طبيب الطب النبوي Dokter Pengobatan Nabawi

Islam, Hukum, Sholat, Tatacara

MENGENAL FLU BABI, FLU SINGAPURA DAN FLU BURUNG

with 2 comments


MENGENAL FLU BABI, FLU SINGAPURA DAN FLU BURUNG

Oleh dr. Abu Hana

http://kaahil.wordpress.com

influenza

Bismillah,

Flu (Influenza) sebenarnya bukanlah penyakit asing dan relatif mudah disembuhkan. Namun dengan munculnya jenis-jenis flu ganas, banyak orang mulai cemas lantaran bisa mematikan. seperti flu babi dan flu Burung atau flu Hongkong.

Virus flu berasal dari beberapa rumpun myxovirus yang dikategorikan sebagai tipe A, B, dan C. Tipe A merupakan tipe penyebab flu utama, muncul dalam beberapa jenis rumpun, yang secara klinis dapat dibedakan berdasarkan tempat pertama kali ditemukan, laboratorium yang menemukan, serta kapan diperolehnya. Tipe A mempunyai subtipe protein H dan N ( H = hemagglutinin; N = Neuraminidase ).

Robert Webster MD dari Rumah Sakit Anak St. Jude di Memphis, AS, mengemukakan hasil pengamatan yang amat menarik. Ternyata semua gen virus flu di dunia ini mempunyai tempat-tempat persinggahan sebelum sampai di tubuh  manusia. Dari tubuh unggas ditularkan ke babi, lalu ke tubuh manusia. “Pada tubuh babi, virus flu diubah gennya untuk kemudian dimunculkan kembali. Flu Hongkong dan flu Asia merupakan hasil proses penataan kembali ini,” kata Webster.

Flu Babi (Swine Flu) : Schwein Influenza Virus (SIV)

Babi sebagai sumber flu babi memiliki keunikan. Hewan ini tidak hanya dapat terinfeksi oleh virus flu babi, tapi juga virus flu yang berasal dari unggas dan virus flu manusia. Saat virus flu dari spesies yang berbeda menginfeksi babi, virus-virus tersebut dapat saling berkombinasi (tukar menukar elemen genetik) sehingga muncul virus baru. Saat ini dikenal empat macam virus flu babi yaitu H1N1, H1N2, H3N2, dan H3N1. Tetapi yang belakangan banyak ditemukan adalah jenis H1N1.

Virus H1N1 sejatinya hanya mengenai babi, tetapi karena adanya mutasi maka virus ini berubah sifat sehingga mampu menginfeksi manusia. Parahnya lagi, tidak seperti virus flu burung (H5N1) yang tidak ditularkan dari manusia ke manusia, virus flu babi H1N1 dapat menyebar dari orang ke orang.

Penularan dari babi ke manusia terjadi karena adanya kontak dengan babi yang terinfeksi atau kontak dengan benda-benda yang telah terkontaminasi. Sedangkan penularan dari manusia ke manusia hampir sama dengan cara penularan flu biasa, yaitu melalui batuk atau bersin. Manusia juga dapat terinfeksi karena menyentuh benda yang telah terkontaminasi virus flu babi dari dari orang lain, kemudian memegang mulut atau hidungnya.

Gejala Klinik

Gejala flu babi hampir sama dengan flu biasa, yaitu demam, lesu, kurang semangat, dan batuk. Selain itu juga dapat dijumpai gejala meler (pilek) dari hidung, radang tenggorokan, mual, muntah, dan diare. Pada tahap lanjut, dapat dijumpai sesak napas. Kematian biasanya terjadi akibat adanya kegagalan pernapasan.

Pada babi yang terkena virus H1N1, gejala biasanya berupa peningkatan suhu tubuh, depresi, batuk, keluar cairan dari hidung atau mata, bersin, susah bernapas, mata merah, dan tidak mau makan.

FLU SINGAPURA : Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau Penyakit Kaki, Tangan dan Mulut ( KTM )

Penyakit KTM ini adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae Genus Enterovirus ( non Polio ). Genus yang lain adalah Rhinovirus, Cardiovirus, Apthovirus. Didalam Genus enterovirus terdiri dari Coxsackie A virus, Coxsackie B virus, Echovirus dan Enterovirus.

