طبيب الطب النبوي Dokter Pengobatan Nabawi

Islam, Hukum, Sholat, Tatacara

MENGENAL 7 METODE SUNAT/KHITAN (SIRKUMSISI)

with 35 comments


MENGENAL 7 METODE SUNAT/KHITAN (SIRKUMSISI)

Oleh : dr. Abu Hana

Untuk http://kaahil.wordpress.com

surgery2

Bismillah,

Sirkumsisi (circumcision/khitan) atau dalam Bahasa Indonesia lebih dikenal dengan istilah “sunat” atau “supit”, merupakan tuntunan syariat Islam yang sangat mulia dan disyariatkan baik untuk laki-laki maupun perempuan. Orang-orang Yahudi dan Nasrani-pun sekarang juga banyak yang menjalaninya karena terbukti memberikan manfaat terhadap banyak masalah kesehatan.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa khitan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan mulai dari mencegah penyakit mematikan seperti AIDS hingga kanker. Penelitian lanjutan tentu akan semakin membuka mata lebar-lebar para praktisi kesehatan bahwa khitan juga sangat bermanfaat bagi kaum hawa.

“Dua penelitian terakhir malah berhenti lebih awal, karena menunjukkan keefektifan yang tinggi tentang khitan dibanding kelompok kontrol yang menolak dikhitan,” jelas peneliti dari Universitas Illinois, Amerika Serikat, Richard Bailey, dalam Konferensi Masyarakat AIDS Internasional di Sydney, Australia.

Tidaklah mungkin dan mustahil jika Allah Ta’ala dan Rosul-Nya telah menuntunkan suatu syariat “Khitan” akan membahayakan bagi ummatnya. Justeru yang ada adalah hikmah dan faedah yang amat besar yang akan terungkap baik dalam waktu cepat atau lambat.

Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan terutama di bidang kesehatan, metode khitan pun semakin berkembang. Saat ini telah diciptakan banyak peralatan dan obat-obatan untuk membantu melaksanakan khitan, sehingga khitan menjadi proses yang  lebih aman dan lebih tidak menyakitkan. Selain itu, banyak pula metode yang mulai dikembangkan dalam pelaksanaan khitan sehingga proses khitan menjadi lebih mudah dan lebih cepat. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Cara seorang dokter dalam melakukan khitan sangat tergantung pada alat, kemampuan dokter dan keterampilan yang dimilikinya. Dalam standar kompetensi dokter 2006 telah dinyatakan bahwa khitan merupakan kompetensi level 4 dimana seorang dokter harus mampu melakukan khitan secara mandiri dan merawat luka khitan sampai sembuh.

Berikut ini adalah penjelasan berbagai macam metode Khitan :

Pertama : METODE KLASIK & DORSUMSISI

Metode klasik sudah banyak ditinggalkan tetapi masih bisa kita temui di daerah pedalaman. Alat yang digunakan adalah sebilah bambu tajam/pisau/silet. Para bong supit alias mantri sunat langsung memotong kulup dengan bambu tajam tersebut tanpa pembiusan. Bekas luka tidak dijahit dan langsung dibungkus dengan kassa/verban sehingga metode ini paling cepat dibandingkan metode yang lain. Cara ini mengandung risiko terjadinya perdarahan dan infeksi, bila tidak dilakukan dengan benar dan steril.

Metode Klasik kemudian disempurnakan dengan metode Dorsumsisi, Khitan metode ini sudah menggunakan peralatan medis standar dan merupakan khitan klasik yang masih banyak dipakai sampai saat ini. Di Sunda dikenal dengan sebutan sopak lodong, umumnya bekas luka tidak dijahit walaupun beberapa ahli sunat sudah memodifikasi dengan melakukan pembiusan lokal dan jahitan minimal untuk mengurangi risiko perdarahan.

sunat klasik

Kelebihannya peralatan yang digunakan lebih murah dan sederhana, proses memakan waktu cukup singkat, sudah banyak dikenal masyarakat biaya relatif lebih murah serta bisa digunakan untuk bayi/anak dibawah 3 tahun dimana pembuluh darahnya masih kecil. Kekurangannya risiko kepala (glan) terpotong / tersayat sangat tinggi, terutama jika sayatan dibawah klem koher, mukosa kadang lebih panjang sehingga membutuhkan pemotongan ulang, bisa terjadi nekrosis jika jepitan koher terlalu lama, risiko perdarahan tinggi apabila tanpa dilakukan penjahitan. operasi.

