طبيب الطب النبوي Dokter Pengobatan Nabawi

Islam, Hukum, Sholat, Tatacara

Inilah Bukti Ilmiyah Berupa Dalil-dalil dari Al-Qur’an dan Hadits yang Membuktikan Bahwa : “Matahari Berputar Mengelilingi Bumi”

with 10 comments


Benarkah Bumi Mengelilingi Matahari ?


Soal: Apakah matahari berputar mengelilingi bumi?

Jawab: Dhahirnya dalil-dalil syar’i menetapkan bahwa mataharilah yang berputar mengelilingi bumi dan dengan perputarannya itulah menyebabkan terjadinya pergantian siang dan malam di permukaan bumi, tidak ada hak bagi kita untuk melewati dhahirnya dalil-dalil ini kecuali dengan dalil yang lebih kuat dari hal itu yang memberi peluang bagi kita untuk menakwilkan dari dhahirnya. Di antara dalil-dalil yang menunjukkan bahwa matahari berputar mengelilingi bumi sehingga terjadi pergantian siang dan malam adalah sebagai berikut:

1. Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman tentang Ibrahim akan hujahnya terhadap orang yang membantahnya tentang Rabb:

فَإِنَّ اللّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ

“Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat.” (QS Al Baqarah: 258).

Maka keadaan matahari yang didatangkan dari timur merupakan dalil yang dhahir bahwa matahari berputar mengelilingi bumi.

2. Dan Allah subhanahu wa ta’ala berfirman juga tentang Ibrahim:

فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَـذَا رَبِّي هَـذَا أَكْبَرُ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ

“Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: ‘Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar’, maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata: ‘Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.'” (QS Al An’am: 78).

Jika Allah menjadikan bumi yang mengelilingi niscaya Allah berkata: “Ketika bumi itu hilang darinya.”

3. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَتَرَى الشَّمْسَ إِذَا طَلَعَت تَّزَاوَرُ عَن كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَإِذَا غَرَبَت تَّقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ وَهُمْ فِي فَجْوَةٍ مِّنْهُ

“Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu.” (QS Al Kahfi: 17).

Allah menjadikan yang condong dan menjauhi adalah matahari, itu adalah dalil bahwa gerakan itu adalah dari matahari, kalau gerakan itu dari bumi niscaya Dia berkata, “gua mereka condong darinya (matahari).” Begitu pula bahwa penyandaran terbit dan terbenam kepada matahari menunjukkan bahwa dialah yang berputar meskipun dilalahnya lebih sedikit dibandingkan firmanNya, “(condong) dan (menjauhi mereka).”

4. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (QS Al Anbiya': 33).

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata: berputar dalam suatu garis edar seperti edaran alat pemintal. Penjelasan itu terkenal darinya.

5. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثاً

“Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat.” (QS Al A’raf: 54).

Allah menjadikan malam mengejar siang, dan yang mengejar itu yang bergerak dan sudah maklum bahwa siang dan malam itu mengikuti matahari.

6. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى أَلَا هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ

“Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS Az Zumar: 5).

FirmanNya: “Menutupkan malam atau siang” artinya memutarkannya atasnya seperti tutup sorban menunjukkan bahwa berputar adalah dari malam dan siang atas bumi. Kalau saja bumi yang berputar atas keduanya (malam dan siang) niscaya Dia berkata, “Dia menutupkan bumi atas malam dan siang.” Dan firmanNya, “matahari dan bulan, semuanya berjalan” menerangkan apa yang terdahulu menunjukkan bahwa matahari dan bulan keduanya berjalan dengan jalan yang sebenarnya (hissiyan makaniyan), karena menundukkan yang bergerak dengan gerakannya lebih jelas maknanya daripada menundukkan yang tetap diam tidak bergerak.

7. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا  وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا

“Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya.” (QS Asy Syams: 1-2).

Makna (mengiringinya) adalah datang setelahnya, dan itu dalil yang menunjukkan atas berjalan dan berputarnya matahari dan bulan atas bumi. Seandainya bumi yang berputar mengelilingi keduanya tidak akan bulan itu mengiringi matahari, akan tetapi kadang-kadang bulan mengelilingi matahari dan kadang matahari mengiringi bulan, karena matahari lebih tinggi daripada bulan. Dan untuk menyimpulkan ayat ini membutuhkan pengamatan.

8. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “

وَآيَةٌ لَّهُمْ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُم مُّظْلِمُونَ   وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ   وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ  لَا الشَّمْسُ يَنبَغِي لَهَا أَن تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS Yaa Siin: 37-40).

Penyandaran kata berjalan kepada matahari dan Dia jadikan hal itu sebagai kadar / batas dari Dzat yang Maha Perkasa lagi Mengetahui menunjukkan bahwa itu adalah jalan yang haqiqi (sebenarnya) dengan kadar yang sempurna, yang mengakibatkan terjadinya perbedaan siang malam dan batas-batas (waktu). Dan penetapan batas-batas edar bulan menunjukkan perpindahannya di garis edar tersebut. Kalau seandainya bumi yang berputar mengelilingi maka penetapan garis edar itu untuknya bukan untuk bulan. Peniadaan bertemunya matahari dengan bulan dan malam mendahului siang menunjukkan pengertian gerakan muncul dari matahari, bulan, malam, dan siang.

