, slow reacting substance (SRS), serta zat-zat lain yang belum diketahui. Zat-zat ini menyebabkan terjadinya dilatasi kapiler dan arteriol, serta flare reaction pada daerah yang dibekam. Dilatasi kapiler juga dapat terjadi di tempat yang jauh dari tempat pembekaman. Ini menyebabkan terjadinya perbaikan mikrosirkulasi pembuluh darah. Akibatnya timbul efek relaksasi (pelemasan) otot-otot yang kaku serta akibat vasodilatasi umum akan menurunkan tekanan darah secara stabil. Yang terpenting adalah dilepaskannya corticotrophin releasing factor (CRF), serta releasing factors lainnya oleh adenohipofise. CRF selanjutnya akan menyebabkan terbentuknya ACTH, corticotrophin dan corticosteroid. Corticosteroid ini mempunyai efek menyembuhkan peradangan serta menstabilkan permeabilitas sel.

Penelitian lain menunjukkan bekam pada titik tertentu dapat menstimulasi kuat syaraf permukaan kulit yang akan dilanjutkan pada cornu posterior medulla spinalis melalui syaraf A-delta dan C, serta traktus spinothalamicus kearah thalamus yang akan menghasilkan endorphin. Sedangkan sebagian rangsang lainnya akan diteruskan melalui serabut aferen simpatik menuju ke motor neuron dan menimbulkan reflek intubasi nyeri.

Dan sampai sekarang masih terus dilakukan penelitian-penelitian lanjutan tentang bekam.

7. Penyakit apa saja yang dapat diobati dengan bekam?

Thomas W. Anderson telah menulis sebuah buku berjudul 100 Diseases Treated by Cupping Methode. Beberapa diantara penyakit yang berespon cukup baik dengan Terapi bekam adalah Hipertensi, hiperuricemia (Gout/Pirai), hiperkolesterolemia, stroke, parkinson, epilepsy, migrain, vertigo, gagal ginjal, varises, wasir (hemoroid), dan semua keluhan sakit (rematik, ischialgia/sciatica, nyeri pinggang bawah), penyakit darah (leukemia, thalasemia), tinnitus, asma, alergi, penyakit sistim imun (SLE, HIV), infeksi (Hepatitis, elefantiasis), Glaukoma, Insomnia, enuresis/mengompol, mania, skizofren dan trans (gangguan sihir/jin), dll. Begitu juga bekam untuk kesuburan (fertilitas) dan kecantikan (menghilangkan jerawat, komedo, vitiligo, menurunkan berat badan, dll).

8. Apakah terdapat kontraindikasi efek samping yang terjadi akibat bekam? Orang dalam kondisi seperti apa yang tidak boleh dibekam?

Pada beberapa kasus dimana syarat pembekaman kurang terpenuhi, terkadang muncul efek samping berupa mual/muntah (jika terlalu dekat jaraknya dengan makan/<2jam setelah makan), lemas (jika pembekaman terlalu banyak titik), keluarnya bula/gelembung (jika pembekaman terlalu lama dan kekuatan pompa terlalu kuat). Adapun jika dilakukan sesuai “aturan main” maka efek samping tersebut jarang sekali terjadi.

Orang yang ditunda pembekamannya adalah : Wanita hamil (pada daerah perut dan punggung bawah), wanita menstruasi dan nifas, orang yang sedang mengkonsumsi obat pengencer darah, sedang cuci darah, baru melakukan donor darah, penderita dengan kondisi yang sangat lemah dan tekanan darah sangat rendah, serta orang yang sedang kelaparan/kenyang/gugup (fobia).

9. Siapa saja yang boleh dibekam? Dan kisaran usia berapa?

Semua orang bisa dibekam pada kisaran umur 4 tahun keatas, yang penting pasiennya bisa kooperatif. Pada orang tua yang sudah renta, ibu hamil dan anak-anak pembekaman dilakukan dengan hati-hati, dengan sayatan yang tipis, tekanan kop yang ringan dan titik bekam yang terbatas.

10. Seperti halnya akupuntur yang sudah mulai diterima di sekolah kedokteran Indonesia, bagaimana dengan bekam?Menurut Anda dapatkah diterima?

Saya kira hanya masalah waktu saja, karena di Amerika dan Eropa sendiri bahkan sudah mengakuinya. walaupun mereka tidak pernah mau mengakui bahwa bekam adalah warisan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam, dokter terbaik sepanjang zaman.

Yang saya ketahui salahsatu fakultas kedokteran swasta di Semarang sudah mulai tertarik dan memberikan respon positif terhadap Thibbun Nabawy.

Dengan telah terbentuknya organisasi ABI (Asosiasi Bekam Indonesia) diharapkan akan mampu menjembatani hal tersebut.