Kedua : METODE STANDAR SIRKUMSISI KONVENSIONAL

Merupakan metode yang paling banyak digunakan hingga saat ini, cara ini merupakan penyempurnaan dari metode dorsumsisi dan merupakan metode standar yang digunakan oleh banyak tenaga dokter maupun mantra (perawat). Alat yang digunakan semuanya sesuai dengan standar medis dan membutuhkan keahlian khusus untuk melakukan metode ini. ( Baca : Cara Khitan Metode Standar).

sirkumsisi

Kelebihannya peralatannya sudah sesuai standar medis, menggunakan pembiusan local dan benang yang jadi daging, risiko infeksi kecil dan risiko perdarahan tidak ada. Metode ini cocok untuk semua kelompok umur, biayanya cukup terjangkau serta pilihan utama untuk pasien dengan kelainan fimosis. Kekurangannya membutuhkan keahlian khusus dari pengkhitan dan proses waktunya antara 15-20 menit.

Ketiga : METODE LONCENG

Pada metode ini tidak dilakukan pemotongan kulup. Ujung penis hanya diikat erat sehingga bentuknya mirip lonceng, akibatnya peredaran darahnya tersumbat yang mengakibatkan ujung kulit ini tidak mendapatkan suplai darah, lalu menjadi nekrotik, mati dan nantinya terlepas sendiri. Metode ini memerlukan waktu yang cukup lama, sekitar dua minggu. Alatnya diproduksi di beberapa negara Eropa, Amerika, dan Asia dengan nama Circumcision Cord Device.

sunat lonceng

Keempat : METODE KLAMP

Metode Klamp .,ini memilik banyak variasi alat dan nama walaupun perinsipnya sama, yakni kulup (preputium) dijepit dengan suatu alat (umumnya sekali pakai) kemudian dipotong dengan pisau bedah tanpa harus dilakukan penjahitan. Diantaranya adalah : Gomco, Ismail Clamp, Q-Tan, Sunathrone Clamp, Ali’s Clamp, Tara Clamp dan Smart Clamp. Di Indonesia sendiri yang paling banyak berkembang adalah Metode cincin (Tara Clamp) dan Smart Clamp.

Metode Cincin (Tara Clamp)

Dr. T. Gurcharan Singh adalah penemu Tara klamp pada tahun 1990 berupa alat yang  terbuat dari plastik dan untuk sekali pakai. Di Indonesia  Metode Cincin dicetuskan oleh oleh dr. Sofin, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada, Yogyakarta dan sudah dipatenkan sejak tahun 2001.

sunat cincin dr.sofin

sunat cincin

Pada metode ini, ujung kulup dilebarkan, lalu ditahan agar tetap meregang dengan cara memasang semacam cincin dari karet. Biasanya, ujung kulup akan menghitam dan terlepas dengan sendirinya. Prosesnya cukup singkat sekitar 3-5 menit. Kelebihan metoda ini adalah: – Mudah dan aman dalam penggunaan, tidak memerlukan penjahitan dan perban,tidak mengganggu aktivitas sehari-hari pasien,perdarahan minimal bahkan bisa tidak berdarah,tidak sakit setelah khitan, tanpa perawatan pasca khitan dan langsung pakai celana dalam dan celana panjang.