9. Dari Abu Dzarr, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa-sallam bersabda pada suatu hari “Tahukah kalian kemana matahari ini pergi?” Para sahabat menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”, Rasulullah bersabda “Sesungguhnya matahari ini beredar/berjalan sampai berakhir ke tempatnya di bawah ‘Arsy maka dia tersungkur sujud, terus-menerus dia dalam keadaan demikian sampai dikatakan kepadanya: “bangkitlah/angkatlah (dirimu) dan kembalilah dari tempat kamu datang”, maka matahari tersebut kembali lalu terbit dari tempat terbitnya kemudian beredar lagi sampai berakhir ke tempatnya di bawah ‘Arsy lalu dia tersungkur sujud dan terus menerus dalam keadaan demikian sampai dikatakan kepadanya: “angkatlah dan kembalilah dari tempat kamu datang”, lalu dia kembali dan terbit dari tempat terbitnya (sebagaimana biasa) kemudian dia kembali beredar, yang manusia tidak akan mengingkarinya sedikitpun, sampai berakhir ke tempatnya yaitu di bawah ‘Arsy maka dikatakan kepadanya “angkatlah dan jadilah kamu terbit dari arah terbenammu” maka matahari itu terbit dari arah terbenamnya, kemudian Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian kapan hal itu terjadi?” Hal itu terjadi ketika tidak bermanfaat keimanan seseorang bagi dirinya, yang dia tidak beriman sebelumnya atau berusaha dengan kebaikan dalam keimanannya” (H.R. Al-Imam Muslim).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu dan matahari telah terbenam, “Apakah kamu tahu ke mana matahari itu pergi?” Dia menjawab, “Allah dan RasulNya lebih tahu.” Beliau bersabda, “Sesungguhnya dia pergi lalu bersujud di bawah Arsy, kemudian minta ijin lalu diijinkan baginya, hampir-hampir dia minta ijin lalu dia tidak diijinkan. Kemudian dikatakan kepadanya: ‘Kembalilah dari arah kamu datang lalu dia terbit dari barat (tempat terbenamnya).'” Atau sebagaimana beliau telah bersabda (Muttafaq ‘alaih).

Dalam hadits setelah ini, dari Abu Dzarr berkata, saya menanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa-sallam tentang firman Allah Ta’ala: “Wasysyamsu tajrii limustaqarrillahaa?” (Dan matahari beredar/berjalan di tempat peredarannya), Rasulullah bersabda: “tempat peredarannya adalah di bawah ‘Arsy”. (H.R. Al-Imam Muslim).

PerkataanNya: “Kembalilah dari arah kamu datang, lalu dia terbit dari tempat terbenamnya” sangat jelas sekali bahwa dia (matahari) itulah yang berputar mengelilingi bumi dengan perputarannya itu terjadinya terbit dan terbenam.

10. Hadits-hadits yang banyak tentang penyandaran terbit dan terbenam kepada matahari, maka itu jelas tentang terjadinya hal itu dari matahari tidak dari bumi.

Boleh jadi di sana masih banyak dalil-dalil lain yang tidak saya hadirkan sekarang, namun apa yang telah saya sebutkan sudah cukup tentang apa yang saya maksudkan wallahul Muwaffiq.

Rujukan: Majmu’ Fatawa karya Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin dan Shohih Muslim.

Sumber : Buletin Al-Wala’ wal Baro’  Edisi ke-35 Tahun ke-1 / 15 Agustus 2003 M / 16 Jumadits Tsani 1424 H

About these ads

10 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Kalau udara ikut bergerak, terjadi angin kencang dong, trus ƘåĽ☺ naek bus terasa anginnya kencang bro jelaskan bro

    brek

    October 19, 2012 at 00:17

  2. saya prcaya bumi mngelilingi mtahri dan yg di jlskn dlm ayat pasti punya makna/tafsiran yg blm kita ketahui

    andika

    September 28, 2012 at 20:36

  3. Subhanallah
    ternyata sangat lengkap, dalam Al Qur’an pun telah ada penjelasannya

    Jefry

    August 18, 2012 at 13:57

  4. ini pendapat peribadi saya dalam surah al-anbiya terdapat ayat: malam dan siang matahari dan bulan masing masing berlari pada garis edar (falak) saya percaya bahwa putaran bumi menghasilkan fenomena siang dan malam. sedangkan maksud falak ialah alat pemintal, sejenis alat yang berbentuk bulat dan berputar, adakah terdapat hubungan falak dengan putaran bumi? adakah bentuk bumi yang bulat dan berputar di kiaskan kepada falak?