11. Di masyarakat sudah mulai banyak ditemukan terapi bekam, dan bukan dilakukan oleh seorang dokter. Bagaimana menurut Anda? Bolehkah dilakukan oleh sembarang orang?

Terapi bekam adalah tehnik pengobatan yang bisa dipelajari oleh semua orang, bahkan oleh anak kecil sekalipun. Hanya saja dalam penerapannya perlu pemahaman yang baik mengenai konsep patofisiologi tubuh dan penyakit agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Dengan mengikuti pelatihan-pelatihan bekam bersertifikat oleh para profesional dan dipenuhinya standar kompetensi seorang Terapis maka diharapkan praktek pengobatan ini bisa dipertanggungjawabkan.

12. Apa kelebihan dan kelemahan dari terapi bekam ini?

Kelebihannya mudah, murah, aman, praktis dan khasiatnya instan bahkan pada saat terapi masih berlangsung sudah terasa manfaatnya, tubuh terasa lebih enteng, segar dan lebih bugar. Yang terpenting sesungguhnya adalah dengan Berbekam berarti kita juga melaksanakan Sunnah Nabi dan Insya Allah akan bernilai ibadah.

Kekurangannya adalah bekam tidak bisa menangani penyakit akibat trauma (seperti fraktur/patah tulang, tersiram air panas, terkena cairan kimia, luka bakar), karena kecelakaan (tenggelam, tersengat aliran listrik, luka robek, lecet), dan kelainan bedah kongenital tertentu (bibir sumbing, polidactili, dll).

13. Dengan siapa Anda menjalankan terapi bekam ini? Dan sudah berapa lama?

Semenjak saya menyelesaikan masa tugas PTT, saya sekarang praktek bersama istri tercinta yang Alhamdulillah juga seorang dokter.

14. Bagaimana dengan keadaan kesehatan pasien yang telah menjalankan terapi ini? Apakah sembuh? Atau ada keluhan?

Kita tidak muluk-muluk dengan mengatakan bahwa bekam bisa mengobati semua penyakit akan tetapi Subhaanallah! banyak pasien mengalami perubahan ke arah yang lebih baik bahkan kesembuhan. Yang paling berkesan adalah pasien yang sudah lumpuh selama setengah tahun karena post stroke Alhamdulillah sudah bisa berjalan kembali, walaupun dengan bantuan tongkat, kesembuhan hanya milik Allah Ta’ala semata.

15. Bagaimana tips yang baik dalam memilih terapi bekam?

1. Pilihlah Terapis bekam yang bersertifikat dan diutamakan memiliki pendidikan/pengetahuan medis yang cukup

2.   Pastikan Terapis tersebut memiliki peralatan standar sterilisasi (sterilisator) yang memadai

3.   Menggunakan peralatan medis standar (hanscon, masker, pisau bedah, kassa steril, dll) Hindari penggunaan silet, cutter, kaca, tissue gulung, kapas, atau kop berupa tanduk, bambu dan gelas biasa. Dalam prakteknya Rosulullah menggunakan metode syartoh (sayatan) ketika berbekam.

dr. Bambang Gunawan (Abu Hana)

Dokter Pengobatan Nabawi

http://kaahil.wordpress.com

Baca juga :

About these ads

Written by Abu Hana El-Firdan

March 8, 2009 at 03:55

29 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Maaf, apakah Ummu Hana jg melayani pasien untuk bekam? Kalau iya,praktiknya di kota apa? Saya baca komen di atas,untuk kanker stadium 2 dilakukan 1-2 kali dalam seminggu selama 3 bulan. Kami tinggal di Palu, Sulawesi Tengah.

    Ummu Nashr

    April 22, 2013 at 08:33

  2. asw,ibu sya terkena kanker payu dara,skarang sdng mencoba pengobatan bekam disertai obat herban,yg mau ditanyakan kemungkinan sembuhnya serta lama terapinya,terimakasih

    santinurarifa

    August 25, 2012 at 08:32

  3. Assalamualaikum..dokter anak sy hemofilia apakah bs pengobatan melalui bekam dan apa resikonya trimakasih

    hasanudin

    June 21, 2012 at 23:29

  4. Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dokter, apakah bekam bisa menyembuhkan kanker otak stadium 2? Harus berapa kali dalam sebulan dan berapa lama sampai kankernya bisa sembuh? Ada rekomendasi terapis bekam untuk seorang akhwat di Jakarta atau Semarang?
    Jazaakumullahu khoir wa barokallahu fiikum.

    hanifatunnisaa

    June 14, 2012 at 15:31

    • Wa’alaikumussalaam Warohmatullah.