Metode Smart Clamp

smart klamp

Smart klamp merupakan metode dan teknik sunatan yang diperkenalkan sejak tahun 2001 di Jerman dan penemunya adalah dr. Harrie van Baars. Alat smart klamp terdiri atas beberapa ukuran, mulai dari nomor 10, 13, 16, dan 21. Untuk bayi, alat yang dipakai nomor 10, sedangkan orang dewasa nomor 21. Alat ini terbuat dari dua jenis bahan kunci klamp, yakni nilon dan polikarbonat yang dikemas steril dan sekali pakai. Tentu saja lebih aman dan bebas dari penularan penyakit dan infeksi. Smart klamp memberikan perlindungan luka dengan sistem tertutup. Luka sayatan terkunci rapat, tidak memungkinkan masuknya kuman atau mikroorganisme pengganggu.

smart klamp

Pada metode ini pasien akan diukur glandpenis-nya, ukuran 0-meter. Setelah diberi anestesi lokal, secara hati-hati preputium dibersihkan dan dibebaskan dari perlengketan dengan gland penis. Batas kulit preputium yang akan dibuang ditandai dengan spidol. Tabung smart klamp dimasukkan ke dalam preputium hingga batas corona gland penis. Lalu, klamp pengunci dimasukkan sesuai arah tabung dan diputar 90 derajat, hingga posisi smart klamp siap terkunci.

Setelah posisi kulit yang akan dibuang dipastikan sesuai rencana, juga agar posisi saluran kencing tidak terhalang tabung. Berikutnya, adalah mengunci klamp hingga terdengar bunyi “klik”. Sisi distal preputium dibuang menggunakan pisau bisturi. Kemudian luka dibersihkan dengan obat antiinfeksi dan dibungkus kasa steril. Hingga proses itu, sunat ala smart klamp selesai.Setelah lima hari, smart klamp dilepas dokter atau perawat dengan teknik yang sangat mudah.

gomco

Gomco : Klamp ini  dibuat pertama kali pada tahun 1934 oleh Hiram S. Yellen, M.D. dan Aaron Goldstein. Alat ini terdiri dari bel logam dan plat datar dengan lubang di dalamnya untuk menempatkan keduanya dalam posisi yang sesuai. Terdapat sebuah sekrup berbentuk lingkaran yang berfungsi memberikan tekanan.

ismail clampIsmail Clamp : Ismail Klamp ditemukan oleh Dr Ismail Md Salleh. Alat ini sebenarnya hampir menyerupai alat klamp lainnya, hanya saja alat ini memiliki mekanisme penguncian dengan sistem sekrup, sehingga pemasangan dam pelepasan alat ini sangat mudah tanpa harus merusak alat ini. Saat ini baru tersedia 2 ukuran untuk anak-anak

Q-Tan : Alat ini menyerupai Ismail Clamp hanya saja sistem sekrupnya terkunci mati (irreversible locking system) sehingga alat ini tidak mungkin di daur ulang kembali karena pembukaan alat ini harus dengan dipotong. Alat ini belum diproduksi secara massal dan masih merupakan prototype. Saat ini masih diadakan riset yang mendalam sehingga alat ini layak untuk digunakan secara luas.

sunathroneSunathrone Clamp : Sunathrone adalah metode sunat dengan kaedah terkini yang ditemukan oleh Dr Mohammad Tasron Surat, dokter kelahiran Malaysia. Keistimewaan Sunathrone ini adalah kerana praktis dan proses penyembuhannya lebih cepat. Alat khitan sekali pakai ini akan tertanggal sendiri, serta tidak memerlukan perawatan khusus. Setelah khitan dapat langsung memakai celana dan beraktifitas tanpa rasa sakit.
Ali’s Clamp : Alat ini mirip dengan Smart Klamp, hanya saja tabung klem-nya didesain miring dengan pertimbangan agar mengikuti kontur glans penis

Metode Kelima : METODE “LASER” ELEKTROKAUTERY

Metode ini sedang booming dan marak di masyarakat dan lebih dikenal dengan sebutan “Khitan Laser”. Penamaan ini sesunnguhnya kurang tepat karena alat yang digunakan samasekali tidak menggunakan Laser akan tetapi menggunakan “elemen” yang dipanaskan.sunat kauter

Alatnya berbentuk seperti pistol dengan dua buah lempeng kawat di ujungnya yang saling berhubungan. Jika dialiri listrik, ujung logam akan panas dan memerah. Elemen yang memerah tersebut digunakan untuk memotong kulup.

elektrokauter

Khitan dengan solder panas ini kelebihannya adalah cepat, mudah menghentikan perdarahan yang ringan serta cocok untuk anak dibawah usia 3 tahun dimana pembuluh darahnya kecil. Kekurangannya adalah menimbulkan bau yang menyengat seperti “sate” serta dapat menyebabkan luka bakar, metode ini membutuhkan energi listrik (PLN) sebagai sumber daya dimana jika ada kebocoran (kerusakan) alat, dapat terjadi sengatan listrik yang berisiko bagi pasien maupun operator.