    zul

    July 3, 2012 at 19:16

  5. ini semua gampang aja pokoknya ada rotasi, dan siapa bikin itu rotasi? tuhan juga bikin, usah pusing2 biar planet aja pusing kamu jangan pusing

    zul

    June 15, 2012 at 17:33

  6. Kami beriman kepada Alloh kepada Malaikat kitab kitabNya UtusanNya dan hari Ahir plus kepada qadr Nya baik dan buruknya.
    Saya percaya bahwa ulama’ mu’tabar jauh dari sifat dusta namun mereka hanya manusia yang bisa salah bagaimanapun juga,
    poin yang ingin saya sampaikan adalah:
    1. jika terjadinya siang dan malam karena proses matahari mengelilingi bumi, apakah anda (rahimakumulloh) juga ingin mengatakan bahwa bumi tidak berputar pada porosnya / sumbunya (rotation), karena jika anda hanya menilai zahir hadith diatas maka akan boleh difahami demikian, pun boleh difahami bahwa bumi itu datar bukan bulat.

    2. jika benar (walloh a’lam) bumi diam tidak berputar maka saya yakin anda tidak akan bisa melihat bintang yang tersusun indah seperti yang saya lihat ketika seandai saya bermalam di makkah atau di Spain. sepanjang tahun dan sepanjang hayat

    3. jika terjadinya spergantian siang dan malam itu sebab bumi berputar mengelilingi bumi maka bulan pun dituntut harus mengelilingi bumi 30 kali atau 31 kali setiap bulan, padahal kita tahu bahwa selisih rata rata gerakan bulan terhadap matahari adalah 360/30hari yaitu 12 sekian derajat. saya tak faham banyak pasal fisika tapi saya juga mengikuti perdebatan dua fihak antara geosentris dan heliosentris dan saya tak pihak keduanya sebab saya masih banyak pertanyaan yang mereka tak bisa puaskan saya baik secara nash atau scientific. dan yang saya tidak setuju adalah menafsirkan nash seakan dipaksakan seperti faham mereka. Walloh a’lam

    Saya pribadi percaya
    a. Bahwa bumi berputar pada sumbunya sebagai sebab terjadinya pergantian siang dan malam dan saya percaya bumi adalah bulat
    b. Saya percaya bahwa bulan mengelilingi bumi sekali putaran penuh dan pula sekali berputar pada sumbunya setiap satu siklus bulan qamariyah, itu sebabnya muka bulan yang menghadap bumi (atas kehendak Alloh) tidak pernah berubah.
    c. Saya tidak percaya teory heliosentris yang mengatakan bahwa bumi mengelilingi matahari sebab alasan no.2 dan jikalah benar aliran heliosentris seharusnya ada saat nya atau ada masanya kita tak dapat saksikan planet yang lain karena alasan perbedaan waktu dan jarak tempuh evolusi tiap tiap planet particularly.

    Reeve Rainseer

    April 22, 2012 at 15:20

  7. ayat Al-Quran yang anda tampilkan memang benar….tetapi penafsiran anda sangat salah….jangan sembarangan menafsirkan ayat..dan bertentangan dengan ilmu alam..banyak lah belajar.!!!

    syahadat

    March 10, 2012 at 08:54

  8. Jazaakallaahu khoir pak dokter.
    Sewaktu duduk di bangku sekolah, pada saat pelajaran saya bertanya kepada pak guru, “Pak guru, jika bumi berotasi pada sumbunya, mengapa kita tidak merasakan angin yang berhembus kencang ?”. Pak Guru menjawab, “Itu karena udara di permukaan bumi ikut berputar bersama bumi.”
    Kemudian hari saya mencoba mencari bukti ilmiah bahwa udara ikut berputar bersama bumi sehingga penghuni bumi tidak merasakan angin kencang, namun ternyata tidak ada satu pun bukti ilmiah bahwa udara ikut berputar bersama bumi.

    abu azka

    September 16, 2010 at 11:09

    • tolong diberi penjelasan ilmiah mengenai hal di atas, misalnya dengan peta ruang angkasa versi anda.

      masruriemha

      April 23, 2012 at 00:25

    • Hal ini gampang sekali di jawab. Misalkan anda berada di berada di dalam sebuah bus, bus ini melaju kencang — katakanlah 100Km/jam, jika anda mengelurkan tangan dari bus maka anda merasa angin kencang 100 Km/jam atau lebih. namun ketika anda di dalam bus anda tidak merasakan angin 100 Km/jam. seperti itu pula, karena udara di dalam bus ikut bergerak 100 km/jam jadi secara relatif anda yang di dalam bus tidak ada angin yang bergerak di dalam bus. sama seperti itu di bumi, angin juga mengikuti (sesuai dengan ketinggian/jarak dari tanah — semakin jauh semakin cepat). Semoga bisa menjawab pertanyaan

      Fauzi

      May 20, 2012 at 10:44


Bagaimana menurut Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s