Penyebab KTM yang paling sering pada pasien rawat jalan adalah Coxsackie A16, sedangkan yang sering memerlukan perawatan karena keadaannya lebih berat atau ada komplikasi sampai meninggal adalah Enterovirus 71. Berbagai enterovirus dapat menyebabkan berbagai penyakit.

Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. KTM adalah penyakit umum/biasa pada kelompok masyarakat yang “crowded” dan menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun ( kadang sampai 10 tahun ).

Orang dewasa umumnya kebal terhadap enterovirus. Penularannya melalui kontak langsung dari orang ke orang yaitu melalui droplet, pilek, air liur, tinja, cairan dari vesikel atau ekskreta. Penularan kontak tidak langsung melalui barang, handuk, baju, peralatan makanan, dan mainan yang terkontaminasi oleh sekresi itu. Tidak ada vektor tetapi ada pembawa (carrier) seperti lalat dan kecoa. Penyakit KTM ini mempunyai imunitas spesifik, namun anak dapat terkena KTM lagi oleh virus strain Enterovirus lainnya. Masa Inkubasi 2 -5 hari.

Gejala Klinik

Mula-mula demam tidak tinggi 2-3 hari, diikuti sakit leher (pharingitis), tidak ada nafsu makan, pilek, gejala seperti flu pada umumnya yang tak mematikan. Timbul vesikel yang kemudian pecah menjadi ulkus dengan dasar eritem, ukuran 4-8 mm yang kemudian menjadi krusta, ada 3-10 ulkus di mulut ( lidah, gusi, pipi sebelah dalam ) seperti sariawan terasa nyeri sehingga sukar untuk menelan.

Bersamaan dengan itu timbul rash/ruam atau vesikel (lepuh kemerahan/ blister yang kecil dan rata berwarna putih keabu-abuan, berukuran 3-7 mm), papulovesikel yang tidak gatal ditelapak tangan dan kaki. Kadang-kadang rash/ruam (makulopapel) ada dibokong. Penyakit ini membaik sendiri dalam 7-10 hari. Lesi dapat berulang beberapa minggu setelah infeksi, jarang menjadi bula dan biasanya asimptomatik, Lesi menghilang tanpa bekas.

Bila ada muntah, diare atau dehidrasi dan lemah atau komplikasi lain maka penderita tersebut harus dirawat. Komplikasi penyakit ini adalah : Meningitis (aseptic meningitis, meningitis serosa/non bakterial), Encephalitis ( bulbar ), Myocarditis (Coxsackie Virus Carditis) atau pericarditis dan Paralisis akut flaksid (Polio-like illness).

Sebenarnya secara klinis sudah cukup untuk mendiagnosis KTM, hanya kita dapat mengetahui apakah penyebabnya Coxsackie A-16 atau Enterovirus 71 dengan pemeriksaan serologis, isolasi virus dengan preparat Tzank dan lain-lain.


FLU BURUNG : Avian Influenza / AI (virus influenza A Subtipe H5N1)

Penyakit influenza pada unggas ( Avian Influenza / AI ) yang saat ini kita kenal dengan sebutan flu burung adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dari Family Orthomyxomiridae. Virus ini dapat menimbulkan gejala penyakit pernafasan pada unggas, mulai dari yang ringan (Low pathogenic) sampai pada yang bersifat fatal ( highly pathogenic ).

Virus Influensa A (H5N1) merupakan penyebab wabah flu burung yang sangat mematikan di Hongkong, Vietnam, Thailand, Indonesia dan Jepang. Masa inkubasi ( saat penularan sampai timbulnya penyakit ) avian influenza adalah 3 hari untuk unggas. Sedangkan untuk flok dapat mencapai 14 – 21 hari. Hal itu tergantung pada jumlah virus, cara penularan, spesies yang terinfeksi dan kemampuan peternak untuk mendeteksi gejala klinis ( berdasarkan pengamatan klinik ).

