Medikalisasi khitan pada bayi perempuan

Medikalisasi khitan pada bayi perempuan

rose-61

Bila terjadi kontroversi seputar sirkumsisi pada anak/bayi laki-laki, nampaknya semua mudah sepakat tentang sunat pada bayi perempuan. Pada beberapa komunitas, dilakukan praktek sunat perempuan yang diserupakan dengan sirkumsisi pada laki-laki. Karena klitoris merupakan “kembaran” penis, maka kulit di sekitar klitoris juga harus dibuang, seperti membuang preputium. Bahkan ada yang sampai memotong klitorisnya itu sendiri.

WHO mencatat ada 4 tipe female genital mutilation. Tindakan “memotong kulit di sekitar klitoris” (yang sejenis dengan preputium pada penis) merupakan tipe paling ringan. Sulit dibayangkan bagaimana kondisi dari tipe-tipe yang lebih berat.

Tindakan ini tidak dikenal sama sekali dalam dunia medis. Pemotongan atau pengirisan kulit sekitar klitoris apalagi klitorisnya sangat merugikan. Tidak ada indikasi medis untuk mendasarinya. Seorangbidan di Jawa Barat pernah mengulas tentang hal ini karena menemukan bekas-bekasnya pada pasiennya. Kenyataannya memang ada kelompok yang meyakini bahwa anak perempuan pun diwajibkan menjalani khitan. Dan praktek tersebut dilakukan juga, bahkan di pusat-pusat pelayanan kesehatan.

Sekitar 1 tahun lalu, Kementrian Pemberdayaan Wanita mengeluarkan seruan untuk menghentikan medikalisasi sunat perempuan. Namun, saya memandang seruan ini harus dikaji secara komprehensif. Read More…

MASALAH KHITAN YANG PALING SERING DIHADAPI DAN SOLUSINYA

MASALAH KHITAN YANG PALING SERING DIHADAPI DAN SOLUSINYA

Oleh : dr. Abu Hana

Untuk http://kaahil.wordpress.com

bedah

Secara umum masalah yang berhubungan dengan khitan dan menjadi penyulit adalah sebagai berikut :

1. Hematom (Jendalan Darah) pada khitan.

Pecahnya pembuluh darah akibat penusukan jarum suntik saat anestesi dapat menyebabkan dimana bocoran darah yang mengumpul dan membentuk benjolan yang disebut hematom. Besarnya bergantung dari banyaknya darah yang keluar dari pembuluh darah. Pada pembuluh darah kecil biasanya hematom tidak membesar karena platelet plug sudah cukup untuk menghentikannya. Maka hendaknya kita evaluasi untuk beberapa saat, apakah hematomnya terus membesar atau tidak. Read More…