Untuk proses penyembuhan, dibandingkan dengan cara konvensional itu sifatnya relatif karena tergantung dari sterilisasi alat yang dipakai, proses pengerjaanya dan kebersihan individu yang disunat.

Keenam : METODE FLASHCUTTER

Metode ini merupakan pengembangan dari metode elektrokautery. Bedanya terletak pada pisaunya yang terbuat dari logam yang lurus (kencang) dan tajam. Flashcutter langsung dapat hidup (tanpa PLN) karena didalamnya sudah terdapat energi dari rechargeable battery buatan Matshusita Jepang.

flashcutter

Flashcutter pertamakali diluncurkan di Indonesaia  tahun 2006 oleh Uniceff Corporation. Cara pemotongan pada khitan sama seperti mempergunakan pisau bedah (digesek, diiris). Dalam hitungan detik preputium terpotong dengan sempurna, (tanpa pendarahan, dan dengan luka bakar sangat minimal).

Ketujuh : METODE LASER CO2

Istilah yang lebih tepat untuk “Khitan Laser” yang sesungguhnya adalah dengan metode ini. Fasilitas Laser CO2 sudah tersedia di Indonesia. Salah satunya, di Jakarta. Laser yang digunakan adalah laser CO2 Suretouch dari Sharplan. Berikut tahapan sunat dengan laser tersebut:

sunat CO2

Setelah disuntik kebal (anaestesi lokal), preputium ditarik, dan dijepit dengan klem. Laser CO2 digunakan untuk memotong kulit yang berlebih.Setelah klem dilepas,kulit telah terpotong dan tersambung dengan baik, tanpa setetes darahpun keluar. Walaupun demikian kulit harus tetap dijahit supaya penyembuhan sempurna. Dalam waktu 10-15 menit, sunat selesai.

Cara sirkumsisi seperti ini cocok untuk anak pra-pubertal, kelebihannya operasi cepat, perdarahan tidak ada/ sangat sedikit, penyembuhan cepat, rasa sakit setelah terapi minimal, aman dan hasil secara estetik lebih baik.. dan prosedur ini cocok untuk sunat yang dilakukan pada umur agak dewasa karena rasa sakit, yang ditimbulkan oleh sunat cara operasi untuk orang sudah cukup berumur lebih parah daripada jika dilakukan pada usia muda dan lukanya pun agak lama sembuhnya. Kelemahan dari cara laser adalah masalah harga yang relatif mahal dan hanya ada di Rumah Sakit besar.

Apapun metode yang anda pilih tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun demikian ada sedikit Tips dari saya bagi anda untuk memilih metode khitan :

  1. Ikhlaskan niat bahwa Khitan merupakan tuntunan syariat agama yang sangat mulia, Berdo’alah hanya kepada Allah Ta’ala semata agar diberikan kemudahan.
  2. Hindari memilih hari-hari baik tertentu untuk khitan berdasarkan “terawangan” para kyai/paranormal, agar Anda terhindar dari kesyirikan yang dilarang. Semua hari pada dasarnya baik dan tidak ada hari buruk namun Anda diperbolehkan memilih waktu yang tepat sesuai  dengan pekerjaan Anda atau liburan sekolah anak, Bagaimanapun juga anak Anda butuh didampingi dan support dari orangtuanya ketika di khitan dan biarkan ia cuti sejenak dari sekolah/aktifitasnya agar mempercepat kesembuhan.
  3. Sebaiknya Anda datang ke dokter. Tehnik apa yang akan Anda pilih tergantung Anda sendiri. Kalau dengan teknik konvensional, semua dokter biasanya bisa mengerjakan.
  4. Tanyakan kepada sahabat dan kerabat tempat khitan yang baik, agar anda memperoleh informasi yang benar dan dapat berbagi pengalaman.
  5. Sesuaikan dengan kondisi keuangan Anda, Metode konvensional umumnya sangat terjangkau. Metode elektrokauter, klamp dan flashcutter agak mahal sedangkan laser CO2 mungkin yang paling mahal dan hanya ada di Rumah Sakit besar.
  6. Jika ingin mengikuti khitanan masal pastikan bahwa ada dokter penanggungjawab, sehingga jika ada masalah memudahkan Anda untuk berkoordinasi.