      Bekam sangat membantu mengurangi keluhan akibat kanker otak sekaligus mempermudah/mengoptimalkan sampainya obat/herbal ke kanker.
      lakukan rutin tiap 1-2 minggu sekali selama 3 bulan.
      Thohuurun InsyaAllah.

  5. Assalamu alaikum..
    Sy sdh 2x dibekam untuk wajahku yg berjerawat tp kok nda sembuh2 jg, malah 30 menit setelah dibekam jerawat muncul lg, mau tanya titik bekam untuk jerawat dimn saja dan umumx berapa kali dibekam br kelihatan hasilx..

    vilda

    February 13, 2012 at 13:04

  6. [...] anda yang berkeinginan kuat untuk berbekam (hijamah/ODT), dan baru pertama kali melakukannya terkadang ada beberapa hal mengganjal yang ingin ditanyakan, [...]

  7. Assalamualaikum

    ayah saya dalam keadaan yang sangat lemah sudah 2 bulan tidak bisa bangun terkena hepatitis B awalnya di kira sakit mag biasa, 2 Minggu di rawat di Rumah sakit, dokter sudah menganjurkan pulang saja, lalu bisakah ayah saya di bekam dalam keadaan yang lemah tersebut, dan untuk daerah cikarang / bekasi kira-kira di mana yang sesuai sunnah ( dengan sayatan) seperti dokter ,posisi terakhir muncul 5 benjolan di kepala ( ibu bilang benjolan tersebut muncul setelah minum ramuan ( sejenis rumput liar ana kurang hafal rumputnya)sementara sampai hari ini cuma ana kasih propolis & spirulina

    Sukron Jazakumulloh

    Abu Atar

    December 19, 2011 at 17:07

  8. [...] Bekam?Wikipedia. BekamWikipedia. Fire Cupping.Referensi lanjut populerYarobbi.comQI / ENERGI VITALTanya Jawab Hijamah (Bekam) Bersama dr.Abu HanaReferensi lanjut ilmiahAhmadi, dkk. 2008. The efficacy of wet-cupping in the treatment of tension [...]

  9. Assalamu’alaikum warohmatullah wabarokaatuh,

    Ustadz, ada rekomendasi ahli bekam untuk didaerah jalan kopo.? Untuk istri ana..

    Jazakallahu khair.

    @ Wa’alaikumussalaam Warohmatullaahi Wabarokaatuh.
    Punten, belum ada informasinya kang..

    meidiansyah

    April 27, 2011 at 14:24

    • hasil MRI istri saya berkesan infark cerebri lobus frontotemporal kiri n saat ini sedang menjalani terapi wicara. seandainya dibekam, di bagian tubuh mana yg dibekam.?

      @ di kepala : di titik ummu mughits dan diatas lobus frontotemporalis,
      titik kaahil dan al-akhda’ain kanan kiri.

      meidiansyah

      April 29, 2011 at 10:15

      • seja tanggal 25jun11, tangn n kaki bagian kanan istri terasa kebas sehingga untuk jln musti diseret n untuk memegang sesuatu tidak kuat. saya sdh memgajak untuk bekam, tp istri msh ragu krn ada informasi yg tidak bemar yg diterima istri. apakah dokter prnh mnangani hal sperti ini? bagaimana hasilnya? mhn nasihat n pnjlsnnya tindakn apa yg akan dilakukan bila ada pasien sprti istri sy.. jazakallahu khoir

        meidiansyah

        June 28, 2011 at 03:50

  10. sy berniat meneliti bekam dg tbc. mhn bantuan journal terkait. trimakaksih

    be

    April 4, 2011 at 14:25

  11. assalamualaikum, dok saya mau tanya ketika darah tinggi saya kumat bisa langsung di bekam dan ketika asam urat sya tinggi disertai pembengkakan misal di bagian lutut bisa langsung dibekam tolong jelaskan beserta efek sampingnya.

    @ Wa’alaikumussalaam Warohmatullah.
    Bisa langsung dibekam, InsyaAllah akan sangat terasa khasiatnya. bekam sangat bermanfaat karena secara langsung dapat menurunkan tekanan darah yang sedang tinggi. Khusus untuk asam urat, ketika kambuh (bengkak dan merah) sebaiknya tidak dilakukan pembekaman langsung pada “area” tersebut namun disekitarnya saja. alasannya adalah : sebenarnya tubuh memiliki kemampuan untuk memperbaiki kerusakan sel dan bagian tubuh secara otomatis. pada saat bengkak dan merah sebenarnya tubuh sedang berusaha melokalisir agar penyakit tersebut tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain..

    jika dibekam langsung pada bagian yang bengkak dan merah maka dikhawatirkan proses tersebut akan terganggu yang justru akan menyebarkan penyakit lebih lanjut..

    dadan ramdhani

    March 14, 2011 at 01:51


Bagaimana menurut Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s