Penyakit ini menimbulkan kematian yang sangat tinggi (hampir 90 %) pada beberapa peternakan dan menyebabkan kerugian ekonomi yang besar bagi peternak. Kemungkinan penularan kepada manusia dapat terjadi apabila virus avian influenza bermutasi. Unggas ( ayam, burung dan itik ) merupakan sumber penularan virus influenza. Untuk unggas air lebih kebal (resistensi) terhadap virus avian influenza daripada unggas peliharaan, Sedangkan burung kebanyakan dapat juga terinfeksi, termasuk burung liar dan unggas air. Kasus Flu Burung dalam perkembangan, bukan menyerang pada unggas saja, tetapi juga menyerang manusia.

Gejala Klinik

Virus flu burung hidup di dalam saluran pencernaan unggas. Virus ini kemudian dikeluarkan bersama kotoran, dan infeksi akan terjadi bila orang mendekatinya. Penularan diduga terjadi dari kotoran secara oral atau melalui saluran pernapasan. Virus itu dapat bertahan hidup di air sampai empat hari pada suhu 22 derajad celcius dan lebih dari 30 hari pada nol derajad celcius. Di dalam kotoran dan tubuh unggas yang sakit, virus dapat bertahan lebih lama, tapi mati pada pemanasan 600 derajad celcius selama 30 menit. Virus ini sendiri mempunyai masa inkubasi selama 1–3 hari.

Orang yang terserang flu burung menunjukkan gejala seperti terkena flu biasa, yaitu demam, batuk,sesak dan sakit tenggorokan, ber-ingus, nyeri otot, sakit kepala, lemas, dan dalam waktu singkat dapat menjadi lebih berat dengan terjadinya peradangan di paru-paru (pneumonia), dan apabila tidak dilakukan tatalaksana dengan baik dapat menyebabkan kematian.

Penyakit ini dapat juga menyerang manusia, lewat udara yang tercemar virus itu. Belum ada bukti terjadinya penularan dari manusia ke manusia. Dan juga belum terbukti adanya penularan pada manusia lewat daging yang dikonsumsi. Orang yang mempunyai resiko besar untuk terserang flu burung (H5N1) ini adalah pekerja peternakan unggas, penjual dan penjamah unggas.

Flu burung banyak menyerang anak-anak di bawah usia 12 tahun. Hampir separuh kasus flu burung pada manusia menimpa anak-anak, karena sistem kekebalan tubuh anak-anak belum begitu kuat.

Upaya pencegahan penularan tentu saja dilakukan dengan cara menghindari bahan yang terkontaminasi tinja dan sekret unggas, dengan beberapa tindakan seperti:
– Mencuci tangan dengan sabun cair pada air yang mengalir sebelum dan sesudah melakukan suatu pekerjaan.
– Melaksanakan kebersihan lingkungan
– Melakukan kebersihan diri
– Tiap orang yang berhubungan dengan bahan yang berasal dari saluran cerna unggas harus menggunakan pelindung (masker, kacamata khusus)
– Bahan yang berasal dari saluran cerna unggas, seperti tinja harus ditatalaksana dengan baik (ditanam atau dibakar) agar tidak menjadi sumber penularan bagi orang disekitarnya.
– Alat-alat yang digunakan dalam peternakan harus dicuci dengan desinfektan.
– Kandang dan tinja tidak boleh dikeluarkan dari lokasi peternakan
– Mengkonsumsi daging ayam yang telah dimasak dengan suhu 800 derajad celcius selama satu menit, telur unggas dipanaskan dengan suhu 640 derajad celcius selama lima menit


PENCEGAHAN PENTING

Obat flu babi sama dengan obat yang digunakan untuk flu biasa atau flu burung. CDCP (Centers for Disease Control and Prevention) merekomendasikan obat antivirus oseltamivir (Tamiflu) atau zanamivir. Hanya saja, obat ini lebih efektif jika diberikan pada tahap dini perjalanan penyakit, saat kerusakan pada sel paru-paru belum terlalu parah.