Semoga bermanfaat,

Alfaqiir Ilallaahi Ta’ala,

dr.Abu Hana

SUMBER :

FlashCutter, http://uniceffcorporation.com/?page_id=96

Smart Klamp Sunat Tanpa Rasa Sakit, http://yatibasri.wordpress.com/2008/06/21/smart-klamp-sunat-tanpa-rasa-sakit/

Sunat Khitan Dengan Metode Tara Klamp, http://heldi.net/2008/07/sunat-khitan-dengan-metoda-tara-klamp/

Sunat Konvensional dan Sunat Laser http://www.mer-c.org/penyakit-kulit/117-sunat-konvensional-dan-sunat-laser.html

Tanya Soal Sunat/Khitan, http://mediasehat.com/tanyajawab493

Tanya Sunat, http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20081209084028AAudZEe

About these ads

Written by أبو هـنـاء ألفردان |dr.Abu Hana

June 16, 2009 at 05:45

35 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Kalo bogem yg terkenal di kalasan jogja. dan di ciracas itu termasuk metode yg mana ya pak?

    umi

    December 25, 2012 at 09:32

  2. Saya Biasa mengkhitan pake elektro cauter cuma pingin yang Smart clamp juga, tapi saya kesulitan mencari untuk mendapatkannya juga butuh Video sample pengkhitannya mulai awal sampai akhir, moga ada yang bisa bantu. thanks.

    Iguns

    October 10, 2012 at 21:58

  3. menurut saya itu biasa saja.

    rizal

    July 3, 2012 at 17:10

  4. […] Metode Klamp  memilik banyak variasi alat dan nama walaupun perinsipnya sama, yakni kulup (preputiu… Diantaranya adalah : Gomco, Ismail Clamp, Q-Tan, Sunathrone Clamp, Ali’s Clamp, Tara Clamp dan Smart Clamp. Di Indonesia sendiri yang paling banyak berkembang adalah Metode cincin (Tara Clamp) dan Smart Clamp. Metode Cincin (Tara Clamp) Dr. T. Gurcharan Singh adalah penemu Tara klamp pada tahun 1990 berupa alat yang terbuat dari plastik dan untuk sekali pakai. Keuntungan metode ini adalah • Without any BLEEDING (Tanpa banyak perdarahan), • Without the need for SUTURES (tidak memerlukan jahitan luka), • Without LIGATURES (tidak perlu ikatan untuk mengehentikan perdarahan), • No BANDAGING  required (tidak perlu di perban), • Without any BATHING RESTRICTIONS, (tidak dilarang terkena air), • No OPEN WOUND (tidak ada luka terbuka), • No THEATER requirements • No ANCILLARY EQUIPMENT NEEDED (tidak diperlukan banyak peralatan). This is a Malaysian invention, developed by Dr. Gurcharan Singh Tara Singh during the 1980s and early 1990s. It was first marketed in 1995. Gurch, as he is known to his friends, should properly be regarded as the father of the modern disposable circumcision clamp. His circumcision device is highly regarded in SE Asia and in Africa it is making inroads into the sub-Saharan market. In June 2009, Dr. Singh’s tireless work promoting safe circumcision earned him the Malaysian Medical Association’s Outstanding Public and Healthcare Services Award, a rare honour equivalent to a Lifetime Achievement Award. Berikut ini langkah-langkah sunat metode Tara Klamp : Penis dibersihkan dengan cairan steril (misalnya betadin). Gunakan pena  untuk menandai batas pada kulup yang akan dipotong. Batas tersebut merupakan tempat di mana tara klamp dimasukkan. Hal ini untuk mencegah terlalu banyak penarikan sehingga menghindari pemotongan jaringan terlalu banyak. Secara pelan-pelan kulup ditarikke belakang sampai terbuka.Bebaskan dari perlengketan bila ada. Seperti terlihat, gunakan pelumas bedah: a) Pada bagian dalam dan permukaan luar tabung alat ini. b) Pada bagian dalam dari cincin, ini untuk mencegah lengketnya jaringan pada alat ini dalam beberapa hari yang akan datang. Letakkan tabung klem menutupi kepala penis, sehingga kepala penis tertutup oleh tabung. Tarik kulup menutupi sisi luar tabung , atur ujung kulup agar mencapai diameter kecil dari tabung Setelah mencapai batas yang ditandai pada kulup, tahan yang kuat kulup dengan jari. Tekan pemegang, hingga mencapai kunci mekanik pada tabung Tekan lebih kuat sampai terdengar  bunyi klik. Ini berarti telah terkunci dan kulup telah terapit dengan baik. Dengan pemotong  jaringan yang disediakan, atau pisau, kulup yang berada di sebelah luar /distal dari  cincin penjepit dipotong. Meskipun tidak ada pendarahan, tabung dibersihkan dengan kasa bersih dan salep dioleskan di tepi  tempat potongan. Oleskan salep beberapa kali setiap hari, selama beberapa hari berikutnya. Perangkat ini dibiarkan tetap pada penis selama beberapa hari berikutnya. Urin mudah keluar  melalui lobang bagian luar/distal dari tabung. Sumber Referensi  : http://www.cirp.org/library/procedure/tara-klamp/ http://www.taraklampsa.co.za/ http://majalah-hilalahmarsolo.blogspot.com/2010/06/berbagai-metode-sunat.html […]

  5. […] Metode Klamp  memilik banyak variasi alat dan nama walaupun perinsipnya sama, yakni kulup (preputiu… Diantaranya adalah : Gomco, Ismail Clamp, Q-Tan, Sunathrone Clamp, Ali’s Clamp, Tara Clamp dan Smart Clamp. Di Indonesia sendiri yang paling banyak berkembang adalah Metode cincin (Tara Clamp) dan Smart Clamp. Metode Cincin (Tara Clamp) Dr. T. Gurcharan Singh adalah penemu Tara klamp pada tahun 1990 berupa alat yang terbuat dari plastik dan untuk sekali pakai. Keuntungan metode ini adalah • Without any BLEEDING (Tanpa banyak perdarahan), • Without the need for SUTURES (tidak memerlukan jahitan luka), • Without LIGATURES (tidak perlu ikatan untuk mengehentikan perdarahan), • No BANDAGING  required (tidak perlu di perban), • Without any BATHING RESTRICTIONS, (tidak dilarang terkena air), • No OPEN WOUND (tidak ada luka terbuka), • No THEATER requirements • No ANCILLARY EQUIPMENT NEEDED (tidak diperlukan banyak peralatan). This is a Malaysian invention, developed by Dr. Gurcharan Singh Tara Singh during the 1980s and early 1990s. It was first marketed in 1995. Gurch, as he is known to his friends, should properly be regarded as the father of the modern disposable circumcision clamp. His circumcision device is highly regarded in SE Asia and in Africa it is making inroads into the sub-Saharan market. In June 2009, Dr. Singh’s tireless work promoting safe circumcision earned him the Malaysian Medical Association’s Outstanding Public and Healthcare Services Award, a rare honour equivalent to a Lifetime Achievement Award. Berikut ini langkah-langkah sunat metode Tara Klamp : Penis dibersihkan dengan cairan steril (misalnya betadin). Gunakan pena  untuk menandai batas pada kulup yang akan dipotong. Batas tersebut merupakan tempat di mana tara klamp dimasukkan. Hal ini untuk mencegah terlalu banyak penarikan sehingga menghindari pemotongan jaringan terlalu banyak. Secara pelan-pelan kulup ditarikke belakang sampai terbuka.Bebaskan dari perlengketan bila ada. Seperti terlihat, gunakan pelumas bedah: a) Pada bagian dalam dan permukaan luar tabung alat ini. b) Pada bagian dalam dari cincin, ini untuk mencegah lengketnya jaringan pada alat ini dalam beberapa hari yang akan datang. Letakkan tabung klem menutupi kepala penis, sehingga kepala penis tertutup oleh tabung. Tarik kulup menutupi sisi luar tabung , atur ujung kulup agar mencapai diameter kecil dari tabung Setelah mencapai batas yang ditandai pada kulup, tahan yang kuat kulup dengan jari. Tekan pemegang, hingga mencapai kunci mekanik pada tabung Tekan lebih kuat sampai terdengar  bunyi klik. Ini berarti telah terkunci dan kulup telah terapit dengan baik. Dengan pemotong  jaringan yang disediakan, atau pisau, kulup yang berada di sebelah luar /distal dari  cincin penjepit dipotong. Meskipun tidak ada pendarahan, tabung dibersihkan dengan kasa bersih dan salep dioleskan di tepi  tempat potongan. Oleskan salep beberapa kali setiap hari, selama beberapa hari berikutnya. Perangkat ini dibiarkan tetap pada penis selama beberapa hari berikutnya. Urin mudah keluar  melalui lobang bagian luar/distal dari tabung. Sumber Referensi  : http://www.cirp.org/library/procedure/tara-klamp/ http://www.taraklampsa.co.za/ http://majalah-hilalahmarsolo.blogspot.com/2010/06/berbagai-metode-sunat.html […]