Belum ada vaksin yang dapat melindungi manusia agar tidak terkena flu babi. Oleh karena itu, langkah pencegahan untuk membatasi penularan sangat penting. Berikut tindakan yang perlu diambil untuk mengurangi risiko penularan jika Anda sedang berada di daerah wabah flu babi :

  1. Menutup hidung dan mulut dengan tissue saat batuk atau bersin, Membuang tissue ke tempat sampah setelah digunakan. Kalau kita bertemu dengan seorang penderita di ruang sempit, usahakan berpaling dari penderita. Ini untuk menghindari kita terkontaminasi mukosa hidung dan mata dari si penderita. Selain itu, meski kita dalam kondisi sehat, jangan  terlalu sering menggosok gosok hidung dan mata dengan jari-jari kita. Siapa tahu jari-jari kita telah melakukan kontak dengan penderita flu..
  2. Mencuci tangan dengan sabun dan air, terutama setelah batuk atau bersin. Tissue yang mengandung alkohol juga dapat digunakan.
  3. Menghindari kontak erat dengan orang yang sakit flu.
  4. Jika sakit, hendaknya tetap berada di rumah, tidak pergi bekerja atau ke sekolah, agar tidak menginfeksi orang lain.
  5. Menghindari menyentuh mata, hidung, atau mulut. Virus menular lewat bagian tubuh tersebut.

6. Sedapat mungkin hindari hadir bersama-sama penderita flu dalam ruang tertutup / ber AC, misalnya dalam lift. Namun bila keadaan itu tak dapat dihindari, misalnya di ruang kantor atau dalam pesawat terbang, gunakan obat semprot hidung yang mengandung larutan NaCl-fisiologis.

7. Banyak minum (sedikitnya 8 gelas air atau jus buah per hari) dapat pula membantu mencegah tertular flu. Vitamin E (200 IU/hari) juga membantu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Vitamin C juga berperan dalam mengurangi penderitaan akibat flu, asalkan tidak melebihi 500mg/hari.

8. Konsumsilah secara rutin habbatussauda (black cumin), madu alam dan spirulina karena selain mengandung antivirus alamiah juga telah terbukti sangat baik untuk meningkatkan sistim imun tubuh.

9. Redamlah batuk dengan anti-tussive, kalau perlu ditambah expectorant. Obat flu yang tersebar di Indonesia rata-rata mengandung nasal dekongestan, anti histamin, analgetik-antipiretik serta anti tussive. Namun bila tenggorokan sudah telanjur sakit, gunakanlah obat isap penghilang radang. Di atas segalanya, kalau demam sampai menyerang, segera periksakan diri anda ke dokter dan beristirahatlah dengan cukup.

Allaahumma sallimnaa wal muslimiin..

Baarokallaahu fiikum.

REFERENSI

Penyakit Flu Babi,

http://www.wartamedika.com/2009/04/penyakit-flu-babi.html

Astaga! Wabah Flu Melanda Meksiko, http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/04/24/14553178/astaga.wabah.flu.melanda.meksiko.20.tewas

Flu Babi Serang Warga AS, http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/04/23/08512941/.flu.babi.serang.warga.as.

Delapan kasus Flu Babi yang ditemukan di Amerika Serikat diduga ditularkan antar manusia.
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/04/26/1/214002/virus-flu-babi-diduga-menular-antar-manusia

Flu Ganas. http://www.balita-anda.com/pdf.php?id=219 dan http://iwandahnial.wordpress.com/2009/04/25/flu-ganas/

Hand-Foot-Mouth Disease (HFMD), http://www.infeksi.com/articles.php?lng=in&pg=44

FLU BURUNG DI INDONESIA, Dr. H. Ilham Patu,SpBS, http://www.infeksi.com/articles.php?lng=in&pg=36

Baca Juga :

About these ads

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. ya….

    hani kuarkbee

    July 22, 2011 at 21:34

  2. Alhamdulillah, Informasinya sangat bermanfaat sekali. Wafik barakallah

    Abu Aisyah

    April 30, 2009 at 08:52


Bagaimana menurut Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s