  6. Mengamati pekembangan dunia medis saat sangat menarik, terutama dengan metode sunat. Namun yang terjadi malahan saling mengklaim cara a lebih baik dari cara b dsb. sehingga opini masyarakat kita yang rata2 masih awam menjadi binging dalam menentukan pilihan. hal ini patut disayangkan, karena orientasi kesehatan lebih mengarah ke dunia bisnis.
    Sebaru teknik apapun secara prospektif belum tentu bisa menandingi teknik lama asalkan dilakukan oleh operator ahli dan berpengalaman. disinilah peran seorang dokter yang benar2 ahli di bidangnya bukan sekedar metode yang digunakan.

    sigit santosa

    September 7, 2010 at 23:31

  7. ank sy umurnya 9th,insyaalloh thn depan pas liburan mau sunat.menurut bpk metode sunat apa yg baik n bagus hasilnya,wass

    @ metode konvensional, cincin atau smart klamp.

    Ny.betie

    July 28, 2010 at 20:25

  8. trims infonya tolong pak dimuat foto/video pengheatingan arah jam 6 pada sirkumsisi standar

    elmin

    July 12, 2010 at 18:16

  9. metode sunat smart klamp atau tara klamp ada tidak di palembang?

    @ maaf pak, sy blm py infonya. Cb ditanyakan ke http://www.rumahsunatan.com

    abdullah kadir

    July 6, 2010 at 23:26

  10. […] dengan cara biasa memerlukan obat bius dosis tinggi yang dari segi kimianya tidak ramah bagi tubuh. Metode khitan tanpa luka ini juga cocok bagi penderita hemofilia yang jika terluka dan berdarah sulit […]

  11. assaalamu’alaykum, jazakallahukhair atas ilmunya. ada yang mau ana tanyakan. saudara ana ingin mengkhitan anaknya yang berusia 9th. namun setelah dicek tdk bisa dikhitan krn maaf, penis-nya kecil sekali tdk bs ditarik lagi. mohon dibantu utk mengatasinya. jazakallahukhair

    @ Wa’alaikumussalaam warohmatullaahi wabarokaatuh.
    silahkan mencari ahli khitan lain yang lebih profesional dan berpengalaman, penis yang kecil bukan menjadi halangan untuk dilakukan khitan.

    ummu hanif

    June 30, 2010 at 10:43

  12. Bismillah

    Assalamualaykum
    Jazakallahu khoir atas artikelnya, InsyaAllah bermanfaat buat ana n keluarga, walau bacanya rada2 ngilu dikit hehe
    sekalian tanya : dibandung tempat sunat yg bagus, terpercaya n terjangkau dimana ya?

    Barakallahu Fiik

    abu ibrahim

    June 29, 2010 at 11:32

    • dirumah sakit bandung pak, jangan d mak praji

      ahmad

      June 30, 2010 at 23:33


Bagaimana menurut Anda?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s